
Ratusan hingga ribuan prajurit mulai bertarung saling memperjuangkan kekaisaran masing-masing. Pertumpahan darah mewarnai malam dibawah sinar rembulan dan cahaya kemerahan dari dari lentera-lentera yang tergantung di sepanjang jalan maupun di setiap bangunan.
Suasana saat ini begitu dingin menusuk hingga ke tulang dan terasa sangat mencekam. Mereka para prajurit tak ada rasa takut sedikitpun untuk menghadapi kematiannya sekalipun. Asalkan mati di jalan membela sang kaisar agung, maka itu sudah sangat cukup membuat mereka merasa tenang ketika meninggalkan bumi pertiwi ini.
TRANG ...
TRANG ...
TRING ...
Suara pedang baja yang saling bertaut diantara para prajurit dan suara diantata pedang dengan perisai baja memecah keheningan malam ini disertai dengan teriakan-teriakan mereka yang sedang berperang.
JLEBB ...
Satu, dua, tiga, dan masih saja bertambah korban prajurit yang gugur dalam pertempuran malam ini. Semua yang terjadi di sekitar Dazai itu, terkadang sebenarnya cukup membuat jiwanya merasa begitu syok dan takut.
Seketika hal itu membuat dia mulai mengingat akan kematiannya. Bahkan Dazai juga mulai mengingat akan kedua orang tuanya yang saat ini entah sedang melakukan apa tanpa dirinya.
Hingga selama beberapa saat Dazai malah melamun dengan tubuhnya yang sedikit bergetar karena menyaksikan para prajuritnya yang satu persatu gugur dalam peperangan malam ini.
Bagaimana jika seandainya saja aku juga terbunuh malam ini? Apakah aku tak akan bisa kembali dan bertemu dengan kedua orang tuaku lagi? Ayah, ibu ... aku rindu sekali dengan kalian. Aku ingin sekali lagi bisa bertemu dengan kalian berdua.
Batin pangeran Keiji yang saat ini sudah turun dari kudanya dan memegang pedang wields miliknya dengan kedua tangannya.
Namun tatapannya malah mengawasi beberapa prajuritnya yang mulai gugur berjatuhan karena serangan dari panglima perang kekaisaran Nonuhide yang saat ini sudah berada di sekitar pangeran Keiji.
Ada rasa sesak dalam hati Dazai saat menyaksikan semua itu. Mengapa mereka manusia pada jaman Muromachi saat itu begitu tega saling bunuh dan bantai hanya karena memeperebutkan daerah kekuasaan ataupun hal sepele saja.
Mungkij seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Dazai saat ini. Hingga akhirnya tanpa dia Dazai sadari, kini seorang prajurit dari klan musuh sudah bersiap mengayunkan sebuah tombak ke udara dan mentargertkan tubuh pangeran Keiji.
TRANG ...
Tiba-tiba saja panglima perang Masamune sudah menggagalkan serangan dari prajurit musuh dan segera membantai habis prajurit itu dengan menggunakan katana andalannya.
Jiwa Dazai yang menyadari semua itu kini menjadi semakin terkejut, dan seketika tubuhnya membeku seperti dinginnya suasana saat malam hari ini.
__ADS_1
Gawat!! Hampir saja nyawaku melayang dan aku tak akan pernah bisa kembali ke masaku. Dan lebih aneh lagi, sejarah tak akan mungkin berubah bukan jika pangeran Keiji Fujiwara malah akan tewas dalam penyerangan terhadap wilayahnya sendiri. Ini sangat tidak lucu bukan?! Huft ... lebih fokuslah dan lakukan semua dengan baik, Dazai!! Kamu memiliki sebuah sistem yang akan selalu membersamaimu dan membuatmu semakin kuat dan tak terkalahkan!! Ayoo!! Semangatlah, Dazai!!
Batin pangeran Keiji mulai memegang pedang wields miliknya dengan lebih kuat.
"Pangeran!! Apa pangeran Keiji baik-baik saja?" kini panglima perang Masamune mulai menghampiri pangeran Keiji dengan raut wajah yang sedikit khawatir, karena melihat pangeran Keiji terlihat kurang siap untuk peperangan malam ini.
"Jika pangeran Keiji sedang merasa kurang sehat, maka pangeran Keiji bisa beristirahat saja di dala. istana. Aku akan mengatasi semua ini dengan baik. Kami semua akan melakukan yang terbaik dan akan mempertaruhkan nyawa kami hingga titik darah penghabisan untuk menjaga dan melindungi istana Fujiwara!" ucap panglima perang Masamune dengan mantap, tanpa ada keraguan sedikitpun.
