
Sudah satu bulan ini kaisar Hanbei mengalami sakit yang membuatnya selalu berada di dalam kamarnya saja. Dia mengalami keluhan pusing, terkadang mimisan, atau napasnya terasa berat dan sesak.
Dan selama ini tabib istana hanya memberikan ramuan racikannya sendiri untuk mengobati kaisar Hanbei. Namun kali ini beberapa tanaman obat persediaan sang tabib istana rupanya sudah habis.
Dan kali ini rupanya Kenshin, sang sistem pemandu Dazai mulai memberikan sebuah misi untuk Dazai. Sebuah misi yang cukup menguji adrenalin, karena untuk mendapatkan beberala tanaman obat itu sangatlah tidak mudah.
[ Misi akan segera dimulai kembali, Tuan Dazai. Misi kali ini adalah mencari tanaman obat di hutan bayangan. Cari tanaman ahitaba dan kempo untuk pengobatan kaisar Hanbei Fujiwara. ]
Disaat pangeran Keiji sedang bersantai dan melihat-lihat para prajurit yang sedang berlatih dengan anak panah merka, tiba-tiba saja mulai terdengar suara dari Kenshin sang pemandu sistemnya.
"Hutan bayangan?" gumam pangeran Keiji pelan.
[ Benar sekali. Tuan Dazai harus bisa membawa tanaman obat itu kembali ke istana sebelum fajar esok, sebelum sang mentari memperlihatkan cahayanya. Jika sampai tuan Dazai gagal menyelesaikan misi kali ini, maka bukan hanya tuan yang akan mendapatkan pinalti saja. Namun kaisar Hanbei juga tak akan tertolong. ]
Ucap Kenshin lagi.
"Hutan bayangan itu bukankah hutan yang terkenal begitu angker di masa depan? Apakah di masa Muromachi ini hutan itu juga akan terlihat angker, Kenshin?" tanya pangeran Keiji yang memang sama sekali belum pernah mengunjungi hutan itu sama sekali.
[ Sudah bisa dipastikan hutan bayangan itu masih begitu asri seperti hutan pada umumnya, Tuan Dazai. ]
"Hhm. Benar juga ya. Kisah menyeramkan itu terjadi karena beberapa kejadian kelam di masa lalu bukan? Seharusnya hutan itu tak akan menyeramkan saat ini. Baiklah!! Aku akan segera pergi ke hutan itu untuk mencari tanaman obat ashitaba dan kempo." gumam pangeran Keiji mulai melenggang untuk mencari panglima perang Masamune untuk menemaninya pergi ke hutan bayangan.
__ADS_1
Namun baru saja berjalan beberapa langkah pangeran Keiji sudah mengjentikan langkah kakinya kembali dan malah memaki dirinya sendiri.
Bodoh kau, Dazai!! Kau kan pangeran yang sangay berkuasa di eilayah ini!! Mengapa kamu bersusah payah untuk menemukan panglima perang Masamune?! Padahal kau hanya tinggal menyuruh saja salah satu pelayan atau prajurit untuk mencarikannya! Cih ...
Batin Dazai geram kepada dirinya sendiri.
"Pergi dan cari Masamune!! Suruh dia menghadapku sekarang juga!" titah pangeran Keiji dengan suara yang sangat tegas sambil menatap tajam salah satu pengawal istana yang kebetulan sedang berada di hadapannya.
"Baik, Pangeran Keiji!" sahut pelayan istana itu penuh hormat dan segera berlalu untuk menjalankan perintah dari sang pangeran.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya panglima perang Masamune mulai datang untuk menghadap sang pangeran Keiji.
"Masamune-sama!! Aku akan pergi ke hutan bayangan!! Dan kau harus mengawalku dengan beberapa prajurit kerajaan!! Kita harus menemukan tanaman obat itu dan harus segera kembali ke istana sebelum fajar!!" ucap pangeran Keiji menandaskan.
"Suamiku! Mengapa harus kamu yang pergi? Perintahkan saja beberapa prajurit untuk mencari tanaman obat itu ..." kini permaisuri Shiina yang sudah datang terlihat begitu keberatan saat suaminya akan pergi ke hutan itu.
