Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Mengalahkan Mouri


__ADS_3

Tubuh pengeran Keiji semakin tertarik ke depan kira-kira 1 meter. Namun pangeran Keiji tak menyerah begitu saja. Jiwa Dazai yang begitu licik itu kini mulai memikirkan sebuah cara untuk pengalahkan Mouri yang begitu kuat dan tak terkalahkan itu.


Kenshin-sama, aktifkan combo skill-ku untuk menyerap energi dari lawan!! Sepertinya aku sedang membutuhkannya saat ini. Jika Mouri merasa lelah dan lengah karena kehilangan energinya, maka semua itu akan sangat menguntungkanku bukan?


Batin pangeran Keiji memberikan titahnya dalam hati.


[ Baik, Tuan Dazai! Combo skill menyerap energi dari lawan akan segera diaktifkan. Persiapkan diri tuan, karena pengaktifan akan sedikit mengejutkan untuk tubuh tuan yang sama sekali belum pernah menggunakan combo skill ini. ]


Sahut Kenshin memperingatkan pangeran Keiji.


Yeap!! Aku akan mempersiapkan tubuhku. Lakukan pengaktifan combo skill itu secepatnya, Kenshin!! Jika tidak segera dilakukan Mouri akan segera mengalahkanku dengan mudah!


Batin pangeran Keiji lagi memberikan titah kembali tanpa ada keraguan sedikitpun.


[ Baik, Tuan Dazai. Pengaktifan combo skill untuk menyerrap energi lawan akan segera dilakukan. ]


DING ...


Sahut Kenshin sang pemandu sistem disertai sebuah notifikasi pengaktifan.


Tiba-tiba saja tubuh pangeran Keiji sedikit terhentak dan kehilangan keseimbangan. Hingga membuat tubuhnya mulai terhempas ke depan karena Mouri masih berusaha untuk menarik pangeran Keiji dan pedang wields-nya dengan menggunakan jangkar raksasanya.


SRRTT ...


Mouri menyeringai menyeramkan karena menganggap pangeran Keiji akan segera dikalahkan olehnya dalam beberapa saat lagi. Namun tepat saat jarak diantara mereka berdua hanya berjarak kira-kira 1 meter saja, tiba-tiba ada sebuah aura terang dan menyilaukan berwarna putih kebiruan pada tubuh pangeran Keiji.


Bahkan tubuh pangeran Keiji kini sedikit bergetar seiring aura menyilaukan itu terpancar dan keluar dari tubuhnya dengan kedua tangan yang mulai direntangkannya lebar.


Dan disaat itulah tubuh Mouri mulai sedikit terangkat ke udara dan terlihat sedikit kaku. Lalu sebuah cahaya berwarna putih mulai terlihat keluar dari tubuh Mouri dan mulai memasuki tubuh pangeran Keiji.


SWUSHH ...


Setelah beberapa saat cahaya itu mulai menghilang dan tubuh Mouri seketika terjatuh kembali di atas lantai bersama dengan jangkar raksasanya.

__ADS_1


BRUGGHH ..


TRANG ...


"Ugghh ... apa yang sebenarnya sudah terjadi? Mengapa rasanya tubuhku terasa begitu lemas dan tak bertenaga?" gumam Mouri berusaha untuk bangun kembali.


Namun belum sempat Mouri bangun kembali, dengan cepat pangeran Keiji segera menghunuskan pedang wields yang sudah berenergi dengan elemen api itu tepat pada jantung Mouri sang bos perombak pajak laut.


"Rasakan ini!! Aku akan mengirimmu ke neraka!! Hiathh ..." teriak pangeran Keiji sambil mengayunkan pedang wields yang sudah mengeluarkan cahaya berwarna jingga.


JLEBB ...


"Argghhh ..." erang Mouri begitu melengking memenuhi seisi ruangan ini, hingga akhirnya Mouri mulai memejamkan sepasang matanya dengan mulut yang mengeluarkan sedikit darah segar.


"Huft ... syukurlah akhirnya Mouri sudah berakhir." pangeran Keiji mulai menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan menyimpan kembali pedang wields yang sudah berlumuran dengan darah segar itu.


Lalu pangeran Keiji mulai berbalik lalu melenggang dan menghampiri Kikiyo yang saat ini masih terduduk di atas lantai sambil meringkuk dan menatap waspada pangeran Keiji.


"Apa kamu baik-baik saja, Nona?" tanya pangeran Keiji mulai duduk bersimpuh di hadapan sang gadis pemanah itu.


"Katakan padaku! Apakah ada yang terluka?" tanya pangeran Keiji kembali.


Namun Kikiyo menggeleng pelan dan menggigit bibir bawahnya dengan sepasang alis indahnya yang saling berkerut berdekatan.


"Katakan saja padaku ... jangan ragu ..." ucap pangeran Keiji lagi karena masih melihat Kikiyo yang terlihat begitu ragu untuk menyampaikan sesuatu kepada dirinya.


