BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 29


__ADS_3

Jia Li kembali ke kediaman dengan wajah yang ceria, melompat kesana kemari dengan lincah nya membuat beberapa pelayan merasa sangat gemas melihat nya.


"Bibi pelayan..." panggil Jia Li


Merasa dirinya di panggil sang nona muda, seorang pelayan mendekat dan bertanya


"Saya nona muda, apa nona membutuhkan sesuatu?" tanya nya


"Dimana ayah dan ibuku?" tanya Jia Li sambil terus menyunggingkan senyum nya.


"Tuan dan nyonya ada di kamarnya" jawab pelayan itu "Apa nona mau bibi antar kesana?" lanjut pelayan itu.


"Tidak, aku akan pergi bersama paman Fei saja" ucap Jia Li sambil menarik tangan Fei.


Sementara dipasar, orang-orang berbondong-bondong pergi membeli pakaian mewah, bahan makanan dan jug beberapa perhiasan membuat para bangsawan merasa heran.


"Dari mana orang-orang miskin ini memiliki koin yang begitu banyak hingga menyerbu toko ku?" tanya bangsawan Ahn pemilik toko pakaian.


"Bahkan toko perhiasan ku pun di serbu oleh mereka, dan membeli banyak barang yang paling mahal" ungkap bangsawan Jin


"Benar, rumah makan dan juga toko bahan makanan ku pun sampai kehabisan stock karena di borong oleh mereka" ucap bangsawan Lin


"Apa mungkin kaum bangsawan seperti kita akan menjadi jatuh miskin? Dan orang-orang miskin seperti mereka jadi bangsawan menggantikan kita? Mengingat mereka memiliki koin yang begitu banyak dan sanggup memborong barang-barang yang berkualitas" ucap bangsawan Ahn


"Bagaimana kalau kita bertanya pada mereka? Siapa tahu mereka mau memaparkan sumber keuangannya?" ucap bangsawan Lin menunggu persetujuan kedua sahabatnya.


"Aku rasa mereka tidak sebodoh itu untuk memberi tahu kita pohon uang nya" ucap bangsawan Jin yang di angguki kedua sahabatnya.


Sedangkan orang-orang yang sedang berbelanja itu tidak terganggu sedikit pun dengan sikap para bangsawan itu, mereka sibuk mencari hadiah untuk Dewi mereka.


"Aku rasa putri dewi akan menyukai pakaian ini, gadis cantik itu pasti akan semakin menggemaskan" So Yang berbicara pada beberapa rekannya.


"Aku juga membeli beberapa baju yang indah untuk Dewiku, aku harap dia menyukainya" ucap Jong Lin sambil memperlihatkan pakaian yang dibelinya.


Nenek Li Mey yang mendengar ucapan mereka pun ikut berbicara "Nenek ini sudah membeli bahan makanan dan akan memasak nya untuk Dewi" ucapnya dengan bangga.


Para bangsawan yang mendengar kata-kata mereka pun sontak melirik dan mendekat, mencoba bertanya pada mereka semua


"Apakah kalian semua membeli semua barang-barang itu untuk hadiah?" tanya bangsawan Ahn yang memang sudah sangat penasaran.


"Benar tuan Ahn. Kami membeli semua ini untuk hadiah untuk Dewi penolong kami yang baru saja pindah ke kekaisaran kita" ucap So Yang dengan gembira

__ADS_1


"Dewi?" para bangsawan itu pun menatap mereka bingung


"Benar, Dewi dan juga putri dewi baru saja pindah kesini. Mereka tinggal di rumah besar di ujung jalan sana. Dengan berkat dewi, kami semua hidup berkecukupan sekarang, jadi kami berniat untuk mengunjungi kediamannya dan membawa hadiah" ucap nenek Li Mey


"Bolehkah kami ikut bersama kalian?" kali ini bangsawan Jin pun ikut berbicara.