"Tidak, Masamune-sama! Aku baik-baik saja. Dan aku akan tetap ikut berperang malam ini!" ucap pangeran Keiji menandaskan membali.
Namun tiba-tiba saja di tengah-tengah asyiknya berbincang, tiba-tiba saja seorang parajurit mulai mengayunkan tombak miliknya ke arah punggung panglima perang Masamune.
" Masamune-sama!! Awas!!" pangeran Keiji yang menyadari semua itu kini dengan cepat mulai mengangkat pedang wields miliknya ke udara untuk menahan tombak milik prajurit itu.
TRANG ...
Dengan sedikit memperkuat tekanan, kini pangeran Keiji mulai mendorongnya dan berhasil menghempaskan tubuh prajurit lawan itu.
Sementara panglima perang Masamune terlihat mulai melawan beberapa prajurit yang kini sudah mulai mengepungnya kembali.
Batin pangeran Dazai mulai memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan mereka.
Kenshin! Tolong aktifkan elemen cahaya serta elemen es milikku! Aku bisa mengaktifkan 2 elemen sekaligus bukan, Kenshin?
Batin pangeran Keiji bertanya kepada Kenshin sang pemandu sistemnya.
[ Bisa, Tuan Dazai. Tuan bisa mengaktifkan 2 elemen sekaligus jika tuan Dazai menginginkannya. ]
Sahut Kenshin sang pemandu sistem.
Baiklah! Kalau begitu aktifkan sekarang juga, Kenshin!
Batin pangeran Keiji mulai memberikan titahnya kembali.
[ Baik, Tuan Dazai. Elemen cahaya level 2 dan elemen es level 2 akan segera diaktifkan. Silakan menunggu ...]
__ADS_1
DING ...
Sahut Kenshin sang pemandu sistem diikuti oleh sebuah bunyi notifikasi pengaktifam itu.
Sementara pangeran Keiji mulai terlihat mengumpulkan energinya pada satu titik, yaitu kedua tangannya. Setelah itu mulai disalurkannya pada pada pedang wields miliknya.
Hingga pedang itu kini mulai bersinar dan mengeluarkan cahaya terang dan menyilaukan berwarna putih kebiruan. Dan dengan cahaya ini pangeran Keiji juga mulai bisa melihat sekitarnya yang sedikit gelap.
Dan tentu saja dengan cahaya ini pangeran Keiji bisa lebih mengetahui pergerakan lawan yang berada di sekitarnya dan menjadi lebih berhati-hati.
TRANG ...
Kali ini pangeran Keiji mulai membantai para prajurit lawan yang berada di sekitarnya. Namun rupanya semakin lama prajurit itu semakin banyak yang mengkeroyok pangeran Keiji.
Meskipun Dazai cukup bisa menghadapi peperangan kali ini dengan menggunakan sistemnya, namun tentu saja teknik bertarung dan memakai sebuah pedang tak akan segesit dan sekeren pangeran Keiji yang asli.
Dan tiba-tiba saja kini pangeran Keiji sudah terkepung begitu saja oleh mereka. Seakan prajurit musuh semakin bertambah ketika pangeran Keiji berhasil menjatuhkan seorang saja. Seperti kata peribahasa, mati satu tumbuh seribu.
Namun tiba-tiba saja ada beberapa anak panah yang meluncur ke udara dan berhasil mengenai beberapa prajurit musuh dan membuat beberapa dari mereka yang terkena lumpuh seketika atau langsung meninggal.
SWUSHH ...
JLEEB ...
JLEEB ...
...⚜⚜⚜...
Bonus visual pangeran Keiji Fujiwara semenjak jiwa Dazai menempatinya. Dazai mulai merubah sedikit penampilan pangeran Keiji dengan gaya modern.
Bahkan Dazai sedikit memotong sisi samping rambut panjang pangeran Keiji, dan hanya menyisakan bagian tengahnya saja yang panjang. Jika yang biasanya rambut pangeran Keiji selalu panjang rapi, namun kali ini terlihat sedikit lebih keren.
Bahkan Dazai juga mengenakan sebuah anting hitam berbentuk segitiga dan memiliki pernak-pernik yang menjuntai panjang pada bagian bawahnya.
__ADS_1