
"Apa yang terjadi?" tanya dewa agung saat melihat beberapa orang dewa yang mulai terlempar dari pagoda tujuh lantai.
Wajahnya terlihat menghitam saat tahu bahwa tidak semua pasukan dewanya bisa masuk ke dalam pagoda itu.
"Ada seratus manusia kerdil yang melemparkan kami dari lantai satu pagoda dewa agung!" ucap mereka seraya menangkupkan tangannya.
"Bagaimana bisa? Bukankah kita para dewa bebas keluar masuk pagoda? Lalu kenapa para penguji itu menguji para dewa?" tanya dewa agung, tangannya memijit pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa pusing.
"Bukankah pagoda tujuh lantai ini milik alam atas? Lalu bagaimana mungkin para dewa tidak bisa memasukinya? Atau jangan-jangan saat ini penyusup itu telah berhasil melewati semua ujian dari pagoda 7 lantai?" ucap dewa agung kembali.
Dia segera mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan nya, itu adalah sebuah cermin kecil yang bisa merekam apa pun sesuai dengan permintaan pemiliknya.
"Cermin dewa! Tunjukkan padaku apa yang terjadi di dalam pagoda tujuh lantai!" ucap dewa agung, tangannya mengusap cermin itu, dia juga mengalirkan sedikit energi Qi kedalam cermin.
Cermin beriak, tak lama sebuah tayangan pun muncul dari cermin dewa yang kini di pegangnya, itu adalah saat She Xia dan juga Wu Zhuang melewati ujian satu persatu dari setiap lantai nya.
Dewa agung menggertakan giginya, bagaimana mungkin kedua manusia itu bisa mengalahkan para penguji dari setiap lantai? Sedangkan mereka baru saja berada di ranah immortal tingkat awal.
Dia terus memperhatikan satu persatu hal yang di lakukan oleh She Xia dan juga Wu Zhuang tanpa berkelip, dia juga bisa menyaksikan bagaimana kekuatan dari kedua orang penyusup yang telah memasuki alam atas dengan seenak jidatnya.
Dewa agung menggeram marah saat tahu jika salah seorang dari keduanya merupakan ras iblis, tapi apa yang dilakukan oleh kedua iblis itu di alam atas? Sedangkan para dewa saja dibuat kesulitan untuk memasuki alam bawah.
__ADS_1
Dia sangat yakin jika kedua iblis itu pasti mengambil sesuatu, tapi apa? Bahkan di pagoda tujuh lantai itu tidak ada harta yang berharga selain tubuh dewi air mata yang mati suri.
"Astaga! Apakah mereka berniat untuk mencuri tubuh dari dewi air mata? Dan mereka jadikan wadah untuk jiwa seseorang? Ini tidak bisa dibiarkan. Ras iblis harus segera di musnahkan dari muka bumi ini!" ucap dewa agung seraya menarik kembali seluruh pasukannya dan mulai melesat menuju aula dewa.
Saat ini dia harus segera membahas strategi perang bersama dewa lainnya, dia tak bisa membiarkan iblis itu membawa tubuh dewi air mata, terlebih jika mereka berniat membangkitkan dewi air mata dengan menggunakan jiwa yang lain dan berakhir Dengan pertempuran.
Bagaimana pun, jika sampai dewi air mata tubuhnya di huni oleh para iblis, maka cepat atau lambat, dia akan jadi musuh para dewa, terlebih jika terjadi pertempuran maka sudah di pastikan mereka juga akan memiliki kekuatan besar karena ranah yang dimiliki oleh dewi airmata.
Meskipun kenyataan nya saat ini dewi airmata tengah mati suri, bagaimana jika para iblis itu menemukan pil pembangkit jiwa dan berhasil mengembalikan kesadaran dan juga kekuatan miliknya, mereka pasti akan meminta imbalan besar untuk keberhasilan nya.