"Shiina. Aku harus melakukannya sendiri. Dan aku harus segera mendapatkan tanaman obat itu untuk kaisar Hanbei. Kamu baik-baik disini dan jaga pangeran kecil Yan kita ya ..." ucap pangeran Keiji dengan hangat dan mengusap lembut bayi mungil yang sedang digendong oleh permaisuri Shiina.
"Baiklah. Tapi hati-hati dan segera kembalilah ..." ucap permaisuri Shiina yang masih terlihat begitu berat untuk melepas kepergian sang suami.
"Hhm. Tentu saja! Aku akan segera kembali! Jangan khawatir!" jawab pangeran Keiji dengan hangat.
__ADS_1
"Pangeran ... hutan bayangan adalah hutan penuh dengan ilusi. Aku sangat khawatir ..." kini seorang wanita dengan perutnya yang sudah besar juga sudah mulai mendekati pangeran Keiji.
"Kikiyo! Aku memiliki pedang wields! Ilusi dan sihir apapun tak akan bisa menghalangi langkahku! Aku akan segera kembali! Jadi jangan khawatir ... kita akan segera melihat seorang putri kecil yang cantik akan melengkapi kebahagiaan istana ini." jawab pangeran Keiji berusaha untuk meyakinkan istri ketiganya dan mengusap lembut perut Kikiyo yang sudah besar.
Kikiyo tak bisa berkata-kata lagi. Rasanya ingin sekali membantahnya, namun itu semua tidak mungkin, karena dia harus selalu mematuhi apapun yang sudah diputuskan oleh sang pangeran.
"Pangeran Keiji ..." tiba-tiba saja mulai terdengar suara lembut dan begitu keibuan. "Meskipun ini cukup berat untuk kami melepaskan kepergianmu, namun kami akan selalu percaya kepadamu. Cepatlah kembali dan berkumpul bersama dengan kami kembali ..." imbuh putri Boa sudah dengan sepasang manik-manik indah yang mulai berkaca-kaca.
Yeap. Meskipun mereka semua harus patuh dan melepaskan pangeran Keiji untuk pergi ke hutan bayangan, namun mereka tak bisa membohongi hati kecil mereka. Jika sebenarnya ketiga wanita itu tentunya sangat mengkhawatirkan pangeran Keiji. Terlebih di dalam masa itu, telah beredar rumor jika ada seekor naga penjaga di dalam hutan bayangan yang sangat jarang tejamah oleh manusia itu.
Mau tidak mau kini mereka harus melepaskan kepergian pangeran Keiji dengan hati yang lapang. Dan mereka hanya bisa berdoa dan berharap agar pangeran Keiji baik-baik saja dan bisa segera kembali dengan selamat dan membawa tanaman obat itu.
...⚜⚜⚜...
Perjalanan yang cukup panjang kini telah mereka lalui bersama. Munhkin memakan waktu kira-kira 4 jam hingga 5 jam jika ditempuh dengan berkuda.
Kini di hadapan mereka mulai terlihat sebuah hutan yang begitu besar dan terlihat begitu gelap. Suasana mistis dan membuat bergidik ngeri tiba-tiba saja dirasakan oleh Dazai yang memang sangat jarang untuk memasuki sebuah hutan di masanya.
Bahkan aura hutan ini sangat berbeda dengan hutan yang biasanya selalu digunakan untuk berburu bersama para prajurit maupun saat bersama Azai.
Jika biasanya hutan sangat identik dengan warna hijau dari daun-daun pohonnya, hal ini tidak berlaku untuk salah hutan bayangan ini. Karena hutan ini terkenal dengan suasana gelapnya yang mencekam karena daerahnya jarang sekali terkena cahaya sinar matahari.
__ADS_1
Dengan diisi oleh banyaknya pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi di dalamnya, siapapun yang datang akan langsung dibuat merinding oleh suasana gelap yang begitu dingin dan mencekam.
Dazai yang berada pada barisan paling depan kini mulai menghentikan kudanya dan terlihat begitu ragu untuk melanjutkan perjalanannya kembali. Karena hutan ini benar-benar terlihat sangat mencekam!!