Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Mengatur Strategi


__ADS_3

"Apa? Kekaisaran Nobuhide menyerang selarut ini?" ucap pangeran Keiji seolah tak percaya mendengarkan hal itu.


"Benar sekali, Pangeran." jawab prajurit itu kembali.


Mengapa lagi-lagi aku tidak mengingatnya dengan baik? Nobuhide menyerang karena ingin membalaskan kekalahan dan kematian dari Kaisar Hito yang merupakan kakak dari kaisar Nobuhide. Dan senjata andalan dari pasukan Nobuhide adalah kegelapan. Yeap!! Pantas saja mereka menyerang saat malam! Cihh ... mengganggu saja!


Batin Dazai merasa geram sendiri.


"Berikan penjagaan khusus untuk semua anggota keluargaku, dan semua istriku! Lindungi mereka dengan nyawa kalian!" titah pangeran Keiji dengan suara yang begitu menggelegar.


"Baik, Pangeran. Siap laksanakan." ucap prajurit itu sambil membungkukkan badannya menghadap pangeran Keiji lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.


Pangeran Keiji mulai memasuki kamarnya lagi dan segera mendatangi permaisuri Shiina.


"Shiina. Tetaplah berada di dalam kamar ini dan jangan pergi kemanapun! Aku akan membantu para prajurit untuk melawan penyerangan dari Nobuhide." ucap pangeran Keiji menatap lekat sang permaisuri.


"Tap-tapi ... bukankah ada cukup para prajurit? Aku takut ..." sergah permaisuri Shiina terlihat begitu khawatir, seolah tak ingin pangeran Keiji pergi meninggalkannya begitu saja.


"Tidak apa-apa. Kamu akan aman disini dalam penjagaan para prajurit dan orang kepercayaanku. Jangan khawatir! Aku juga akan baik-baik saja." ucap pangeran Keiji berusaha untuk meyakinkan permaisuri Shiina. "Baiklah. Aku pergi dulu! Kamu harus tetap baik-baik bersama bayi kita!"


Permaisuri Shiina mengangguk pelan, meskipun raut wajahnya masih terlihat sangat khawatir. Pangeran Keiji mulai meninggalkan kamar ini dan membawa pedang wields andalannya.

__ADS_1


Saat tiba di sebuah aula pangeran Keiji mulai merentangkan kedua tangannya lebar. Dua orang pelayan istana terlihat segera memakaikan pakaian zirah milik pangeran Keiji dengan lengkap.


Di atas sebuah meja kayu dengan ukiran klasik di dalam ruangan itu terlihat beberapa miniatur prajurit, istana dan lokasi sekitar istana Fujiwara. Pangeran Keiji terlihat menyaksikan semua itu dengan seksama dengan ekspresi serius.


Yeap, tentu saja mereka harus mengatur sebuah strategi dan mengatur sebuah rencana untuk melumpuhkan serangan dari Nobuhide, agar kekaisaran Fujiwara tak terkalahkan begitu saja.


"Mengapa kita tidak langsung menyerang saja? Bukankah sudah pasti kita akan memenangkan pertempuran ini? Kita memiliki ribuan prajurit yang handal dan terampil! Jadi mengalahkan klan Nobuhide adalah hal yang sangat mudah bukan?" tiba-tiba Azai yang sudah menghampiri pangeran Keiji mulai berkata dengan penuh percaya diri dan meremehkan penyerangan kali ini.


"Tidak bisa, Azai! Semua pergerakan harus kita perhitungkan dengan matang! Kita tidak boleh asal dan sembarangan dalam bergerak! Terlebih mereka sangat kuat dan selalu mengandalkan kegelapan saat penyerangan." ucap pangeran Keiji.


"Pangeran Keiji sangat benar, Pangeran Azai. Untuk petarung seperti kita, sebaiknya hindari kegelapan karena akan mengurangi tingkat kewaspadaan dan akurasi kita. Dan itu akan sangat berbahaya." sela panglima perang Masamune ikut mengeluarkan pendapatnya.


"Cihh ... apa kalian begitu tak memiliki kepercayaan diri untuk mengalahkan mereka? Jiwa kalian sungguh sangat tak pantas untuk memimpin prajurit klan Fujiwara!" celutuk pangeran Azai berkacak pingang.