"Tentu saja boleh, semua orang juga boleh ikut bersama kami kesana" ucap So Yang penuh kebanggaan.


"Jadi kapan kalian akan berangkat?" tanya bangsawan Lin kemudian


"Sebentar lagi, kami akan kembali ke rumah terlebih dahulu untuk membersihkan diri dan juga berganti pakaian, nenek Li Mey juga akan memasak terlebih dahulu di rumah nya" ucap So Yang sambil pamit pada ketiga bangsawan itu.


Akhirnya, saat malam mulai menjelang, rombongan orang-orang itu pun sudah bersiap untuk berangkat. Para bangsawan dan pangeran Xuan Zhixing pun ikut bersama warga dengan menyamar, mereka tidak ingin menarik perhatian orang-orang yang hendak mereka kunjungi. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki, akhirnya mereka pun sampai di sebuah kediaman mewah.


Para bangsawan itu baru menyadari jika yang di maksud dengan kediaman dewi itu adalah kediaman bangsawan Song yang baru saja di jual dua hari yang lalu. Hanya saja sudah di renovasi di beberapa bagian.


Saat mereka sampai di depan gerbang kediaman, segera So Yang berbicara pada penjaga gerbang itu dengan sopan


"Tuan-tuan kedatangan kami semua kemari adalah untuk bertemu dengan dewi dan juga putri dewi, bisakah tuan-tuan memberi jalan untuk kami?" tanya So Yang


"Dewi?" beo para penjaga


"Benar, siang tadi kami bertemu putri dewi di pasar, dan diundang untuk berkunjung ke kediaman ini" ucap Jong Lin


Sekitar 20 menit kemudian, penjaga yang tadi pergi untuk melapor pun kembali dan menyuruh temannya untuk membuka gerbang dan mempersilakan mereka semua masuk, dua orang pelayan langsung menyambut mereka dan mengantarkan nya ke aula keluarga.


"Salam Dewi.." serempak mereka pun bersujud di hadapan She Xia


Para bangsawan dan juga Xuan Zhixing yang melihat mereka bersujud pun ikut bersujud agar tak menimbulkan kecurigaan.


She Xia pun menyuruh mereka untuk bangun dan mempersilakan mereka semua untuk duduk, meski pada awalnya mereka merasa ragu, akhirnya mereka pun mulai duduk di kursi yang telah di sediakan.


Jia Li tersenyum lembut melihat mereka dan mulai bertanya tentang tujuan kedatangan mereka. Orang-orang itu pun dengan sigap langsung menyerahkan hadiah yang mereka bawa pada She Xia. Dan She Xia menerima nya dengan senang hati.


Para pelayan pun datang membawakan cemilan dan juga teh untuk para tamu, She Xia mempersilakan mereka untuk mencicipinya.


"Wah.. Kue ini sangat lezat" puji Jong Lin yang diangguki mereka semua.


"Makanlah.. Jika kurang, para pelayan akan membawakan kembali kue nya" jawab She Xia dengan tenang dan tersenyum penuh arti.


Tap.. Tap.. Tap..

__ADS_1


Terdengar langkah kaki menuju aula keluarga, mereka semua pun melirik, seorang pemuda tampan dengan aura tegas muncul sambil menggendong bocah yang berusia 4 tahun.


"Ibu.." Jia Li pun turun dari gendongan Wu Zhuang dan melangkah ke arah She Xia


"Putri dewi.." panggil mereka semua serempak. Jia Li pun menoleh dan tersenyum


"Eh, Paman, bibi, nenek, kalian disini?" tanya Jia Li sambil menunjukkan wajah imut nya


"Benar, kami semua ingin berkunjung ke sini" ucap So Yang mewakili mereka semua.


Pandangan Jia Li menyipit saat memperhatikan mereka semua, sedangkan She Xia dan Wu Zhuang masih santai di kursinya.


