BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS

BANGKITNYA ALKEMIS IBLIS
Chapter 56


__ADS_3

Swush...


Swush...


Dua sosok melintas dengan sangat cepat bagaikan angin, She Xia dan Wu Zhuang terus mengelilingi tempat itu untuk mencari pembatas atau pun titik terlemah dari array yang terpasang mengelilingi pagoda tujuh lantai.


Nampak delapan orang dewa berjaga dengan sangat ketat di setiap penjuru pagoda, sepertinya tempat ini memang sebuah tempat yang benar-benar terjaga dengan sangat ketat, sehingga siapapun tidak akan mudah untuk memasuki nya begitu saja.


Bang...


She Xia melemparkan batu ke arah array, beberapa dewa yang berjaga langsung waspada akan adanya penyusup yang mungkin saja berada di sana dan mengawasi mereka.


"Ada apa?" seorang penjaga datang dan segera memeriksa sekeliling, sepertinya telinga mereka begitu tajam hingga suara sekecil apapun mampu membuat mereka bergerak cepat.


Rekannya yang lain juga ikut memeriksa, mereka berpencar mencari asal suara yang tiba-tiba saja menghantam array yang melindungi pagoda tujuh lantai.


"Siapa disana? Keluar dan tunjukkan diri!" salah seorang penjaga itu berteriak sambil mengedarkan pandangan nya, She Xia dan Wu Zhuang hanya tersenyum tipis, sepertinya meskipun keduanya telah menyembunyikan aura keberadaan mereka, penjaga yang satu itu masih bisa merasakan keberadaan nya meskipun sangat tipis.


Swush...


Beberapa orang penjaga langsung keluar, mereka memeriksa sekeliling tempat itu dengan seksama untuk menghindari adanya gangguan ataupun bahaya yang bisa saja mengancam alam atas.


Terlebih tempat yang mereka jaga adalah tempat yang paling penting sekaligus berbahaya, karena di sinilah dewa dan dewi yang melakukan kesalahan akan di hukum.


Swush...


Lagi dan lagi para penjaga itu melesat keluar dengan sangat cepat, mereka seakan memiliki sepasang sayap saat melewati array yang mengurung tempat itu, tapi bukan disana letak permasalahan yang di temukan oleh Wu Zhuang dan juga She Xia, karena para penjaga itu keluar dati tempat itu menembus array dari titik yang sama.


Akhirnya sepasang suami istri itu pun tersenyum sumringah, sepertinya mereka berdua telah menemukan apa yang mereka cari, itulah jalan masuk sekaligus jalan keluar dari tempat terkutuk itu.

__ADS_1


Swush...


Swush...


Di saat semua penjaga itu sibuk mencari keberadaan penyusup di luar, She Xia dan Wu Zhuang melesat dengan cepat melalui jalan yang tadi di gunakan oleh para penjaga itu, keduanya tidak menemui kendala apa pun selain dari aura yang di keluarkan pagoda tujuh lantai yang memang seram dan mencekam.


Jika pagoda biasanya berwarna merah, sangat berbeda dengan yang saat ini ada di hadapan Wu Zhuang dan juga She Xia, pagoda yang mereka temui kali ini berwarna putih, tapi auranya begitu menakutkan.


"Apakah kita akan langsung menerobos ke lantai tujuh suamiku?" tanya She Xia.


Wu Zhuang hanya menggelengkan kepala nya, dia sangat yakin jika ingin menaiki lantai ke tujuh dari pagoda itu, keduanya harus masuk dan menaklukan satu persatu penjaga dari setiap lantai.


Tidak mungkin ada jalan pintas yang membuat mereka bisa langsung masuk di lantai tujuh pagoda itu, kalaupun ada, pastinya sudah banyak orang yang mencoba untuk menyelamatkan saudara atau pun keluarga mereka dari sana.


"Sepertinya kita harus memulai ini dari lantai satu pagoda itu permaisuri ku.. Zen yakin tidak ada jalan pintas menuju lantai tujuh selain kita harus menaklukan setiap penjaga yang ada di setiap lantai pagoda itu."ucap Wu Zhuang.


Swush...


Swush...


Tap...


Tap...


