Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Diinginkan Namun Tak Diinginkan


__ADS_3

Keiji yang baru saja menyelesaikan berendam air hangatnya kini terlihat sedang bersiap di kamarnya. Sementara Kenshin sang sistem pemandu miliknya mulai membacakan status dirinya saat ini.


[《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》


Nama : Dazai Nakahara


Ras : Manusia


Usia : 21 Tahun


Tubuh yang ditempati : pangeran Keiji Fujiwara ( 27 tahun )


Elemen :


- Api : Tersedia ( Lv. 2 )


- Kegelapan : -


- Cahaya : Tersedia ( Lv. 2 )


- Es : Tersedia ( Lv. 2 )


- Petir : -


- Angin : Tersedia ( Lv. 1 )


Combo skill : bisa menyerap energi dari lawan


Senjata : pedang wields, shotgun


Teknik bertarung : 27


Ketangkasan : 25


Kecepatan : 28


Kekuatan : 35


Ketahanan : 35


Kemampuan Spesial : Licik, cerdik

__ADS_1


Poin sistem : 68


Koin emas : 280 keping


Sistem pemandu : Kenshin


《《《《《《《《 System 》》》》》》》》》]


[ Membacakan status selesai, Tuan. ]


Ucap Kenshin melaporkan semua dengan begitu terperinci.


"Jadi elemen es dan elemen api milikku naik 1 level, kecepatan juga meningkat 18 poin , kekuatan dan ketahanan juga meningkat 5 poin, teknik bertarung juga meningkat 7 poin, poin sistemku juga meningkat 8 poin. Aku juga mendapatkan 100 keping koin emas. Hehe ... ayo kita belanja seauatu dengan koin emas itu, Kenshin!" celutuk Keiji dengan begitu bersemangat.


Bahkan pria dewasa tampan yang kini telah menjadi seorang kaisar dari kerajaan Shingen itu langsung saja beranjak dari tempat duduknya dan engin segera membelanjakan sesuatu dengan koin emasnya saat ini.


Namun rupanya pangeran Keiji malah melihat kembali putri Boa yang sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya sambil memandangi sebuah lukisan dengan wajahnya yang murung.


Gadis cantik yang selalu saja terlihat begitu kalem dan dewasa itu terlihat semakin cantik dengan balutan jubah putihnya yang berhiaskan dengan bunga-bunga berwarna keemasan.


Karena merasa penasaran dan sedikit khawatir, akhirnya Keiji memutuskan untuk segera mendatangi sang istri yang baru saja dinikahinya 2 hari yang lalu.


"Boa ..." panggil Keiji dengan begitu lembut dan hangat. "Kamu sedang melihat apa?"


"Lukisan terakhir ayah ..." ucap Boa berusaha untuk menghiasi wajah ayunya dengan sebuah senyuman, namun suaranya begitu kentara dan terlihat jika Boa sedang bersedih.


"Apa kamu juga bisa melukis?" tanya Keiji berusaha untuk menjadi teman berbagi Boa dan berharap bisa membuat Boa melupakan sedikit kesedihannya.


Gadis cantik itu tersenyum tipis dan mengangguk pelan tanpa menatap Keiji sama sekali.


"Kalau begitu, bisakah kamu melukisku?" ucap Keiji tiba-tiba yang seketika membuat Boa beralih menatapnya.


"Baiklah. Duduklah atau berbaring miringlah dengan santai di atas pembaringan ini ... aku akan melukismu." ucap Boa mulai turun dari pembaringan bergaya bangsawan kuno itu dan mulai duduk di sebuah kursi yang berada tak jauh dari pembaringan itu.


Keiji memutuskan untuk memilih posisi tiduran miring dengan pose santai. Tangan kirinya digunakan untuk menopang kepalanya. Sementara kaki kirinya sedikit ditekuk ke atas dan kaki kanannya sedikit diluruskannya.


Boa terlihat begitu fokus dan berkonsentrasi penuh sambil mencorat-coret kanvas putih di hadapannya itu. Hingga akhirnya setelah beberapa saat Boa menyudahinya karena lukisannya sudah selesai.


Dengan begitu bersemangat Boa segera membawa hasil lukisan itu kepada Keiji untuk memperlihatkannya.


"Wah ... sungguh tangan yang sangat luar biasa! Lukisan yang kamu buat sungguh sangat indah!" puji Keiji dengan sangat tulus.

