
[ Mission succesed. Selamat karena tuan sudah berhasil menyelesaikan misi kali ini, Tuan Dazai. ]
Ucap Kenshin sang pemandu sistem yang semakin membuat jiwa seorang Dazai merasa kegirangan bukan main.
Pangeran Keiji segera menyimpan ponselnya kembali lalu segera pergi untuk meninggalkan pangeran Azai.
"Azai adikku!! Aku harus segera pergi untuk memenuhi kewajibanku sebagai seorang suami!! Ja matte ne ..." ucap pamgeran Keiji dengan asal dan mulai melenggang pergi dengan gaya santai seorang Dazai.
Pangeran Azai yang menyaksikan semua itu merasa sangat aneh dan melongo menatap kepergian sang kakak tiri.
"Cihh ... sebenarnya apa yang sudah terjadi dengannya?! Mengapa Keiji-sama sungguh berbeda dan tidak seperti biasanya?!! Apa dia sudah salah makan obat? Atau dia sudah keracunan makanan?" gumam pangeran Azai kebingungan sendiri.
Sementara itu ...
"Kenshin!! Bacakan status terbaruku saat ini!!" titah pangeran Keiji yang kini sudah berjalan santai menyusuri jalan menuju istana kembali.
[ Baik, Tuan. Membacakan status dimulai ...]
DING ...
Sahut Kenshin lalu mulai membacakan status terbaru dari Dazai, sementara sebenarnya sebuah layar hologram berwarna gelap itu sebenarnya juga sudah terlihat di hadapan pangeran Keiji dan bergerak maju seiring dengan langkah kaki dari pangeran Keiji.
[《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》
Nama : Dazai Nakahara
Ras : Manusia
Usia : 21 Tahun
Tubuh yang ditempati : pangeran Keiji Fujiwara ( 27 tahun )
Elemen :
- Api : Tersedia ( Lv. 2 )
- Kegelapan : Tesedia ( Lv. 1 )
- Cahaya : Tersedia ( Lv. 4)
- Es : Tersedia ( Lv. 5)
- Petir : Tersedia ( Lv. 1 )
__ADS_1
- Angin : Tersedia ( Lv. 1 )
Combo skill : bisa menyerap energi dari lawan
Senjata : pedang wields, shotgun
Teknik bertarung : 37
Ketangkasan : 35
Kecepatan : 28
Kekuatan : 45
Ketahanan : 45
Kemampuan Spesial : Licik, cerdik
Poin sistem : 80
Koin emas : 500 keping
Sistem pemandu : Kenshin
[ Membacakan status selesai, Tuan. ]
Ucap Kenshin setelah melaporkan status terbaru dari Dazai.
"Aku hanya mendapatkan hadiah 120 keping emas saja, Kenshin? Apa kau sedang bercanda? Mengapa tidak memberikan kemampuan khusus lagi untukkku sebagai hadiah?" protes Dazai merasa kurang puas akan hadiah yang sistem berikan kepadanya.
[ Pemberian hadiah adalah menyesuaikan dengan seberapa besar misi yang sudah diberikan oleh sistem, Tuan. Jadi ada masanya tuan akan mendapatkan kemampuan khusus kembali setelah menyelesaikan misi dengan level yang lebih tinggi. ]
Jawab Kenshin menjelaskan kembali.
"Haishh ... ya sudah! Sekarang aku mau segera kembali menemui Kikiyo. Pasti dia sudah menungguku saat ini." gumam pangeran Keiji memutuskan untuk segera kembali ke kamar Kikiyo.
Namun tiba-tiba saja di pertengahan jalan, seorang pelayan istana mulai berlari dari arah berlawanan dan segera menghampiri pangeran Keiji.
"Pangeran Keiji. Permaisuri Shiina ..." ucap pelayan istana wanita yang kira-kira berusia 30 tahun itu dengan nafas terengah-engah karena baru saja berlarian.
"Ada apa dengan Shiina?" tanya pangeran Keiji tak sabaran.
"Permaisuri Shiina ... permaisuri Shiina ... uhm ... itu ..." kata pelayan istana itu terbata karena nafasnya masih terengah-engah.
__ADS_1
"Katakan dengan jelas!! Apa yang terjadi dengan permaisuri Shiina?!" ucap pangeran Keiji semakin tidak sabaran.
"Itu, Pangeran ... permaisuri Shiina ..."
"Haishhh ..." karena sudah merasa tidak sabaran, akhirnya pangeran Keiji memutuskan untuk melihatnya sendiri.
