
Pangeran Keiji, Panglima perang Masamune, shogun Shoto dan beberapa pangeran, panglima perang kerajaan lain, serta shogun dari kerajaan lain yang masih berada di dalam satu blok dengan Fujiwara, mulai bergerak berpencar sesuai dengan strategi yang sudah mereka persiapkan. Dan masing-masing dari mereka sudah memiliki target masing-masing di dalam peperangan ini.
Pertumpahan darah itu kini mulai terjadi di medan peperangan itu. Panas terik matahari tak mereka hiraukan. Hanya satu yang selalu mereka junjung dan harus selalu mereka ingat!! Yaitu mempertahankan wilayah Fujiwara dan sekitarnya, mengalahkan klan Hideyoshi dan untuk meraih kemenangan tentunya!
Satu persatu prajurit dari kedua kerajaan itu juga mulai berjatuhan di jalan peperangan itu. Tubuh mereka yang sudah berlumuran dengan darah segar tergeletak begitu saja di atas tanah itu.
Dan rupanya kali ini pangeran Keiji sudah berhadapan dengan pangeran dari kerajaan Hideyoshi, yang selalu didampingi oleh istrinya sendiri yang selalu membawa sebuah naginata berbelah ganda. Dan sang istri juga merupakan seorang panglima perang dari klan Hideyoshi.
Jadi saat ini pangeran Keiji sedang menghadapi 2 orang sekaligus. Namun karena Dazai yang sudah hampir memiliki kekuatan dari sistem yang hampir sempurna, maka semua itu tak akan terlalu berat untuknya. Baginya menghadapi pasangan suami istri itu sangatlah kecil dan mudah.
"Kenshi!! Ayo goncangkan bumi ini!!" titah pangeran Keiji begitu lirih dan masih menatap tajam kedua musuhnya itu dengan pedang wields yang masih dipengangnya dengan tangan kanannya.
[ Baik, Tuan Dazai. Kekuatan mengguncang bumi akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Pangeran Keiji mulai menyeringai manis. Pangeran Keiji mulai mengangkat kaki kanannya ke udara lalu menghentakkannya begitu saja di atas ranah tandus itu.
DUUNGG ...
Seketika bumi mulai bergoncang. Dan disaat itulah pangeran Keiji dan seluruh pasukannya mulai menyerang musuh dengan pergerakan yang gesit dan cepat.
Karena sebelumnya strategi ini juga sudah mereka persiapkan, disaat pangeran Keiji akan mengguncang bumi, maka disaat itulah mereka harus menancapkan senjatanya di tanah untuk berpegangan. Dan disaat goncangan sudah selesai, maka mereka semua harus menvabut senjata-senjata itu dan harus segera menyerang kembali.
"SERANGG!!!" seru panglima perang Masamune lalu mulai menyerang sesuai dengan lawan masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan pangeran Keiji sendiri mulai kembali mengaktifkan salah satu kekuatan dari sistem, yaitu salah satu elemennya.
"Keiji, aktifkan alemen petirku!! Aku ingin segera membinasakan mereka semua dengan panah petirku!!" ucap pangeran Keiji mulai memberikan titahnya untuk Kenshin sang sistem pemandunya.
[ Baik, Tuan Dazai. Elemen petir level 8 akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Pangeran Keiji mulai menaiki sebuah kuda dan berdiri dengan tegap di atas kuda itu. Lalu pangeran Keiji menarik beberapa anak panahnya dan mulai menggunakan busur panahnya untuk segera menyerang mereka yang saat ini sedang tidak memiliki keseimbangan yang stabil akibat dari gempa beberapa saat yang lalu.
Setelah beberapa saat menfokuskan energinya pada satu titik telapak tangannya dan menyalurkannya pada anak panah-anak panah itu, akhirnya pangeran Keiji mulai membidik beberapa lawannya dengan anak panah ber-elemen petir itu.
SRTTTT ...
WUSHH ...
JLEBB ...
JLEBB ...
Beberapa anak panah itu sukses mengenai beberapa titik lemah lawan dan organ dalam hingga menembus tubuh lawan. Dan serangan panah petir dari pangeran Keiji, tentu saja seketika membuat para lawan tewas seketika. Termasuk pangeran dari kekaisaran Hideyoshi beserta istri sekaligus panglima perangnya.
