
Di lembah angin saat ini, suara guruh dan guntur bersahutan membuat merinding siapa pun yang mendengar.
Gagak hitam penunggu lembah angin terbang di atas langit dan terus mengelilingi lembah angin dengan suara yang kencang hingga membuat siapa pun yang mendengar harus menyumpal telinganya dengan tebal.
Koaaaaak...
Koaaaak...
Gagak hitam perkasa seolah tengah meraung memanggil pemiliknya, dengan begitu menyayat hati.
Di atas lembah angin, tungku sembilan naga kembali berdentang, roh sembilan naga meraung dalam gelapnya malam.
Berdentang...
Tungku sembilan naga bergejolak membuat sebagian tanah retak dan berbagai binatang melata pun muncul di sana.
Getaran hebat yang di hasilkan oleh tungku sembilan naga membangunkan She Xia dari kultivasi tertutupnya di lembah pelangi.
Terbangun dengan perasaan yang gundah, She Xia berjalan dengan tenang meninggalkan sang suami yang masih larut dalam pelatihan tertutup nya.
Dengan balutan pakaian yang putih polos, She Xia berjalan mengikuti hembusan angin, menuju lembah angin.
Kaki She Xia yang tanpa alas beberapa kali tergores tanaman berduri, namun seakan tak lagi memiliki rasa sakit, langkahnya masih terus tenang mengikuti firasatnya.
Seseorang sedang mengamuk, dan She Xia harus menenangkannya agar tak terjadi malapetaka yang lebih besar.
Langkah She Xia berhenti di sebuah tempat yang sepi, itulah lembah penyesalan.
Seorang gadis dengan balutan hanfu merah terduduk di atas batu, tangannya menggenggam pasir berwarna merah hingga melukai jemarinya.
Gadis itu pun menoleh saat menyadari kehadiran She Xia yang penuh aura keagungan.
Senyum manis terukir dari bibir mungil gadis itu, yang langsung berdiri menyambut She Xia.
"Dewiku.. Xiu Mei telah menunggumu sekian lama. Terimalah hormat dariku.." gadis itu membungkuk dengan begitu anggun, kedua tangannya memegang ujung samping hanfu nya. Sambil mengangkat sedikit rok nya ke atas.
Melihat kehadiran Xiu Mei, She Xia hanya mendesis.
"Bukankah kau bisa kembali ke dunia atas dan menjalani reinkarnasi, lalu apa yang kau lakukan di tempat ini?" tanya She Xia
"Hamba hanya ingin bersama dengan pria yang hamba cintai dewi, terlepas dari siapa kami. Roda reinkarnasi mungkin tidak akan mempertemukan kami dengan cepat" ucap Xiu Mei dengan mantap
__ADS_1
"Lalu apa yang kau harapkan dariku?" tanya She Xia
"Dewi surgawi.. Berkati hamba yang naif ini agar bisa memiliki waktu walau hanya sekejap untuk bertemu dan bersama dengannya" ucap Xiu Mei sambil menunduk
"Lalu jika kau memiliki kesempatan untuk itu, apakah pria yang kau cintai itu bisa menerimamu yang hanya jiwa tanpa tubuh yang utuh?" ucap She Xia
"Dia sudah berjanji untuk menerima hamba dan hidup bersama hamba meskipun hamba hanyalah roh sekalipun" ucap Xiu Mei sambil memberanikan diri mengangkat wajah nya dan menatap She Xia
"Maka terjadilah.." sebelah tangan She Xia terangkat ke atas, sebuah cahaya putih keluar dari telapak tangannya dan langsung memasuki tubuh Xiu Mei.
KRATAK...
KRAK..
Brak..
Sebuah array terbuka, seorang pemuda terlempar dari hutan ilusi dan langsung mendarat tepat di depan Xiu Mei
"Xiu Mei.." pemuda itu pun memanggil kekasih nya sebelum akhirnya tak sadarkan diri.
"Dewi.." Xiu Mei tak sempat lagi melanjutkan ucapannya.
"Dia tak akan bertahan di sini, bawa dia ke istana neraka dan hiduplah dengan bahagia" She Xia kembali berjalan setelah memberi tahu Xiu Mei.
