Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Kehadiran Boa


__ADS_3

Keeosokan harinya Keiji, putri Boa mulai dan seluruh pasukan mulai bersiap untuk melakukan sebuah perjalanan ke istana Fujiwara.


Namun tiba-tiba saja Keiji menghentikan kudanya karena mulai melihat sebuah benda yang belum pernah dilihatnya selama ini. Sebuah benda seperti sebuah lempengan yang berdiameter kira-kira 3 meter dengan sesuatu yang ditancaplan pada titik tengahnya.


Benda itu menyerupai seperti sebuah jam dinding. Namun berada di atas tanah dan diletakkan pada halaman samping istana Shingen.


"Boa, apa itu?" tanya Keiji sedikit melirik Boa yang saat ini sudah duduk tepat di belakangnya dan di atas kuda.


"Itu adalah semacam sundial. Apa pangeran tidak pernah melihat sebelumnya?" tanya Boa menatap Keiji keheranan.


Karena seharusnya Keiji juga mengetahui benda seperti itu. Benda yang selalu digunakan untuk penentu waktu alias jam pada saat itu.


"Apa itu sundial, Istriku Boa? Aku sunguh tidak tau? Apakah itu semacam penujuk waktu di masa kuno?" ucap Keiji menerka-nerka.


"Benar sekali, Pangeran Keiji. Sundial adalah penunjuk waktu paling efektif saat ini. Yang berada di tengah itu adalah gnomon, atau sejenis alat yang ditancapkan pada bidang datar sehingga dapat menghasilkan bayangan pada saat sinar matahari muncul." ucap Boa menjelaskan dengan sabar.


"Gnomon telah dibuat pada beberapa tahun yang lalu oleh seorang ahli. Ini adalah salah satu jam matahari tertua yang pernah dibuat yaitu jam matahari. Namun sistem penunjuk waktu ini juga memiliki kekurangan, yaitu hanya bisa digunakan pada saat ada sinar matahari." jelas Boa kembali.


Namun tiba-tiba saja Boa mulai memperlihatkan sesuatu berwarna keemasan dalam suatu kotak.


"Sedangkan ini adalah jam matahari, Pangeran Keiji. Pada dasarnya prinsipnya sama saja dengan jam sundial kuno, namun jam matahari tidak tertancap di tanah. Jam matahari ini dibuat secara efisien dan bisa dibawa ke mana-mana." ucap Boa menjelaskan kembali.


Sebenarnya penunjuk waktu ini sangatlah berharga dan mahal. Karena bahan utama pembuatan arloji kuno ini adalah emas murni. Dan tidak semua orang pada jaman kuno ini bisa menenteng jam matahari portabel ini.


"Whoa ... rupanya kalian sudah memiliki jam matahari ya. Cukup keren sih!" sahut Keiji begitu berbinar menatap jam matahari itu. "Hhm ... Boa!!"


"Ya?"


"Nanti saat kita sampai di istana Fujiwara, aku akan memperlihatkan kepadamu jam tanganku yang cukup keren dan limited edition! Dan aku mendapatkannya dari ibuku saat aku ulang tahun 2 tahun yang lalu!" ucap Keiji mulai menjalankan kudanya.

__ADS_1


"Limited ed-dition? Apa itu, Pangeran?" tanya Boa mulai berpegangan pada jubah lapis Keiji pada masing-masing sisi.


"Uhm ... itu semacam barang yang diproduksi dan dijual dalam jumlah yang sangat terbatas." jawab Keiji seadanya.


"Oh ... begitu ya? Maaf aku tidak tau ..."


"Ahaha ... ini bukan salahmu, Boa! Tapi ini adalah salahku karena belum bisa beradaptasi dengan baik di dunia kuno ini. Oh iya berpeganganlah dengan erat! Agar kamu tidak jatuh ..." ucap Keiji mulai menambah kecepatan pacuan kudanya.


...⚜⚜⚜...


"Semuanya!! Pangeran Keiji akan segera tiba! Berikan sambutan untuknya!" teriak salah satu prajurit kerajaan Fujiwara untuk memberikan instruksi kepada seluruh prajurit istana.


GRREPP ...


