
Kini pangeran Keiji mulai menaiki kudanya kembali dan mengarahkannya berputar untuk mendekati para prajuritnya kembali.
"Berikan aku busur panah dan beberapa anak panah!! Aku akan berusaha untuk menyerangnya dengan anak panah!!" ucap pangeran Keiji mulai berpikir ke arah sana.
Karena selama Dazai memainkan beberapa permainan dengan consol game miliknya. Dazai selalu menggunakan prajurit panah ( archer ) saat akan mengalahkan seekor naga. Karena naga adalah tipe penyerang jarak dekat hingga sedang.
Dan dengan penyerangan jarak jauh seperti dengan menggunakan panah atau tembakan, biasanya akan lebih mudah untuk mengalahkan naga-naga itu. Dan tentunya cara itu akan sangat menguntungkan dipakai.
Setelah menerima sebuah busur panah dan beberapa anak panah dari salah satu prajuritnya, kini pangeran Keiji mulai berbalik dan mempersialkan dirinya untuk menyerang naga itu.
Kali ini pangeran Keiji mulai mengalirkan energinya ke dalam beberapa anak panah yang akan sekaligus dihempaskannya untuk menyerang naga penjaga itu.
"Rasakan ini! Biar bagaimanapun aku pasti akan mengalahkanmu!" ucap pangeran Keiji penuh dengan keyakinan dan mulai mengarahkan bidikannya pada sekitar tubuh naga itu.
Beberapa anak panah mulai terhempas dan mengarah pada tubuh naga penjaga itu. Namun rupanya semua anak panah itu segera terbakar karena sang naga mulai menyemburkan api melalui mulutnya dan hanya menyisakan pile baja, Bedor (arrow head/point) saja, yaitu bagian ujung atau depan yang akan pertamakali menancap pada sasaran.
Melihat semua ini tentu saja membuat pangeran Keiji cukup merasa syok. Namun tak putus asa, kini pangeran Keiji masih berusaha untuk melakukannya lagi.
Namun, berulang kali pangeran Keiji melakukannya semua itu sungguh sangat sia-sia. Semua anak panah itu terbakar sebelum berhasil menyentuh tubuh naga itu.
Kini sang naga malah berusaha untuk menyerang pangeran Keiji. Namun dengan pergerakannya yang cukup gesit karena pengaruh dari pedang wields itu, pangeran Keiji bisa menghindari setiap serangan dari sang naga.
"Kenshin akktifkan elemen es milikku!! Setidaknya jika aku melapisi anak panahku dengan es, maka akan lebih tahan saat terkena api. Dan semoga bisa mencapai tubuh naga itu." ucap pangeran Keiji mulai memberikan titahnya untuk Kenshin.
[ Baik, Tuan. Elemen es level 9 akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Kini pangeran Keiji mulai memfokuskan kembali energinya pada tangannya dan menghbungkannya pada ketiga anak yang tersisa beserta pedang wields itu. Dan seketika ketika anak panah dan pedang wields itu memancarkan cahaya putih kebiruan dan begitu menyilaukan.
Kali ini aku harus berhasil! Panah yang tersisa hanyalah tinggal ini saja! Dan waktumu juga tidak banyak, Dazai!! Kamu harus berhasil mengalahkan naga ini!!
Batin pangeran Keiji mulai bersiap untuk memulainya kembali dengan menghempaskan pedang wields yang bercahaya menyilaaukan itu ke arah kepala sang naga. Bahkan cahaya itu juya cukup membuat sang naga silau.
Dengan cepat pangeran Keiji mulai bersiap untuk menghempaskan ketiga anak panah yang tersisa yang sudah diberikan elemen es dan cahayanya. Ketiga anak panah itu mulai terhempas ke udara menuju tiga titik yang berbeda.
Lagi-lagi sang naga berusaha untuk membakarnya dengan nafas apinya. Satu anak panah yang melesat itu bisa menembus api itu, namun akhirnya setelag beberapa saat akhirnya anak panah itu mulai terbakar.
Kini sang naga mulai membakar anak panah kedua yang sudah hampir melukai tubuhnya dengan nafas apinya, dan anak panah itu seketika terbakar tak tersisa tepat hanya beberapa inchi saja dari tubuhnya.
"Bagus!! Ayo sedikit lagi!!" gumam pangeran Keiji masih menatap lekat 1 anak panah tersisa yang kini sudah hampir mencapai tubuh sang naga bagian perutnya.
