BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 28


__ADS_3

Jia Li baru saja terbangun dari tidur nya dan tak menemukan kedua orang tuanya di samping nya. Dia pun mengucek matanya sambil memperhatikan sekeliling kamar sebelum akhirnya berteriak dan menangis.


"Huhuhu.. Ayaaah... Ibuuu.." teriak Jia Li di sertai isak tangis nya membuat beberapa prajurit yang bekerja di sana kaget sekaligus cemas. Mereka pun bergegas menuju kamar dimana Jia Li berada.


"Nona muda, apa yang terjadi? Kenapa nona menangis?" tanya salah satu prajurit


"Huhuhu... Paman prajurit, ayah dan ibu hilang. Ayo cepat cari mereka" ucap Jia Li masih dengan isakannya.


Sementara Fei yang kebetulan melewati tempat itu segera memeluk Jia Li untuk meredakan tangis nya.


"Nona muda, jangan menangis. Nyonya dan tuan baik-baik saja. Tadi mereka ada sedikit urusan jadi terpaksa meninggalkan nona muda yang sedang tidur disini." bujuk Fei padahal dia tahu pasti jika nyonya dan tuannya saat ini ada di kamar sebelah dan tidak ingin di ganggu.


"Benarkah paman Fei? Ayah dan ibu tidak di culik kan? " tanya Jia Li dengan tatapan polos nya.


"Tentu saja tidak, tadi itu ada beberapa paman dan bibi pelayan yang datang, jadi nyonya dan tuan harus melihat mereka" ucap Fei berbohong


"Syukurlah.." ucap Jia Li lega


Sementara di kamar sebelah, She Xia dan Wu Zhuang masih asyik memadu kasih, sebenarnya She Xia sudah akan pergi untuk melihat keadaan Jia Li, hanya saja Wu Zhuang mengurung nya dan terus menyerang nya hingga membuat She Xia akhirnya pasrah melayani suaminya itu. Wu Zhuang juga sengaja membuat array agar tak ada yang mendengar suara mereka di dalam.


Wu Zhuang yang selalu kecanduan untuk menyentuh She Xia akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa menyelesaikan hasratnya yang selalu terganggu oleh Jia Li. Dia tidak akan melepaskan kesempatan untuk bisa terus bermanja dan menempel pada istrinya itu.


Para pelayan baru yang melihat Jia Li datang bersama dengan Fei pun segera menyambutnya, dengan sopan mereka pun menyapa Jia Li.


"Nona muda.." panggil para pelayan itu serempak sambil membungkuk


"Aku mau makan" ucap Jia Li yang langsung duduk di salah satu kursi di meja makan itu di temani Fei

__ADS_1


"Baik nona" ucap pelayan itu dengan segera menyiapkan hidangan untuk Jia Li.


Jia Li pun makan dengan penuh semangat, di temani oleh Fei. Para pelayan yang melihat interaksi antara Fei dan Jia Li pun tersenyum. Walaupun mereka baru bekerja beberapa jam, tapi mereka sudah merasa cocok dan sangat menyukai Jia Li.


"Paman, ayo kita jalan-jalan ke pasar" ajak Jia Li yang langsung di angguki oleh Fei. Mereka pun pergi dengan kereta ke pasar, saat memasuki pasar tanpa sengaja Jia Li bertemu dengan nenek Li Mey yang pernah di tolong oleh She Xia. Segera nenek Li Mey pun bersujud di hadapan Jia Li membuat semua orang yang berada tak jauh dari sana kaget.


"Salam putri Dewi" ucap nenek Li Mey yang membuat mereka semua mematung selama beberapa detik, sebelum akhirnya ikut bersujud di depan Jia Li.


"Nenek, paman, bibi, apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian bersujud di depanku? Bangunlah cepat, jangan seperti ini" tutur Jia Li sambil merengkuh tubuh nenek Li Mey dan membantu nya berdiri.


"Terima kasih putri, berkat putri dan juga Dewi, nenek ini bisa hidup lebih baik dan berkecukupan" ucap Nenek Li Mey. Semua orang pun ikut berterima kasih karena mereka pun mendapatkan rezeki walaupun tak sebanyak yang di dapat oleh nenek Li Mey.


"Terima kasih putri Dewi" ucap orang-orang itu dengan serempak.


