Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Kematian Pangeran Azai Dan Hukuman Untuk Masamune


__ADS_3

Kini Azai mulai menyeringai manis dan semakin memperkuat menekan katana miliknya untuk mendorong pedang wields milik pangeran Keiji. Pangeran Keiji yang merasa cukup terkejut dan kecewa rupanya kini mulai kurang berkonsentrasi, hingga akhirnya Azai berhasil mendorong dan menghempaskan tubuh pangeran Keiji cukup jauh hingga menabrak sebuah pohon.


BRUUGHH ...


"Arghh ..." erang pangeran Keiji lalu berusaha untuk segera bangun kembali.


Namun belum sempat pangeran Keiji bangun kembali, pangeran Azai sudah melakukan salto dan kini berdiri tepat di hadapan pangeran Keiji. Dengan cepat pangeran Azai kini juga sudah menodongkan katana kesayangannya tepat di hadapan wajah pangeran Keiji.


"Azai ... mengapa kamu melakukan semua ini?" ucap pangeran Keiji lagi merasa begitu terpukul dan kecewa. Dan semua rasa itu begitu nyata dirasakan oleh Dazai.


"Mengapa kamu bilang? Tentu saja aku merasa kesal kepadamu!! Kamu selalu saja mendapat perhatian lebih dari ayah!! Bahkan ayah juga selalu mengutusmu untuk memimpin peperangan atau hal apapun itu!! Ayah tidak pernah memandangku sama sekali!! Ayah juga tak pernah melihatku sama sekali!! Aku sungguh benci kalian!!" teriak pangeran Azai sudah dengan wajah yang memerah karena amarahnya yang semakin meledak.


Pangeran Keiji yang mendengar semua ucapan dari sang adik tak bisa berkata-kata. Pangeran Keiji sangat tidak menyangka jika adik tirinya akan berbuat hal seperti ini.


"Kamu ... kamu bahkan menikahi putri mahkota dari Shingen begitu saja!! Padahal aku berencana untuk menikahi putri Boa saat itu, Keiji!! Kamu selalu saja merebut segala hal yang aku inginkan!! Aku benci sekali denganmu!!" teriak pangeran Azai semakin menggelegar dan menggema.


"Azai, menikahi putri Boa adalah bukan keinginanku. Namun itu semua adalah amanah dari kaisar Shingen. Dan aku harus memenuhi semua itu." ucap pangeran Keiji berusaha untuk menjelaskan.


"Arrgghhh!! Aku tidak peduli dengan semua itu!!" teriak pangeran Azai menandaskan. Dan tentu saja aku ingin menjadi seorang pangeran Fujiwara satu-satunya!! Dan kelak aku ingin menjadi seorang Kaisar!! Setelah aku mengirimmu ke neraka!! Aku juga akan membuat Yan menyusulmu, Keiji!!" tandas pangeran Azai menatap tajam dan semakin mendekatkan katana itu pada wajah pangeran Keiji. "Setelah itu hidupku akan menjadi semakin sempurna!"


"Azai ... harta, tahta, dan wanita tidaklah abadi. Jangan kamu kotori hatimu dengan kebencian seperti itu. Jangan pernah kamu berusaha untuk menyakiti Yan. Dia adalah bayi yang masih suci dan tidak tau apa-apa ..." ucap pangeran Keiji begitu lirih.


"Diam kamu, Keiji!! Aku tak mau mendengar celotehmu!!" teriak pangeran Azai mulai mengayunkan katana miliknya ke udara. "Sekarang pergilah ke neraka!!! Hiatthhh ..."


Pangeran Azai mulai melayangkan katana itu me udara dan kini sudah semakin mendekati tubuh pangeran Keiji dan sudah bersiap untuk menghunusnya.

__ADS_1


SWOOSHHH ...


SRRTAATT ...


JLEEBB ...


JLEEBB ...


Tiba-tiba saja dua buah shuriken terlihat melayang di udara hingga akhirnya kedua shuriken itu berhasil menancap pada tubuh Azai tepat pada nadi leher dan tangan kanan Azai. Sehingga membuat serangan dari Azai terpatahkan dan katana itu terhempas dari tangannya dan terjatuh di atas tanah.


"Aarrgghh ..."erang pangeran Azai dan mulai terjatuh dan ambruk di atas tanah.


BRUUGGHH ...