Sang naga yang menyadarinya akhirnya dengan cepat mulai menyemburkan nafas apinya lagi ke arah anak panah es itu. Es yang menyelimuti anak panah itu perlahan mulai meleleh namun akhinya bagian ujung anak panah berhasil menancap pada perut sang naga.
__ADS_1
JLEBB ...
Pangeran Keiji dan semua prajuritnya yang menyaksikan semua itu tentunya sangat merasa lega, karena pada akhirnya pangeran Keiji berhasil melakukan tantangan itu.
"Baiklah! Pangeran sudah berhasil menyelesaikan tantanganku. Sekarang kalian bisa mengambil tanaman obat itu. Dan secepatnya segera tinggalkan tempat ini! Karena aku tidak suka saar daerahku dimasuki oleh manusia!!" ucap sang naga penjaga mulai terbang tinggi dan menghilang di balik sebuah bebeatuan tinggi yang berbentuk seperti gunung dan tebing.
"Kalian!! Cepat ambil tanaman itu!!" perintah panglima perang Masamune mulai memerintahkan prajuritnya.
"Baik, Panglima Masamune!" jawab para prajurit itu serempak dan segera turun dari kuda masing-masing dan segera memetik beberapa tanaman obat itu.
...⚜⚜⚜...
Tepat beberapa saat sebelum fajar, pengeran Keiji dan para prajuritnya sudah sampai di istana Fujiwara. Tanaman obat itu segera diberikan untuk sang tabib, agar segera diracik olehnya sebagai obat untuk kaisar Hanbei.
Rupanya ketiga istri dari pangeran Keiji sudah menyambut kedatangan pangeran Keiji kembali. Bahkan permaisuri Shiina sama sekali tidak bisa tidur semalaman karena sangat mengkawatirkan suaminya.
Sementara putri Boa baru bisa memejamkan matanya ketika sudah hampir dini hari. Bahkan Kikiyo juga tidak bisa tidur dengan nyenyak karena mengkhawatirkan sang suami.
"Suamiku, apa kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" ucap permaisuri Shiina terlihat begitu khawatir.
"Aku baii-baik saja, Shiina. Hanya saja aku merasa gerah, lelah dan mengantuk. Hoammm ... aku rindu sekali meminum capucino coffe." ucap pangeran Keiji keceplosan karena sudah cukup lama Dazai tidak menikmati minuman masa modern itu.
"Capp-pucino cof-ffe? Apa itu?" kali ini Kikiyo yang juga penasaran mulai bertanya.
"Uhm. Bukan apa-apa kok. Ya sudah, aku akan segera mandi dan beristirahat. Aku lelah sekali." ucap pangeran Keiji mulai berlalu meninggalkan ketiga istrinya sekaligus begitu saja.
...⚜⚜⚜...
[ Baik, Tuan Dazai. Menampilkan dan membacakan satus dimulai ...]
DING ...
Ucap Kenshin disertai sebuah suara notifikasi dan diikuti oleh sebuah layar hologram berwarna gelap tepat di hadapan pangeran Keiji. Namun pangeran jadi-jadian itu masih saja memejamkan sepasang matanya dan menantikan Kenshin untuk membacakan status terbarunya.
[《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》
Nama : Dazai Nakahara
Ras : Manusia
Usia : 21 Tahun
Tubuh yang ditempati : pangeran Keiji Fujiwara ( 28 tahun )
__ADS_1
Elemen :
- Api : Tersedia ( Lv. 8 )
- Kegelapan : Tesedia ( Lv. 8 )
- Cahaya : Tersedia ( Lv. 7 )
- Es : Tersedia ( Lv. 9 )
- Petir : Tersedia ( Lv. 7 )
- Angin : Tersedia ( Lv. 8 )
Combo skill :
- bisa menyerap energi dari lawan ( non aktif )
- bisa terbang dan mengendalikan tubuh di udara ( non aktif )
- membelah lautan dalam sekali memukulkan telapak tangan ( non aktif )
- membuat bumi berguncang dalam sekali hentakan kaki ke bumi ( non aktif )
Senjata : pedang wields, shotgun
Teknik bertarung : 91
Ketangkasan : 89
Kecepatan : 90
Kekuatan : 92
Ketahanan : 88
Kemampuan Spesial : Licik, cerdik
Poin sistem : 90
Koin emas : 5000 keping
Sistem pemandu : Kenshin
__ADS_1
《《《《《《《《 System 》》》》》》》》》]
[ Membacakan status selesai, Tuan. ]