Keduanya langsung mendarat dengan sempurna di lantai satu pagoda, dalam sekejap lantai satu sudah berubah menjadi sebuah ladang yang luas dengan hamparan rumput yang tinggi.


"Sepertinya penjaga di lantai satu ini hewan beast suamiku" ucap She Xia saat telinga tajam nya merasakan adanya serangan besar dari gerombolan yang kini mulai bergerak ke arah mereka.


Wu Zhuang mengangguk mengiyakan ucapan She Xia, dia juga merasakan gelombang dari pergerakan besar sekawanan binatang beast tingkat menengah di hadapan mereka.

__ADS_1


"Bersiaplah permaisuri ku! Kita harus bisa mengalahkan mereka dengan cepat! Aku tak tahu bagaimana keadaan ibuku di lantai tujuh sana!" ucap Wu Zhuang mulai merasa kepikiran apalagi penjelasan yang di berikan oleh Jia Li tentang keadaan dewi air mata membuat dia harus segera melenyapkan gerombolan beast yang kini mulai memperlihatkan batang hidung nya.


She Xia juga saat ini mulai memasang kuda-kuda, di tangan kanannya sebuah pedang berwarna putih terlihat bersinar terang, dan mengeluarkan aura teduh dan juga nyaman.


Kini ribuan beast berkumpul, mata mereka menyorot dengan sangat marah saat melihat dua sosok asing yang memasuki wilayah mereka, taring tajam dan juga badan penuh bulu nya sangat imut bagaikan kelinci salju.


Itu adalah beast Beruang Es, meskipun bentuknya terlihat sangat imut, tapi mereka adalah hewan ganas yang bisa mencabik sekaligus membekukan lawannya dan menjadikan nya patung es untuk menghiasi pagoda atau pun menghancurkan nya menjadi kepingan kecil.


She Xia tersenyum hangat melihat begitu banyak hewan beast yang mengelilingi dirinya bersama sang suami, tidak ada jejak ketakutan di wajahnya, raut wajah sepasang suami istri itu terlihat begitu datar, meskipun sesekali She Xia tersenyum tipis.


"Jika aku memiliki beberapa hewan beast yang lucu itu pasti akan sangat menyenangkan! Jia Li pasti akan sangat menyukainya!" fikir She Xia.


Otak nya mulai merancang sebuah rencana untuk menangkap beberapa ekor beast beruang es itu dan menjadikannya pelayan pengantar minuman untuk sang putri, atau jika di fikir-fikir mungkin beruang es ini juga bisa di jadikan tukang pijat di istananya nanti.


Wu Zhuang yang tahu isi fikiran dari permaisuri nya itu hanya tersenyum kecut sambil memutar bola mata nya ke atas, dia sudah terbiasa dengan kelakuan She Xia yang terkadang abnormal dan di luar batas kewajaran.


Sebagaimana saat di masa lalu pertama kali nya Wu Zhuang melihat She Xia yang tertidur di atas seekor naga hitam dari ras iblis yang terus mendumel karena sisik naganya yang keras itu membuat tubuh cantik She Xia jadi sakit-sakit saat terbangun.


She Xia memang sangat suka mengkoleksi hewan beast terlebih lagi yang menurut nya lucu dan pantas untuk di jadikan bawahan. Dia kurang begitu menyukai pelayan dari ras yang sama dengan dirinya.


"Kalian benar-benar sangat imut! Kemarilah dan lawan aku! Tapi jika kalian semua kalah, maka kalian harus mengabdi padaku dan jadi pelayanku! Akh sepertinya bulu lebat itu sangat lembut jika sesekali ku jadikan alas tidurku!" ucap She Xia frontal membuat mata beast itu semakin menyorot marah.


Bukan karena mereka takut, tapi sungguh sangat kesal dengan ucapan yang di lontarkan nya itu, hei mereka binatang suci dari alam atas! Bagaimana mungkin bisa menjadi pelayan untuk makhluk yang ada di alam bawah.


Grrrr...


Groaaarr...


Suara dari para beast beruang es itu mulai menggema dan memekakan telinga, mereka bersiap melancarkan serangan pada penyusup yang kini berdiri dengan angkuh di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2