Setelah itu pangeran Keiji mulai membantu para prajurit dan anak buahnya menghadapi pasukan lawan. Bahkan pangeran Keiji juga menggunakan akal liciknya untuk perlahan menggiring prajurit musuh ke tengah lautan yang sudah dibelahnya dengan kekuatan dari sistemnya.
Dan disaat para prajurit musuh yang berjumlah ratusan itu mulai di tempat itu, dengan cepat pangeran Keiji mulai menghentakkan tangan kanannya di atas tanah dan membuah belahan lautan luas itu tertutup kembali hingga menyebabkan cukup banyak prajurit musuh tewas karena tenggelam.
__ADS_1
Tak hanya itu, pangeran Keiji juga menggunakan beberapa kekuatan sistem lainnya yang dia miliki, seperti elemen api yang digunakan bersamaan dengan pedang wields, panah petir, serta emen angin juga dia gunakan untuk semakin memperkuat serangannya saat menghempaskan senjata-senjata itu ke arah lawan.
Peperangan ini terjadi cukup singkat. Bahkan sebelum senja datang, klan Fujiwara dan beberapa bloknya sudah bisa memenangkan peperangan dasyat ini.
Kini klan Fujiwara-lah berdiri di puncak kejayaannya saat ini. Bahkan karena kemenangan peperangan maha dasyat ini klan Fujiwara malah semakin memperluas daerah kekuasaannya. Karena seluruh tanah kekuasaan Hideyoshi kini otomatis telah beralih menjadi milik Fujiwara.
Mereka semua tidak segera kembali pulang ke istana, melainkan mengumpulkan jasad-jasad prajurit yang telah gugur dalam medan peperangan ini untuk melakukan upacara kremasi dengan cara manual dan mengumpulkan abu mereka.
Isak tangis dari para keluarga prajurit yang telah gugur itu, kini mewarnai malam ini dalam hiruk pikuk malam yang semakin dingin dan mencekam. Langit juga terlihat begitu gelap, lebih gelap dari hari-hari biasanya, seolah alam juga sedang berduka bersama.
Yeap, karena sebuah kemenangan, tentunya harus mengorbankan sesuatu. Dan mereka para pahlawan yang telah rela meningglkan istri dan anaknya adalah para pejuang yang sangat luar biasa dan akan selalu dikenang di sepanjang masa.
Karena dibalik sebuah kemenangan, kemakmuran, dan keberhasilan yang berhasil mereka raih seperti saat ini, tentulah ada tangisan dari mereka seperti saat ini. Rasa bahagia, haru, namun juga bersedih karena harus kehilangan orang yang sangat mereka sayangi.
Namun pangeran Keiji selalu berusaha untuk menghibur mereka dan berjanji akan memenuhi kebutuhan ekonomi mereka sebagai kompensasi karena para suami mereka telah gugur dalam membela klan Fujiwara hingga mempertaruhkan nyawanya.
Pangeran Keiji juga akan menjamin untuk segala keperluan para janda dan anak-anak yang kehilangan sosok seorang ayah itu untuk kebutuhan hidup mereka. Dan pangeran Keiji juga akan mempekerjakan para janda itu sebagai pelayan istana serta juga tinggal di istana.
Suasana berkabung yang dialami oleh mereka tentu saja juga dirasakan oleh pangeran Keiji yang saat ini berjiwa Dazai. Dan semua itu membuatnya kembali teringat oleh kedua orang tuanya yang mungkin saja saat ini juga begitu bersedih karena melihat dirinya yang sudah cukup lama koma dan tak sadarkan diri di rumah sakit.
Rasanya begitu sesak dan sakit saat Dazai melihat semua itu. Ingin rasanya Dazai segera kembali ke masanya dan bertemu dengan kedua orang tuanya. Bahkan tanpa sadar, air mata hangat itu kini sudah terjatuh dan membasahi pipinya begitu saja.
Bersambung ...
Akankah Dazai bisa kembali ke masanya setelah ini? Peperangan maha dasyat itu sudah berhasil diselesaikan semua dengan baik. Misi puncak dari sistem sudah berhasil Dazai selesaikan? Namun ... disaat pangeran Keiji menemui kematiannya ... lalu bagaimana dengan jiwa Dazai??
__ADS_1