__ADS_1


"Terima kasih, Pangeran Keiji." Boa menyauti dengan tersipu malu dan wajahnya sudah mulai memerah.


"Mulai saat ini jangan pernah takut dan merasa khawatir lagi ... aku akan selalu melindungimu. Dan aku juga akan selalu berusaha untuk membuatmu bahagia." ucap Keiji menatap lekat Boa. "Namun ... aku juga minta maaf padamu, Boa. Sebenarnya aku sudah memiliki seorang istri. Dan besok kita juga akan segera kembali ke istana Fujiwara."


"Aku sudah tau itu, Pangeran Keiji. Aku tidak mempermasalahkan semua itu. Ayahku sudah memilihmu, itu artinya aku harus patuh pada keputusannya. Dan aku juga akan selalu menghormatimu sebagai suamiku. Aku akan selalu patuh padamu ..." ucap Boa begitu pelan namun tak ada keraguan atau keterpaksaan tergambar sedikitpun pada raut wajah ayunya.


Jujur saja, jiwa Dazai begitu tersentuh setelah mendengar ucapan dari Boa. Rasanya Boa juga benar-benar sudah menyihir Dazai dengan sikap dan tutur katanya yang begitu lemah lembut.


"Terima kasih, Boa ... karena kamu mau memahami semua itu ..." ucap Dazai begitu lirih dan semakin terbawa suasana hangat malam ini.


Keiji mulai memiringkan wajahnya dan semakin mendekati wajah ayu Boa. Sementara Boa mulai memejamkan sepasang matanya dan sudah bersiap untuk menyambut sesuatu dari suaminya.


Namun tepat saat jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa lembar jari saja, tiba-tiba Masamune hadir diantara mereka berdua.


"Oohh ... maafkan aku, Pangeran Keiji ... maafkan aku, Putri Boa ... aku akan segera pergi kembali!" ucap Masamune dengan cepat dan mulai berlalu.


Keiji dan Boa kini malah merasa kikuk dan saling duduk membelakangi. Namun tiba-tiba saja Keiji kembali teringat oleh pesan pemandu sistemnya, jika Dazai harus melakukan semua sesuai sejarah!


Dan itu artinya, saat ini hal itu juga harus terjadi! Karena di dalam sejarah yang tertulis, Boa akan segera hamil tak lama setelah menikah dengan pangeran Keiji. Dan Boa hamil bersamaan dengan permaisuri Shiina.


Argh ... apakah aku harus melepaskan semuanya di masa kuno?! Arghh ... tapi jika semua ini tidak aku lakukan, aku tak akan pernah bisa kembali ke masaku! Baiklah!! Demi untuk bisa kembali, maka aku juga harus menjadi seorang suami yang baik di masa ini!


Batin Dazai mulai mempersiapkan dirinya dan mengambil nafas panjang, lalu mengeluarkannya kembali perlahan.


"Uhm ... ehem ..." Keiji mulai berdehem. "Boa ... maukah kamu melahirkan anak-anakku?" imbuh Keiji yang sebenarnya dirinya merasa geli sendiri saat mendengarkannya.


Namun karena sosok pangeran Keiji yang memang sangat tampan, begitu sempurna, dan sangat mempesona ... maka untaian kata itu malah akan membuat para wanita terbuai dan melayang.


Namun mungkin jika Dazai yang mengucapkannya, mungkin saja semua orang malah akan memperoloknya. Seperti saat di masa modern. Dazai seringklai mendapatkan label playboy dari para gadis.


Bahkan ucapannya selalu dianggap sebagai lelucun oleh para gadis. Karena Dazai tidak pernah serius dengan seorang gadia manapun.


"Apa kamu bersedia, Boa?" tanya Keiji lagi mulai menyibak rambut samping Boa dan mulai mendekatinya kembali.


Boa hanya terdiam dan mengangguk pelan. Sepasang mata beningnya juga mulai terpejam kembali.


Semoga aku tidak membuat kesalahan. Karena aku belum pernah melakukan hal seperti ini ...


Batin Keiji mulai mengecup lembut bibir kemerahan yang Boa yang menurutnya begitu manis dan lembut itu.


Perlahan Keiji juga mulai mendorong tubuh Boa dan membuatnya berbaring dalam pembaringan yang begitu mewah itu. Hingga sesuatu yang tak pernah dibayangkah oleh Dazai sebelumnya kini mulai terjadi.

__ADS_1


...⚜⚜⚜...


__ADS_2