Langkah She Xia kali ini semakin berat, tekanan dan juga aura mistis yang keluar dan bocor dari sebuah tempat membuat tubuh She Xia sedikit terhuyung.
Sejenak memejamkan mata dan mengumpulkan seluruh aura Dewi Surgawi, She Xia kembali melangkah perlahan menuju suatu tempat sumber dari segala kekacauan.
Di lembah angin, tungku sembilan naga kembali meraung..
Berdengung...
Menciptakan gelombang kuat hingga menggetarkan seluruh daratan bawah hingga daratan tengah.
Roh sembilan naga seolah sedang menyambut kehadiran seseorang yang saat ini di tunggunya.
Berdentang..
Kembali gemerincing lonceng dari tungku sembilan naga terdengar, kekuatan api surgawi menguar kental di lembah angin.
Panas...
__ADS_1
Menimbulkan gejolak dalam diri semua orang, sementara sang gagak kembali melintas, terbang diatas ketinggian dan mengepakan sayap hitamnya dengan gagah.
Kaki gagak itu akhirnya bertengger disebuah dahan, sebelum akhirnya kembali terbang dan hinggap di bahu seorang wanita dengan tatapan tajam dan penuh aura penindasan.
Tungku sembilan naga pun diam, aura nya meredup seakan tengah memberi hormat pada pemilik yang kini menemuinya.
"Naga kecil.. Kerusuhan apa yang kau buat di tempatku? Apa kau lupa dengan hukuman terakhir mu?" ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut seorang wanita.
Tungku sembilan naga terdiam, semburat jingga keluar, menguar dari dalam tungku, sembilan ekor naga keluar dari tempat kurungannya, jiwanya yang tersegel selama ribuan tahun terbuka hanya karena kedatangan wanita itu.
"Dewiku.." sembilan naga meliuk di angkasa memberikan atraksi yang memukau siapa pun yang melihatnya, sebelum akhirnya kembali memijak bumi dan memberi hormat.
"Naga api memberi hormat pada Dewi surgawi" seekor naga berwarna merah membungkuk
"Naga es memberi hormat pada dewi surgawi" seekor naga berwarna biru memberi hormat
"Naga bumi memberi hormat pada dewi surgawi" naga berwarna hijau membungkuk memberi hormat
"Naga salju memberi hormat pada dewi" Seekor naga berwarna putih pun ikut membungkuk
"Naga air memberi hormat pada dewi" seekor naga berwarna perak ikut membungkuk
"Naga petir memberi hormat pada dewi" seekor naga berwarna ungu muncul dan ikut membungkuk
"Naga cahaya memberi hormat pada dewi* seekor naga berwarna transparant muncul dihadapan She Xia dan membungkuk
"Naga surgawi memberi hormat pada dewi" seekor naga berwarna emas muncul dan membungkuk
"Naga kegelapan memberi hormat pada dewi" sang naga hitam pun turut membungkuk dengan patuh di depan kaki She Xia.
She Xia hanya mendengus melihat kelakuan sembilan naga itu, dirinya kali ini benar-benar di buat kesal dengan kekacauan yang di timbulkan oleh naga-naga itu.
She Xia pun mendekati tungku besi berwarna hitam, menggores sedikit tangannya dan meneteskannya pada tungku itu.
Semburat cahaya jingga keemasan muncul dan membentuk sebuah tato di kening She Xia.
Tato berbentuk tungku yang di kelilingi sembilan naga.
"Apa kalian senang membuat kekacauan?" tanya She Xia dengan tajam
"Ampuni kami dewi.." Sembilan naga menunduk di hadapan She Xia seakan takut mendapatkan hukuman.
__ADS_1
"Bereskan seluruh kekacauan yang kalian buat, dan segeralah kembali ke ruang jiwa" ucap She Xia sambil menyoroti ke sembilan naga dengan tatapan tajam nya.
"Baik dewi.." kesembilan naga itu pun patuh dan kembali mengeluarkan kekuatan mereka untuk memperbaiki seluruh kerusakan yang mereka buat, sebelum akhirnya kembali ke ruang jiwa milik She Xia