
Putri mahkota Boa terlihat begitu tegar dan sedikitpun tak tergambarkan rasa takut untuk menghadapi kematiannya saat ini. Gadis cantik itu terlihat mulai memejamkan sepasang matanya , seakan sudah siap untuk menjemput kematiannya sendiri.
[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah mengalahkan kaisar Hito! ]
Tiba-tiba di tengah gentingnya suasana saat ini, mulai terdengar suara Kenshin sang sistem pemandu.
Keiji mulai menyeringai manis setelah mendengarkan ucapan dari sang sistem pemandunya.
Tepat waktu sekali!! Baiklah!! Aku pasti akan segera menyelesaikan misi kali ini. Ayo semangat, Dazai!! Agar kamu bisa segera menyelesaikan semua misi ini dan kamu bisa segera kembali ke masamu!!
Keiji mulai menarik pedang wields miliknya dan mulai memfokuskan titik energinya pada pedang wields tersebut untuk menjadikan pedang wields itu menjadi pedang es.
Dengan pergerakan yang cepat kini Keiji mulai berlari ke arah kaisar Hito untuk menggagalkan serangannya yang berusaha untuk mengakhiri putri mahkota Boa.
TRAANGG ...
Tombal api milik kaisar Hito kini bisa ditahan oleh Keiji dengan menggunakan pedang wields es miliknya.
"Pangeran Keiji dari istana Fujiwara?" geram kaisar Hito mulai menyeringai menakutkan menatap Keiji dan berusaha untuk semakin memperkuat menekan serangannya.
Dengan sekuat tenaga Keiji menahan serangan dari kaisar Hiro, bahkan hingga tubuh dan kedua kaki Keiji terdorong dan tergeser beberapa senti meter.
Sementara putri mahkota Boa masih duduk menemani sang ayah yang saat ini sedang menahan rasa sakit karena tombak api yang melukai ulu hatinya.
Keiji mulai memfokuskan titik energinya kembali pada pedang wields miliknya dan berusaha untuk membekukan tombak api beserta kaisar Hito.
Berawal dari tombak api yang mulai membeku dan merembet hingga sampai tangan kaisar Hito. Namun kaisar Hito masih berusaka untuk memecahkan es itu.
PRANGG ...
__ADS_1
"Pangeran Keiji!! Aku juga akan mengirimmu ke neraka sekarang juga!!" geramnya dengan aura yang begitu kelam.
"Sayangnya di dalam sejarah yang tertulis tidak seperti itu! Namun kaulah yang akan lebih dulu pergi ke neraka karena pedang wields es milikku!! Hiatthh ..." Keiji mulai menghunuskan pedang wields es miliknya pada tubuh kaisar Hito dan mengenai tepat pada jantungnya.
Percikan darah segar mulai mengenai pedang wields dan pakaian Keiji. Dengan cepat Keiji juga segera menarik kembali pedang wields es itu.
SRRATT ...
BRUGGHH ...
"Arggh ..." erang kaisar Hito merintih kesakitan dan ambruk di atas lantai. "Kk-kau ... beraninya kk-kau mell-lakukan ini ... pp-padaku ..." ucap kaisar Hito sambil memegangi dadanya yang sudah berlumuran dengan darah.
Namun tiba-tiba saja kaisar mulai ambruk dan memejamkan sepasang matanya. Keiji merasa sangat lega karena bisa mengatasi dan melakukan perannya kali ini dengan cukup baik.
Meskipun semua itu tidak murni berasal dari kemampuannya sendiri dan berasal dari sistem, namun setidaknya Keiji berhasil membuat semuanya berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan sejarah yang tertulis. Dan tentu saja semua itu membuatnya merasa begitu lega.
[ Mission completed. Selamat karena tuan Dazai sudah berhasil menyelesaikan misi kali ini. ]
Baiklah, Kenshin! Aku akan memeriksanya nanti saat di istana saja!
Batin Keiji masih dengan wajah yang dihiasi oleh sebuah senyuman tipis.
Kini Keiji mulai berbalik dan menatap putri mahkota Boa yang masih memangku tubuh sang ayah--kaisar Shingen, yang sudah semakin melemah dan tidak berdaya.