"Pangeran Keiji sangat benar Pangeran Azai. Dan kita juga tak bolah bergerak sendiri. Kita harus selalu bergerak bersama dengan sebuah strategi untuk selalu menjaga dan melindungi istana Fujiwara." sahut panglima perang Masamune.


"Huhh!! Baiklah ... baiklah!! Sekarang apa yang sedang kau rencanakan, Keiji-sama?! Beritahu kepada kami, apa yang harus kami lakukan?!" ucap pangeran Azai dengan wajah masamnya dan mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya.


Pangeran Keiji mulai fokus kembali menatap miniatur kerajaan Fujiwara di hadapannya itu dan mulai mengatur strategi untuk peperangan kali ini.


Aku hanya pernah melihat dan melakukan semua ini di dalam dunia game saja. Tak aku sangka kini aku benar-benar menghadapi dunia peperangan di dalam dunia nyata. Pertumpahan darah yang terjadi itu adalah benar-benar nyata ... dan sebenarnya itu cukup menakutkan untukku. Semoga kali ini aku bisa melakukan semuanya dengan baik dan benar. Semoga kekaisaran Fujiwara bisa memenangkan pertempuran ini seperti yang sudah tertulis di dalam buku sejarah.

__ADS_1


Batin Dazai memantapkan dirinya sendiri dan berusaha untuk tetap bijaksana dan kuat sebagai seorang putra mahkota kekaisaran Fujiwara saat ini yang memimpin sepenuhnya segala hal yang bersangkutan dengan istananya.


"Yang paling utama adalah melindungi kaisar dan istana besar ini! Sebar pasukan untuk mengepung istana pusat! Usahakan agar musuh tak bisa menembus dinding perisai kita! Berantas mereka yang berusaha untuk melewati kita!" ucap pangeran Keiji mulai membuat sebuah strategi.


"Shogun Shoto, pimpin pasukan pada barisan terdepan! Panglima Masamune, pimpin pertahanan pada area kuil dan sekitar! Takeda, pimpin pertahanan dan lumpuhkan penyerangan mereka yang datang melalui bagian belakang istana! Oujo, pimpin pertahanan bagian istana area jembatan dan pintu masuk sisi kanan! Dan Shou, pimpin pertahanan pada gerbang pintu masuk istana area kiri. Jadilah perisai terbaik untuk kekaisaran Fujiwara!! Lenyapkan mereka tanpa ampun!!" titah pangeran Fujiwara mulai berjalan dua langkah ke arah Azai.


"Dan kau Azai, kau tetap memimpin pertahanan pada area istana! Jangan pernah membiarkan mereka memasuki istana kita!! Apa kau mengerti, Azai?!" imbuh pangeran Keiji menatap pangeran Azai begitu lekat dan serius.


"Baiklah! Aku mengerti, Keiji-sama! " pangeran Azai menyauti dengan pelan namun terdengar sangat tegas.


Aku tak akan pernah membiarkan mereka untuk menginjakkan kaki kotor mereka di istana ini!! Istana yang kelak akan menjadi milikku seutuhnya ... setelah kau berakhir tentu saja, Keiji-sama!!


Batin Azai yang masih menatap lekat pangeran Keiji.


Sementara pangeran Keiji kini mulai berbalik dan menatap gerbang pertahanan terakhir untuk istana Fujiwara ini. Tangan kanannya mulai diangkat ke udara untuk memberikan aba-aba untuk seluruh prajurit, shogun, dan panglima perang.


"SEMUANYA!!! MAJU DAN SERANG!!!" teriak pangeran Keiji memberikan instruksi dengan suara yang keras dan menggelegar.


"SERANG!!!" teriak mereka semua dengan semangat yang menggebu-gebu dan mulai melewati gerbang pertahanan terakhir yang akan dijaga oleh sang adik, Azai.


Pangeran Keiji juga mulai menaiki sebuah kuda putih dengan menggenggam pedang wields pada tangan kirinya, lalu segera menyusul mereka yang sudah bergerak sesuai dengan apa yang sudah diinstruksikan olehnya.

__ADS_1


Ayo, Dazai!! Ayo lakukan semua dengan baik!! Pertempuran kali ini seharusnya dimenangkan oleh klan Fujiwara sesuai dengan Sejarah yang tertulis!! Apapun yang terjadi kerajaan Fujiwara harus mememangkan semua ini!!


Batin Dazai masih menatap lurus ke depan di atas kudanya.


__ADS_2