Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Barang Dari Masa Depan ...


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikan oleh Keiji, malam ini Keiji dan permaisuri Shiina duduk bersama di dalam kamar mereka.


Keiji mulai membongkar isi ranselnya dan mengeluarkan semua isi di dalamnya. Ada beberapa benda seperti ponsel, headset, power bank, laptop, mini speaker, dan beberapa coklat dan camilan lainnya.


Disaat Keiji mengeluarkan semua barang-barangnya, tiba-tiba saja Keiji mulai mendengarkan kembali sang sistem pemandunya.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah membuat permaisuri Shiina merasa bahagia hingga tertawa lepas. Karena selama ini permaisuri Shiina tak pernah sekalipun tertawa lepas. Karena dia selalu menjaga image-nya dengan sangat baik. Dan tak ada batasan waktu untuk misi kali ini. ]


Apa? Lagi-lagi misi yang cukup aneh ya. Permaisuri Shiina terkenal begitu anggun, berkelas dan selalu menjaga perilakunya. Dan setiap perilakunya selalu mencerminkan seorang putri bangsawan. Lalu bagaimana aku bisa membuatnya tertawa lepas dan membuat dia melupakan ego dan prinsipnya meskipun hanya sesaat saja? Huft ...


Batin Keiji mulai memikirkan sebuah cara untuk melakukan misi kali ini.


"Apa ini? Apa ini pengikat rambut?" celutuk permaisuri Shiina sambil meraih sebuah headphone berwarna putih dan menimang-nimangnya lalu berusaha untuk memakainya pada rambut indahnya.


Keiji tertawa kecil mendengar dan melihat semua tingkah lucu dari permaisuri Shiina.


"Bukan seperti itu, Shiina. Itu bukan pengikat rambut. Tapi ini untuk mendengarkan sesuatu seperti musik ..." ucap Keiji menjelaskan dengan tawa kecil. "Seperti ini ... biar aku tunjukkan."


Keiji mulai meraih ujung headphone miliknya dan mulai mencolokkannya pada ponselnya. Lalu pada bagian ujung lain mulai dipasangkannya pada kedua telinga permaisuri Shiina.


Setelah itu Keiji mulai mencari sebuah instrumen kuno yang pernah dia download sebelumnya saat Keiji dalam perjalanan ke musium Raku.


Disaat musik sudah dimainkan dan didengarkan oleh permaisuri Shiina, wanita cantik yang mungkin saat ini berusia kira-kira 23 tahun itu terlihat begitu takjub, namun wajah ayunya begitu berbinar dan sangat cantik.


"Pangeran Keiji. Mengapa permainan musik seperti ini bisa kita dengarkan melalui benda kecil yang aneh ini?" celutuk permaisuri Shiina masih begitu takjub.


"Iya. Karena teknologi di masa depan begitu canggih tentunya. Bahkan ini belum seberapa sih ..." jawab Keiji yang sebenarnya sangat kebingungan jika ditanyai akan hal-hal seperti itu.

__ADS_1


"Hhm? Apa maksudnya?"


"Sudah ... tidak perlu terlalu memusingkannya, Shiina. Hehe ... lebih baik kita menikmatinya bersama-sama saja." ucap Keiji sambil meraih salah satu earphone itu dari telinga permaisuri Shiina dan memakaikan untuknya.


Keiji dan Shiina terlihat begitu menikmati lantunan intrumen kuno yang begitu menenangkan hati dan sangat menyentuh hati itu. Bahkan permaisuri Shiina juga mulai menyandarkan kepalanya pada bahu Keiji.


Kini mereka berdua semakin terhanyut dalam situasi yang begitu hangat ini, seakan situasi saat ini sudah menghasut mereka berdua untuk melakukan sesuatu yang lebih dari itu. Bahkan tangan Keiji sudah meraih dan memeluk tubuh permaisuri Shiina dan sedikit membaringkannya.


Bahkan mereka sudah hampir berciuman saat itu.Namun tiba-tiba saja Keiji yang sudah mulai sadar, kini mulai menghentikan semuanya dan segera mundur dan duduk kembali agar tak terjadi sesuatu di antara mereka malam ini.