Dengan langkah yang semakin dipercepat kini pangeran Keiji mulai mendatangi kamar permaisuri Shiina dan mulai memasukinya begitu saja tanpa mengetuk pintu itu terlebih dulu.
Di dalam kamar itu rupanya ada putri Boa dan seorang tabib istana yang sudah menemani permaisuri Shiina yang saat ini sedang terduduk di atas pembaringannya dengan wajah yang sangat pucat.
"Shiina ... ada apa? Mengapa kamu terlihat sangat pucat seperti ini?" tanya pangeran Keiji terlihat begitu khawatir dan segera duduk bersimpuh di hadapan permaisuri Shiina.
Permaisuri Shiina hanya tersenyum tipis namun tak menjawab pertanyaan dari sang suami.
"Pangeran Keiji. Kak Shiina mengalami mual muntah yang berlebihan. Tubuhnya juga menjadi begitu lemah dan tak bertenaga. Ditambah lagi kak Shiina tidak mau memakan apapun sejak siang tadi." ucap putri Boa menjelaskan.
"Tabib, apakah hal ini berbahaya untuk kesehatan Shiina dan bayi kami?" kali ini pangeran Keiji mulai beralih menatap sang tabib istana itu.
"Hal seperti ini adalah sangat wajar terjadi di usia kandungan yang masih muda, Pangeran Keiji. Namun seharusnya permaisuri Shiina harus tetap memakan seauatu, jika tidak permaisuri Shiina akan menjadi semakin lemas dan tak bertenaga. Dan akan menjadi sangat mengkhawatirkan jika sampai ada penyakit lainnya nanti." jelas tabib wanita itu.
"Hhm. Baiklah. Biarkan aku saja yang menyuapinya. Kalian bisa beristirahat." ucap pangeran Keiji mulai mengambil semangkok bubur putih dari putri Boa.
"Baik, Pangeran." sahut putri Boa dengan patuh. "Kak Shiina makanlah sedikit agar tubuhmu menjadi sedikit bertenaga. Agar tidak kembali pingsan seperti tadi lagi. Aku pergi dulu."
Permaisuri Shiina hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Lalu putri Boa dan sang tabib mulai meninggalkan kamar ini.
"Shiina, ayo makan. Aku akan menyuapimu." bujuk pangeran Keiji mulai menyodorkan sesuap bubur putih itu untuk permaisuri Shiina.
Namun permaisuri Shiina masih menutup mulutnya dengan sangat rapat dan menggeleng pelan. Sebenarnya hal seperti ini sangat langka terjadi. Karena pangeran Keiji yang sebenarnya tak akan seromantis dan sekonyol seperti Dazai. Pangeran Keiji yang sebenarnya selalu terlihat dingin, namun berwibawa dan selalu dihormati.
"Sayang, makanlah sedikit saja. Tidak masalah jika hanya dua atau tiga suap saja. Yang penting perutmu tidak kosong dan tubuhmu juga ada sedikit tenaga." bujuk pangeran Keiji berusaha untuk menyuapi permaisuri Shiina kembali.
Namun lagi-lagi permaisuri Shiina semakin menutup rapat mulutnya dan malah membungkammnya dengan kedua telapak tangannya.
Dazai yang merasa bingung dan pusing akhirnya mulai memiliki sebuah ide. Kini Dazai segera meletakkan semangkok bubur putih yang sudah menjadi dingin itu di atas lantai.
Lalu Dazai segera mencari ransel hitamnya dan mencari sesuatu di dalamnya. Hingga akhirnya Dazai mulai mengeluarkan beberapa camilan kue dan beberapa susu kemasan yang kebetulan dibawanya dari masa depan.
"Shiina. Makanlah kue ini dulu. Aku akan membuatkan susu hangat untukmu." ucap pangeran Keiji mulai membawa sebuah susu kemasan dan meninggalkan kamarnya.
"Susu hangat? Apa itu?" gumam permaisuri Shiina dengan kening berkerut dan terlihat begitu kebingungan. Dan dia juga masih menatap kepergian pangeran Keiji.
Namun kini pandangan permaisuri Shiina mulai terfokus pada sebuah kue yang sudah diberikan oleh sang suami beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
Karena melihat bentuk dari kue itu yang sedikit lucu dan berwarna-warni, kini akhirnya permaisuri Shiina mulai memakan sepotong kue itu. Dan karena permaisuri Shiina merasa jika kue itu enak dan lezat, bahkan perutnya bisa menerimanya tanpa rasa mual dan muntah, akhirnya permaisuri Shiina mulai memakan beberapa potong kue lagi.