Semua prajurit penjaga yang sudah berdiri di pinggiran jalan masuk dengan rapi dan sudah lengkap dengan pakaian zirah-nya mulai memberi penghormatan dengan menundukkan kepala dan setengah jongkok dan kaki kanan ditekuk ke atas, sementara tangan kirinya masih memegang senjata dan tangan kanan memegang tameng.


Wajah cantiknya terlihat begitu berbinar ketika sudah melihat pangeran Keiji di atas seeokor kuda berwarna putih.


Namun tiba-tiba saja senyumnya mulai memudar saat permaisuri Shiina mulai melihat seorang gadis cantik dengan balutan jubah lapisnya berwarna kehijauan sudah duduk di belakang Keiji.


Hati permaisuri Shiina yang sedang berbunga-bunga, kini seketika menjadi begitu hancur ketika melihat pemandangan manis antara pangeran Keiji dan wanita itu.


Karena sudah merasa begitu sakit dan remuk, akhirnya permaisuri Shiina mulai berbalik dan berlari begitu saja meninggalkan tempat itu tanpa memberikan sambutan untuk pangeran Keiji dan istri keduanya.


Keiji yang melihat semua ini sebenarnya merasa sangat kebingungan harus berbuat apa. Namun tiba-tiba saja suara sang pemandu sistemnya kini mulai terdengar kembali olehnya.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah membujuk permaisuri Shiina dan mintalah restu darinya, agar permaisuri Shiina bisa menerima Boa sebagai madunya. ]


Ucap Kenshin tiba-tiba.

__ADS_1


Huft ... baiklah ... aku akan melakukannya setelah mendapatkan restu dari ayah dan ibu.


Batin Keiji mulai membantu Boa untuk turun dari atas kudanya.


Kaisar Hanbei Fujiwara, ibu suri Kaguya Fujiwara, Magoichi dan Azai mulai menyambut Boa dengan sangat baik dan penuh kasih sayang karena selama ini kaisar Shingen dan kaisar Fujiwara adalah sahabat yang sudah saling mengenal dengan baik.


"Semoga kamu betah dan menyukai istana ini, Sayang. Jangan merasa sungkan dan anggaplah ini adalah rumah sendiri." ucap kaisar Hanbei dengan ramah.


"Baik, Yang mulia kaisar Hanbei Fujiwara. Terima kasih karena sudah menerimaku disini." sahut Boa dengan salam penghormatan.


"Panggil saja ayah, Boa! Karena kamu adalah sudah menjadi menantuku saat ini." ucap kaisar Hanbei dengan ramah.


"Baik, Ayah ..." Boa menyauti dengan begitu kikuk karena belum terbiasa.


"Semoga dewa memberkatimu, Nak ..." ucap Kaguya begitu hangat dan mengusap sisi samping wajah ayu Boa.


"Terima kasih, Ibu ..." sahut Boa tak kalah manis dan juga begitu ramah.


Sementara Azai dan Magoichi masih saja menatap Keiji dan Boa dengan tatapan dingin dan begitu menusuk. Tentu saja ada rasa iri dalam diri Azai, karena sampai saat ini Azai belum memiliki seorang istri pun. Sementara Keiji sudah memiliki 2 orang istri sekaligus!


Ditambah lagi, sebenarnya Azai pernah berniat untuk segera melamar putri mahkota Boa sebelumnya. Namun pada kenyataannya, kini Boa malah menikah dengan saudara tirinya yang sudah beristri. Tentu saja hal itu membuat Azai begitu kesal dan semakin membenci Keiji.


"Ayah, ibu ... kami akan menemui Shiina dulu." ucap Keiji meminta ijin.


"Baiklah. Carilah Shiina dan berbicaralah dengannya ... Shiina adalah gadis yang baik, dia pasti akan memahami dan menerima semua ini." ucap Kaguya dengan senyum hangatnya.


"Baik, Ibu. Kami permisi ..." ucap Keiji mulai memberikan salam penghormatan lalu segera meninggalkan tempat itu dan diikuti oleh Boa.


Kini Keiji mulai melenggang dengan langkah lebarnya dan begitu gagah dan diikuti oleh Boa di belakangnya. Hingga akhirnya mereka mulai mendatangi sebuah taman indah di istana megah ini untuk menemui permaisuri Shiina.

__ADS_1


__ADS_2