"Ayah ... hiks ... aku mohon bertahanlah, Ayah. Aku akan mencarikan seorang tabib istana. Bertahanlah, Ayah ... hiks ..." putri mahkota Boa kembali terisak karena merasa sedih dan sesak melihat sang ayah yang sudah semakin pucat.
"Ppu-triku Boa ... a-yah su-dah hhh-harus pergi. Istana ini ... ak-kan ayah ser-rahkan kep-ppada pengeran Keiji ..." ucap kaisar Shingen mulai beralih Keiji.
Sebenarnya selama ini kerajaan Shingen memang sudah menjalin hubungan yang baik dengan kaisar Hanbei Fujiwara.
__ADS_1
"Pangeran Keiji ... tolong pim-pin keraja-an Shi-ngen dengan baik. Dann ... toll-long ja-ga put-triku Boa ... menikahlah dengannya ... Boa sud-dah tid-dak memiliki siapa-ss-ssiapa ..." pinta kaisar Shingen terbata karena menahan rasa sakit pada ulu hatinya.
Jiwa Dazai merasa sesak menyaksikan semua ini, namun lemuda itu berusaha untuk bersikap tetap kuat dan tegar, karena saat ini dia adalah seorang pangeran Keiji Fujiwara yang terkenal begitu kuat dan kejam.
"Yang mulia kaisar Shingen, aku berjanji akan memimpin kerajaan Shingen dengan baik. Dan aku akan menjadikan kerajaan Shingen menjadi semakin lebih kuat bersama dengan kerajaan Fujiwara!" ucap Keiji dengan begitu tegas dan penuh dengan keyakinan.
"Dan aku juga akan menikahi putri mahkota Boa! Dan aku juga berjanji akan selalu menjaganya! Yang mulia kaisar Shingen jangan khawatir ..." imbuh Keiji meyakinkan kaisar Shingen.
Ucapan dari Keiji begitu membuat kaisar Shingen merasa sangat lega. Putri mahkota Boa yang sebenarnya tak terlalu memikirkan akan hal ini, kini hanya sedikit melirik pangeran Keiji.
Namun gadis cantik itu mulai beralih menatap sang ayah kembali ketika sang ayah mulai memejamkan sepasang matanya untuk selama-lamanya.
"Tidak ... ayah!!" teriak putri mahkota Boa begitu parau dan terdengar sangat menyesakkan. "Ayah ... bangunlah, Ayah!!" imbuhnya sedikit mengguncang tubuh sang ayah yang kini sudah tidak bernafas lagi.
Keiji mulai memeriksa dan menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya pada leher kaisar Shingen, lalu beralih menyentuh pada kedua lubang hidung kaisar Shingen untuk memastikan sesuatu.
"Putri Boa ... kaisar Shingen sudah meninggal." ucap Keiji menyampaikan dengan dada yang begitu sesak dan menatap nanar putri mahkota Boa.
"Tidak mungkin ... hiks ... ayah ... hiks ..." putri mahkota Boa kembali terisak dan memeluk tubuh sang ayah.
...⚜⚜⚜...
Setelah acara pemakaman diselesaikan, Keiji juga segera melangsungkan pernikahannya bersama putri Boa di dalam istana Shingen. Bahkan Keiji dan semua prajurit Fujiwara juga mulai tinggal di istana Shingen selama beberapa hari, karena Keiji masih belum tega untuk mengajak putri Boa untuk ke istana Fujiwara.
Karena beberapa hari sudah berlalu begitu saja, namun putri Boa masih saja sering melamun saat sendirian, karena mungkin putri Boa masih sering teringat dengan sang ayah yang kini sudah tiada.
Malam ini di dalam kamarnya Keiji mulai melihat kembali putri Boa yang sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya sambil memandangi sebuah lukisan.
Gadis cantik yang selalu saja terlihat begitu kalem dan dewasa itu terlihat semakin cantik dengan balutan jubah putihnya yang berhiaskan dengan bunga-bunga berwarna keemasan.
__ADS_1
Karena merasa penasaran dan sedikit khawatir, akhirnya Keiji memutuskan untuk segera mendatangi sang istri yang baru saja dinikahinya 2 hari yang lalu.