"Di dalam aturan dan tradisi keluargaku yang telah dibuat oleh mendiang ayahku, siapapun pemuda yang sudah melihat ..." ucap Kikiyo menghentikan kembali ucapannya dan terlihat ragu kembali.


Sementara Dazai masih menatap lekat Kikiyo. Dengan sabar Dazai masih menunggu Kikiyo untuk mengatakan sesuatu padanya


"Siapapun pemuda yang sudah melihat tubuhku ... maka dia harus menikahiku!" ucap Kikiyo akhirnya. "Meskipun kamu tidak sengaja melihatnya, namun kamu harus tetap menikahiku! Karena itu adalah janji yang sudah selalu aku pegang untuk mentaati peraturan dari mendiang ayahku ..." ucap Kikiyo kembali dengan penuh penekanan.


Namun wajahnya yang sudah mulai merona karena menahan malu. Sementara kedua tangannya masih menggenggam erat jubah pangeran Keiji yang saat ini masih dikenakannya.

__ADS_1


Pangeran Keiji yang mendengarkan ucapan dari Kikiyo kini malah terlihat sedang menahan tawa dan mulai menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangannya.


Rupanya gadis panah ini yang memintaku untuk menikahinya. Jadi aku tak perlu repot-repot lagi untuk membujuk atau merayunya untuk memintanya menikah denganku. Ahaha ... aku benar-benar sangat beruntung sekali!


Batin pangeran Keiji masih menahan senyum dan tawanya.


"Mengapa hanya diam saja?! Apa kamu berniat untuk lari dan tidak mau bertanggung jawab untuk menikahiku?! Awas saja jika kamu berani lari dariku?!" ucap gadis pemanah itu yang rupanya begitu garang.


"Saat kita bertemu beberapa saat yang lalu, kamu sedang berusaha untuk membunuhku. Namun kali ini kamu sedang memintaku untuk menikahimu? Apa kamu serius untuk menjadi istriku, Nona?" ucap pangeran Keiji malah menggoda Kikiyo.


"Tak ada pilihan lain!! Intinya kamu sudah melihat tubuhku! Dan kamu harus bertanggung jawab dengan menikahiku!" tandas gadis pemanah itu menekankan.


"Hhm. Tidak masalah bagiku untuk menikahimu. Namun aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, Nona Kikiyo." ucap pangeran Keiji menatap lekat Kikiyo dengan senyuman tipisnya. "Sebenarnya aku sudah memiliki 2 orang istri. Apakah kamu masih mau untuk menikah denganku?"


Sebenarnya pengakuan dari pria yang sedang duduk bersimpuh di hadapannya itu cukup membuat Kikiyo begitu terkejut bukan main. Namun tak mungkin Kikiyo melepaskan Keiji begitu saja!


"Aku tidak peduli dengan semua itu! Amanah dan pesan dari mendiang ayahku, harus tetap aku laksanakan! Kamu sudah melihat semuanya ... jadi kamu harus bertanggung jawab!" tandas Kikiyo kembali.


"Aku sudah melihat semuanya, namun aku belum menikmati satu bagianpun, Nona. Seharusnya aku tidak harus bertanggung jawab bukan, Nona?" celutuk Dazai dengan keisengan yang tiba-tiba hadir dan malah dengan sengaja menggoda Kikiyo.


"Mau mati kamu ya?!" geram Kikiyo menatap tajam pangeran Keiji. "Aku akan membuat hidupmu tidak tenang jika kamu berani melarikan diri dariku!"


Pangeran Keiji tertawa kecil mendengar ancaman dari sang gadis pemanah itu.


"Baiklah ... baiklah ... aku akan menikahimu, Nona. Besok kita akan segera menikah! Jangan khawatir." ucap pangeran Keiji penuh dengan kemenangan karena dia tak perlu bersusah payah lagi untuk membuat misinya kali ini berhasil.


Dan disaat itulah tiba-tiba saja panglima perang Masamune mulai datang dengan beberapa prajurit untuk menyusul pangeran Keiji.


"Pangeran Keiji Fujiwara! Apa pangeran baik-baik saja? Maafkan kami karena sedikit terlambat. Namun semua pasukan dari perompak Mouri sudah berhasil kita lumpuhkan semuanya." ucap panglima perang Masamune dengan nada rendah namun terdengar tegas.


Mendengar semua itu seketika membuat Kikiyo membeku seketika, karena kini sang gadis pemanah mulai menyadari jika pria yang baru saja menolongnya itu adalah bukan sembarang pria. Melainkan dia adalah seorang pangeran dari kerajaan Fujiwara yang cukup terkenal.


Pangeran Keiji Fujiwara? Jadi pria yang sudah aku paksa untuk menikahiku adalah pangeran Keiji Fujiwara? Putra dari kaisar Hanbei Fujiwara? Oh tidak! Bagaimana ini? Bahkan aku sudah hampir membunuhnya dengan anak panahku ...

__ADS_1


Batin Kikiyo mulai gelisah kembali.


__ADS_2