"Namaku Jia Li, aku bersama keluarga ku baru saja pindah ke rumah besar di ujung jalan sana" ucap Jia Li sambil menunjukkan arah rumah nya.


Dengan hati yang bahagia, Jia Li mengangkat tangan nya seolah sedang memberkati mereka. Bocah berusia 4 tahun itu pun tersenyum sambil mengucapkan kata yang membuat semua orang terperangah.


"Orang baik akan selalu mendapatkan kebahagiaan" ucapnya dan langsung mengajak Fei untuk segera kembali karena takut kedua orang tua nya sudah pulang. Fei mengangguk dan kembali ke kediaman mereka.


Setelah beberapa saat, pasar yang tadi ramai karena kedatangan Jia Li menjadi ricuh, orang-orang yang tadi memberikan makan pada Jia Li mendadak menangis sambil bersujud dan berterima kasih.


"Terima kasih putri Dewi" ucap mereka masih terus bersujud sambil menangis.


Para pejalan kaki yang melihat kelakuan mereka hanya menggelengkan kepala, namun tiba-tiba mereka di kejutkan oleh orang-orang yang tadi bersujud langsung terbangun dan mengemasi dagangannya.


"Apa kalian tidak berjualan?" tanya pangeran Xuan Zhixing yang kebetulan melewati pasar dan sedang menyamar menjadi orang biasa

__ADS_1


"Putri dewi memberkati kami, kami akan segera pulang tuan" ucap salah satu pedagang


"Benar, jika kalian mau membeli dagangan kami, kalian boleh mengambilnya dan tak perlu membayar" ujar pedagang yang lain


"Benar, hari ini semua dagangan kami gratis, kalian semua bisa memakan nya tanpa harus membayar" ucap So Yang di angguki pedagang yang lain dan langsung menyimpan keranjang jualan nya di meja.


"Lalu kalian mau kemana?" tanya Xuan Zhixing


"Aku akan membeli beberapa bahan makanan dan akan mengantarkan nya ke rumah Dewi" ucap So Yang


"Kami juga akan membeli beberapa hadiah untuk putri Dewi" ucap yang lain membuat Xuan Zhixing semakin penasaran,


"Siapa sebenar nya yang di maksud dengan Dewi dan putri dewi ini?" pikir Xuan Zhixing dan langsung memutuskan untuk mengikuti mereka.


Wu Zhuang baru saja terbangun dari tidurnya, disisinya terlihat She Xia yang masih terlelap di balik selimut. Dengan perlahan-lahan Wu Zhuang mengambil satu persatu pakaian nya yang berserakan di lantai dan memakai nya, dia pun keluar dari kamar dan menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan ke kamar nya. Wajah Wu Zhuang terlihat sangat bercahaya, dengan sorot mata yang tegas, para pelayan yang melihat ketampanan tuan mereka pun seperti tersihir, mereka terus bengong menghadapi Wu Zhuang


"Apa kalian akan terus berdiri disini? Lekas simpan makanannya di meja dan keluar. Jangan mengganggu istri cantik ku yang sedang kelelahan" ucap nya dengan ambigu membuat para pelayan sadar dan langsung menyimpan nampan makanan di meja.


Setelah para pelayan keluar, Wu Zhuang pun segera membangunkan She Xia dan mengajak nya makan. She Xia terbangun dengan rambut yang acak-acakan, dan seluruh badan yang sakit, wajahnya terlihat kusut dan juga pucat.


She Xia menggulung tubuh nya dengan selimut dan segera berdiri hendak berjalan menuju meja, tapi Wu Zhuang menggendong nya dengan cepat dan mendudukkan nya di pangkuannya sambil menyuapi She Xia. She Xia merasa tidak nyaman melihat kelakuan Wu Zhuang yang terus mendusel-dusel kepalanya pada She Xia sambil terus mengendus leher nya.


"A-Zhu.. Bisakah kita makan dulu? Aku benar-benar lapar" ucap She Xia


Wu Zhuang yang menyadari jika istrinya itu merasa tak nyaman segera menghentikan aktivitas nya dan tersenyum bodoh.


"Maafkan aku sayang, kau selalu membuatku kecanduan" ucap nya sambil memeluk pinggang She Xia dan membiarkan She Xia makan sambil menyuapi dirinya.

__ADS_1


__ADS_2