Mengingat hal itu dewa agung pun berfikir untuk segera menyerang kaum iblis, dia harus segera mengembalikan dewi air mata ke pagoda tujuh lantai.
Para dewa pun serentak melesat keluar dari aula, mereka kembali menuju paviliun untuk berganti pakaian dengan zirah perang berwarna putih keperakan. Dan bersiap dengan senjata andalan mereka masing-masing.
Tak lupa dengan hewan spirit yang akan mereka tunggangi saat keberangkatannya menuju alam bawah. Para dewa yang di pimpin langsung oleh dewa agung kini telah berbaris rapi, mereka terlihat begitu bersemangat untuk bisa membinasakan kaum iblis.
Bang...
Bang...
Bang....
__ADS_1
Akhirnya seluruh portal terbuka, dua puluh ribu pasukan dewa mulai memasuki portal dan bersiap untuk turun ke alam bawah, kali ini tugas mereka semakin banyak, tak hanya untuk memberantas iblis, tapi juga untuk mengambil kembali tubuh dewi air mata dan juga tungku sembilan dewa.
Milik alam atas harus kembali ke atas, tidak ada satu pun ras iblis yang boleh memilikinya, itu sudah hukum mutlak yang tak terbantahkan lagi. Para dewa bersiap dengan segala persenjataannya, kini mereka telah keluar dari portal penghubung dan menjejakkan kakinya dialam tengah, dimana ras manusia berada.
Mereka kemudian melesat menuju ke jurang tak berdasar, mencoba untuk memecahkan seluruh formasi yang melindungi jurang itu, agar bisa segera sampai di alam bawah.
Sementara di istana neraka saat ini, pasukan iblis telah keluar dari pelatihan tertutup, setelah menyerap pil pencuci dentian tingkat dewa yang di berikan oleh She Xia, kini kultivasi mereka telah naik hingga mencapai ranah immortal tingkat awal, bahkan ada beberapa jendral iblis yang berhasil menaikan kultivasi mereka hingga ke ranah immortal tingkat akhir.
Senyum manis terukir dari bibir mereka, ada kepuasan tersendiri saat mereka telah berhasil mencapai ranah yang sesuai keinginan, bahkan kini mereka telah bersiap untuk menguji kekuatan baru mereka dengan para dewa.
Dua puluh ribu pasukan iblis neraka di tambah sepuluh ribu pasukan iblis kegelapan kini telah bersatu, mereka telah menggunakan zirah perangnya yang berwarna hitam dan bersiap untuk menyambut serangan para dewa yang bisa muncul kapan saja.
She Xia dan Wu Zhuang tampil dengan Zirah perang berwarna keemasan, sedangkan Wu Jing dan dewi airmata menggunakan Zirah berwarna mewah darah dan si kecil Jia Li telah bersiap dengan zirah berwarna hitam keemasan.
Mereka kini telah berada di hadapan pasukannya, sesuai dengan rencana yang telah mereka buat sebelumnya, pasukan akan di bagi menjadi tiga, She Xia dan Wu Zhuang akan membawa sepuluh ribu pasukan kegelapan menuju reruntuhan istana kegelapan dan membuka portal yang berada di hutan iblis.
Sementara Jia Li akan membawa sepuluh ribu pasukan untuk membuka portal di lembah pelangi, dia akan naik menuju ke alam atas dan memporak porandakan seluruh daratan alam atas termasuk kediaman dewa agung.
Sementara Wu Jing dan dewi air mata akan menghadapi pasukan dewa yang berhasil melewati pasukan She Xia dan Wu Zhuang, mereka merupakan pasukan pertahanan, sementara yang di pimpin She Xia dan Wu Zhuang adalah pasukan penyerang.
Pertempuran itu tentu saja akan merubah cara pandang orang kedepannya, karena saat ini para dewa juga terlalu sombong dan merasa bahwa derajat mereka lebih tinggi dari ras lainnya hanya karena mereka tinggal di alam atas.
__ADS_1