"Bahkan ada tiga orang bangsawan dan seorang pangeran yang datang bersama kalian" ucap Jia Li sambil tersenyum


Sementara orang-orang itu kaget bukan main mendengar ucapan bocah 4 tahun itu


"Pangeran?" beo mereka sambil melihat Jia Li dengan seksama


"Benar, pangeran kedua dari kekaisaran Xuan. Pangeran Xuan Zhixing ada bersama kalian" ucap Wu Zhuang sambil tersenyum menyeringai


Xuan Zhixing yang menyadari penyamaran nya sudah terbongkar segera berdiri. Sambil melihat ke arah tuan rumah nya dia pun berucap "Mohon maafkan kelancangan pangeran ini yang ikut serta dalam rombongan warga hanya karena penasaran dengan Dewi dan juga putri dewi yang di sebut-sebut sebagai penolong mereka"


"Kami juga memohon maaf karena berani memasuki rombongan warga dan turut datang kesini" ucap bangsawan Lin sambil membungkuk diikuti kedua teman nya.


"Aku tahu bangsawan Lin, silahkan semuanya duduk kembali kecuali bangsawan Ahn. Tolong kemari" ucap She Xia yang menyadari ada niat tersembunyi dari kedatangan bangsawan Ahn.


Dengan ragu-ragu bangsawan Ahn pun datang menghampiri She Xia sambil terus menunduk tak berani memandang ketiga tuan rumah itu yang mulai mengeluarkan aura tegas nya.


"Aku tahu niat mu datang kemari bangsawan Ahn. Berikan pil ini pada istrimu sekali sehari, dan kau harus rutin memberikan nya selama 7 hari berturut-turut jika ingin membuat istrimu kembali pulih dari penyakit nya" ucap She Xia sambil memberikan sebuah botol porselen berisi pil pada bangsawan Ahn.


Mendengar ucapan She Xia, bangsawan Ahn pun menangis dan segera bersujud sambil berucap "Terima kasih dewi, bukan hanya memaafkan hamba yang lancang ini, tapi dewi juga memberikan obat untuk memulihkan penyakit istri hamba" sambil masih terus terisak


"Teruslah berbuat kebaikan, dan kau pasti akan mendapatkan kebahagiaan" tutur She Xia.


Akhirnya rombongan warga pun segera pamit bersama para bangsawan dan juga pangeran Xuan Zhixing kembali ke kediaman mereka, dengan perasaan yang sangat bahagia.


7 hari kemudian, istri bangsawan Ahn pun dinyatakan sembuh total oleh tabib yang merawatnya dan sudah bisa beraktivitas kembali, membuat tabib itu pun bertanya-tanya tentang pil yang di bawa tuannya itu. Tabib itu pun bertekad untuk menemui dewi itu dan menjadi murid nya.


Xuan Zhixing yang mendengar kesembuhan nyonya Ahn pun segera menemui ayah nya. Dia meminta agar kaisar Xuan mengirimkan undangan resmi untuk dewi itu dan juga mengirimkan banyak hadiah. Mengingat keadaan kakak pertamanya yaitu Putri Xuan Yang saat ini sangat memprihatinkan dari waktu ke waktu. Selain tubuhnya yang terlihat semakin kurus dan luka-luka bernanah, juga bau busuk yang di timbulkannya pun sangat parah membuat siapa pun ingin muntah.


Xuan Zhixing juga menceritakan semua yang dia ketahui tentang dewi itu pada ayahnya, hingga membuat kaisar Xuan bersemangat. Dia pun segera menyuruh para prajurit nya untuk mengantarkan banyak hadiah, beserta undangan resmi untuk mereka.

__ADS_1


She Xia yang melihat hadiah yang begitu banyak dan undangan resmi itu pun tersenyum puas, tampak seringaian kecil di wajah cantiknya


"Sepertinya kaisar itu sudah memakan umpan yang aku lempar, sekarang sudah saatnya untuk memulai perhitungan dengan kaisar tua itu" ucap She Xia sambil menyimpan kembali surat undangan itu di atas meja.


__ADS_2