"Keiji-sama!! Mas-samune!! Ber-raninya kal-lian mel-lakukan hal in-ni padaku ..."geram pangeran Azai begitu lirih sambil memegangi lehernya yang masih mengucurkan darah segar.


"Azai ..." ucap pageran Keiji begitu lirih dengan kedua tangan yang sudah mengepal dan sepasang matanya sudah mulai berkaca-kaca.


"Pangeran Keiji, maafkanaku ... aku sama sekali tidak tau jika sosok pria berjubah yang sudah berusaha untuk menyerang pangeran Keiji adalah pangeran Azai." ucap panglima perang Masamune merasa terkejut bukan main saat sudah melihat pangeran Azai yang sudah tergeletak di atas tanah dan sudah tak bernyawa.


Tubuh panglima perang Masamune bergetar hebat ketika melihat jasad dari pangeran Azai. Lidahnya terasa begitu kelu dan sulit untuk berkata-kata. Bagaimana mungkin seorang bawahan seperti Masamune bisa mengakhiri hidup seorang pangeran? Seorang putra dari seorang kaisar?


Sungguh itu adalah sebuah perbuatan yang sangat tercela bukan? Bagaimana rakyat akan memandang Masamune yang sudah berani kurang ajar dan sangat lancang itu? Mungkin hukuman mati adalah yang paling tepat untuk Masamune.


Kira-kira seperti itulah pemikiran Masamune saat ini.

__ADS_1


"Ini adalah salahku, Tuan ... hukumlah aku. Aku sudah membunuh seorang pangeran Fujiwara. Aku sudah membunuh pangeran Azai. Aku sudah bersalah ... aku akan menerima hukuman apapun yang akan pangeran Keiji dan kaisar Hanbei putuskan." ucap panglima perang Masamune begitu merasa bersalah karena sudah membuat nyawa pangeran Azai melayang begitu saja.


...⚜⚜⚜...


Isak tangis mengiringi suasana di istana Fujiwara malam ini setelah para prajurit membawa jasad dari pangeran Azai yang sudah tak bernyawa. Magoichi, sang ibu dari pangeran Azai terlihat begitu terpukul saat melihat putra kesayangannya sudah tewas begitu saja.


Bahkan istri dari pangeran Azai yang saat ini sedang mengandung di usia muda itu, juga masih terus menangis terisak karena belum bisa merelakan kepergian suaminya. Kaguya, permaisuri Shiina, putri Boa dan Kikiyo juga terlihat begitu bersedih dan berkabung saat ini.


Prosesi persemayaman, kremasi, dan pemakaman dilangsungkan selama 3 hari. Dan saat ini kekaisaran Fujiwara sedang berduka karena wafatnya pangeran Azai, putra kedua dari kaisar Hanbei.


...⚜⚜⚜...


Sebuah guillotine atau alat eksekusi mati yang berbentuk seperti sebuah pisau raksana yang tajam dan miring terlihat sudah berada di tengah sebuah halaman belakang istana Fujiwara.


Tak jauh dari alat pancung itu, seorang pemuda berambut panjang dengan jubah hitam sudah berdiri dengan tegap dan kedua tangan diikat ke belakang.


Raut wajahnya terlihat terlihat begitu pasrah seakan sudah tak memiliki pilihan apapun saat ini. Pandangannya juga terlihat sangat kosong menatap lurus ke depan.


Di masing-masing sisinya ada beberapa prajurit yang selalu menjaganya. Sementara rakyat juga sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan sebuah hukuman pancung yang akan diberikan untuk panglima perang Masamune oleh kaisar Hanbei.


Kini para prajurit mulai menuntun panglima perang Masamune untuk berjalan ke tengan lapangan itu dan semakin mendekati alat pancung itu.


Langkah panglima perang Masamune terlihat begitu berat, namun sebisa mungkin dia harus tetap melangkah dan dia juga harus menerima konsekuensi dan hukuman ini.


Ini adalah takdir hidupku. Aku akan mati karena mendapatkan hukuman pancung dari kaisar Hanbei Fujiwara, karena aku sudah menghilangkan nyawa pangeran Azai begitu saja. Aku harus menerima semua ini.

__ADS_1


Batin panglima perang Masamune terlihat begitu kalut dan sudah tak bertenaga, serta hanya bisa pasrah.


__ADS_2