
"Alkemis iblis? Dewi neraka? Apakah mereka orang yang sama?" tanya kaisar Xuan
"Tidak yang mulia, alkemis itu adalah seorang manusia biasa yang kemudian berevolusi menjadi iblis dengan sihir kegelapan dan juga naga kehancuran sebagai partner nya. Sedangkan Dewi Neraka adalah penguasa alam bawah dengan cambuk petir sebagai senjatanya dan phoenix api sebagai tunggangannya. Dia juga memiliki lambang api di tengah-tengah dahinya. Matanya berwarna merah dan rambutnya berwarna perak" ucap tabib Hua sambil kembali memejamkan matanya. Sementara para kaisar dan juga pejabat istana melotot kaget mendengar penuturan peramal Hua.
"Bukankah naga kehancuran itu sudah dikurung dan disegel? Siapa yang berani melepaskannya? Bahkan Ahli array sekalipun tidak bisa memecahkan segel kuno yang mengunci naga itu selama ribuan tahun" ucap kaisar Yang
"Dan apa itu tadi? Phoenix api? Bukankah binatang itu hanya legenda yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya?" tanya Kaisar Xuan. Semua yang hadir disana pun membenarkan ucapan kaisar Xuan.
"tidak yang mulia, makhluk itu memang nya3ta hanya saja makhluk itu belum terbangun dari meditasinya selama ribuan tahun. Dia akan terbangun setelah merasakan aura pemiliknya nanti" ucap peramal Hua dengan tenang.
"Appaaa? Lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah Dewi Neraka dan alkemis iblis itu orang yang sama?" tanya Kaisar Liu
"Tidak yang mulia, mereka orang yang berbeda" ucap peramal Hua kembali.
Sementara di seluruh daratan di guncang bencana, di dalam dimensi, She Xia telah berhasil mempelajari teknik baru yang di ajarkan oleh Dewi kehidupan. She Xia pun mulai membuka matanya.
__ADS_1
"Apakah sudah waktunya?" tanya She Xia
"Benar, sebentar lagi putrimu akan lahir She Xia" jawab Dewi kehidupan. She Xia pun mengangguk dan langsung bangun di bantu oleh Wu Zhuang. She Xia pun di baringkan di tempat tidurnya, dengan bantuan Dewi Kehidupan akhirnya She Xia pun berhasil melahirkan putri cantik nya yang menawan. Wu Zhuang di buat terpana oleh kecantikan bayi mungil yang baru saja She Xia lahirkan. Tubuh putih polos dengan bibir bersemu merah, matanya masih terpejam tapi di tengah-tengah dahinya terdapat simbol api berwarna merah kehitaman, surai perak yang malah membuat penampilan bayi itu semakin menggemaskan. She Xia pun melirik suaminya.
"Apa kau tidak ingin menggendong nya A-Zhu?" tanya She Xia.
Wu Zhuang hanya menggelengkan kepalanya dengan perlahan
"Lihatlah tangan kekarku ini istriku, aku takut tulang putri kita akan patah jika aku menggendong nya" ucap Wu Zhuang dengan bodohnya. She Xia hanya terkikik mendengar jawaban konyol dari suaminya itu
"tidak-tidak... Bagaimana kalau leher putri kita patah gara-gara di gendong oleh mereka? Aku tak setuju. Huuh... Lihat saja tangan mereka yang besar itu, bahkan urat nya pun sampai keluar. Aku tidak akan mengizinkan mereka menyentuh putriku" dengus Wu Zhuang sambil mendekati istrinya dan duduk di samping putrinya. Fai dan Fei yang mendengar ucapan jungjungannya pun membelalak tak percaya dengan tingkah bodoh nya.
"Apakah yang mulia berubah jadi idiot?" pikir Fai sambil mengerutkan keningnya.
"Apakah koma bisa membuat seseorang jadi tolol?" gumam Fei dalam hati sambil terus memperhatikan Rajanya.
__ADS_1
Sementara Wu Zhuang terus saja memperhatikan putri kecilnya itu dengan penuh bangga.
"ternyata tak sia-sia juga kita bergadang tiap malam, lihatlah dia istriku. Dia benar-benar cetakan yang sempurna" celetuknya dengan ucapan yang benar-benar ambigu membuat wajah She Xia menjadi merah karena malu. Fei dan Fai pun langsung mengurut dada
"nasib jomblo.."
She Xia pun langsung memukul lengan Wu Zhuang dengan pelan.
"Berhentilah mengucapkan kata-kata bodoh seperti itu" ucap She Xia
Perlahan tapi pasti seluruh kekuatan Wu Zhuang dan She Xia pun kembali bahkan kini melonjak naik 1 tingkat setelah putri mereka terlahir.
"Apa kau sudah memikirkan nama untuk putri mu?" tanya She Xia
"Ya.." ucap Wu Zhuang santai
__ADS_1
"Namanya adalah Wu Jia Li, yang melambangkan keindahan dan juga kecantikan" ucap nya tegas