Wah bahaya sekali jika sampai aku terbawa suasana dan melupakan misiku begitu saja. Bukan hanya misiku yang akan gagal. Namun sepertinya aku akan kehilangan keperjakaanku di masa kuno ini. Ahh ... kira-kira dimana ya jiwa pangeran Keiji yang sebenarnya? Kira-kira apa yang terjadi jika aku meniduri permaisuri Shiina ya? Bagaimana menurutmu, Kenshin?


Batin Keiji yang saat ini sudah duduk dengan tegap namun sedikit menunduk dan menutupi wajah bagian bawahnya dengan jemari kanannya.


[ Jiwa dari pangeran Keiji sedang tertidur di suatu tempat karena kejahatan yang telah dilakukan oleh pangeran Azai kepadanya. Kini tuan Dazai-lah yang harus melanjutkan peran pangeran Keiji hingga memenangkan peperangan maha dasyat Sengoku Basara itu. ]


Jawab sang sistem pemandu.


Jawab Keiji di dalam hati.


[ Benar sekali, Tuan. Lakukan semua ini dengan baik sesuai dengan sejarah yang sudah tertulis. ]


Ucap sang sistem pemandu lagi.


Arghh baiklah jika memang harus seperti ini. Hehe ... dengan sangat terpaksa aku akan melakukannya ...


Batin Keiji mulai memikirkan hal mesum lagi dan kembali mendekati permaisuri Shiina lagi. Namun belum sampai Keiji melancarkan aksinya kali ini tiba-tiba saja mulai terdengar kembali ucapan dari sang sistem pemandu yang seketika membuat Keiki menghentikan niatnya kembali.

__ADS_1


[ Tuan. Sebaiknya tuan menyelesaikan misi kali ini dulu. Atau tuan akan segera mendapatkan pinalti jika tuan gagal menjalankan misi kali ini. ]


"Haish ... kau membawaku terbang tapi kau menghempaskanku begitu saja, Kenshin!" celutuk Keiji kesal dan tanpa sadar Keiji mengucapkannya begitu saja.


"Apa yang kamu katakan, Pangeran Keiji?" tanya permaisuri Shiina kebingungan menatap suaminya.


Keiji yang kini sudah menyadari semuanya, kini tercengang dan membeku seketika. Namun dengan cepa Keiji mulai berkilah agar permaisuri Shiina tidak curiga.


"Ahahah ... aku hanya sedang melantunkan lirik lagu yang kita dengarkan tadi saja kok." kilah Keiji dengan tawa kecil dan mengusap tengkuknya.


"Oh iya, coba makan ini. Ini adalah coklat yang baru saja aku beli sebelum aku berangkat ke museum Raku saat itu." kali ini Keiji mulai memberikan sebuah coklat untuk permaisuri Shiina.


"Apa itu coklat? Apakah ini sebuah alat peledak?" tanya Shiina karena melihat bentuknya yang begitu kecil dan tipis. "Dan apa itu museum? Apa itu sebuah wilayah yang akan kita serang selanjutnya?"


Keiji menepuk keningnya sendiri karena kewalahan saat menghadapi para manusia jaman kuno. Padahal saat ini Keiji hanya sedang menghadapi sang permaisuri saja, belum yang lainnya!


"Bukan, Honey. Coklat adalah sebuah makanan yang begitu manis dan lezat. Coba deh makan. Sini aku bukakan ..." ucap Keiji dengan gemas dan mulai membukakan coklat itu lalu menyuali permaisuri Shiina.


Meskipun sebenarnya cukup ragu-ragu, namun akhirnya permaisuri Shiina mulai membuka mulutnya dan menikmati coklat yang berasal dari era modern itu.


Shiina terlihat mulai mengunyahnya dengan kening berkerut, namun akhirnya wajahwanita cantik itu mulai terlihat berbinar.


"Bagaimana? Apa itu enak?" tanya Keiji penasaran.


"Hhm. Ini enak sekali! Rasanya manis dan lezat! Aku sungguh tidak pernah memakan makanan seperti ini. Terima kasih, Suamiku." ucap permaisuri Shiina lalu mengecup pipi Keiji dengan singkat


CUP ...

__ADS_1


Woaahh ... aku mendapatkan sebuah ciuman dari sang permaisuri Shiina yang begitu legendaris. Keren!!


Batin Keiji menyentuh pipinya yang tadi dicium oleh Shiina dengan wajah berbinar.


__ADS_2