Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Sejarah Yang Berubah Atau Siasat Licik ?


__ADS_3

Keiji sengaja mendekatkan dirinya pada panglima Masamune saat masih berada di atas kuda. Dan saat ini mereka sudah memasuki hutan dan sedang mencari seekor hewan buruan.


"Masamune-sama! Bagaimana cara berburu?! Aku sama sekali tidak tau, Masamune-sama! " ucap Keiji setengah berbisik agar para prajurit dan pengawal tidak mendengar semua itu.


Apa? Apa pangeran Keiji sedang bercanda? Bukankah selama ini pangeran Keiji selalu melakukan semuanya dengan sangat baik? Dalam hal berburu pun biasanya akan sangat cekatan dan teampil. Namun apa yang baru saja pangeran katakan? Apa pangeran Keiji sedang kerasukan ilmu sihir hitam yang telah dikirim dari musuh?


Batin Masamune kebingungan sambil melirik Keiji yang masih saja celingukan mencari-cari sesuatu di sekelilingnya.


"Masamune-sama! Mengapa kamu malah diam saja dan menatapku seperti itu?! Apa kamu mau jabatanmu sebagai panglima aku turunkan menjadi babu?" ucap Keiji dengan asal karena merasa kesal.


Meskipun sebenarnya masih kebingungan, namun akhirnya Masamune mulai menjawab dan menjelaskan pertanyaan dari Keiji dengan baik.


"Begini, Pangeran Keiji. Bidik area vital dari rusa atau hewan yang sudah menjadi target itu! Untuk melumpuhkan target dengan paling efektif adalah dengan mengarahkan shotgun milik pangeran Keiji tepat pada bahu atas, kepala, atau leher rusa hutan. Pada sasaran ini akan membuat rusa lebih cepat mati, Pangeran Keiji." ucap Masamune menjelaskan dengan sabar dan sangat baik.


"Bahu atas, kepala atau leher ya? Hhm ... baiklah. Aku mengerti." ucap Keiji mulai mengangkat shotgun dan bersiap untuk mencari seekor rusa di sekitar hutan. "Tiga orang dari kalian pergilah untuk selalu mengawasi adikku Azai! Selalu awasi dia dan anak buahnya! Jangan sampai kalian ketahuan dan kepergok oleh mereka!" imbuh Keiji mulai memberikan titahnya untuk ketiga anak buahnya.


Meskipun mereka semua tak mengerti maksud Keiji memberikan perintah seperti ini dengan maksud apa, namun mereka tidak ada yang membantah perintah dari Keiji dan langsung mengiyakan dengan begitu patuh.


"Baik, Tuan Keiji! Siap laksanakan!" sahut ketiga prajurit dengan kompak dan segera pergi dengan menggunakan kuda mereka masing-masing.


Aku tau, pangeran Azai itu sangatlah licik dan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan! Hehe ... kau tak akan bisa menipu atau mengelabuhiku, seorang Dazai yang terkenal licik di masa depan!


Batin Keiji menyeringai dengan manis dan masih mencari seekor rusa yang berada di sekitarnya.


Hingga akhirnya tiba-tiba saja seekor rusa mulai terlihat sedang memakan sebuah wortel yang sudah sengaja dijadikan sebagai umpan dan kira-kira sudah dipasang sejaj 5 hari hingga 7 hari yang lalu. Karena wortel itu sudah terlihat sedikit layu.

__ADS_1


Dan biasanya Azai ataupun Keiji memang sering melakukan hobi berburu. Jadi para pengawal ataupun prajurit memang sering memasang umpan di dalam hutan


Nah sekarang lakukan dengan baik dan benar, Dazai!


Batin Keiji mulai mengarahkan shotgun miliknya ke arah rusa yang sedang menikmati wortelnya itu. Dan Keiji juga mulai melakukan semuanya sesuai dengan instruksi dari panglima Masamune.


Perlahan Dazau mulai mengarahkan bidikan shotgun itu pada kepala rusa itu. Pelatuk dari shotgun itu kini mulai ditariknya dengan jari telunjuk kanannya dengan begitu hati-hati.


Seharusnya akan tepat sasaran! Karena aku pernah belajar menggunakan senjata api bersama ayah!!


Batin Dazai penuh keyakinan dan semakin menarik pelatuk dari shotgun itu, hingga akhirnya ..


TAR ...


Sebuah peluru kini mulai melesat ke udara dan tepat mengenai kepala rusa itu. Hanya dalan beberapa detik saja, rusa hutan itu ambruk begitu saja.


"Sugoi!! Aku berhasil!! Yatta!! " ucap Keiji kegirangan seperti seorang anak kecil yang baru saja menerima sebuah permen lolipop.


Pemandangan lucu ini sungguh membuat panglima Masamune dan para prajurit lainnya merasa keheranan karena melihat tingkah konyol dari pangeran Keiji yang sedikit berbeda dari biasanya dan menurut mereka sedikit aneh.


"Prajurit!! Ambil rusa itu dan kita segera kembali ke istana!" titah Keiji kembali menyimpan shotgun miliknya dan mulai menjalankan kudanya untuk segera kembali ke istana.


"Yuhuuu ... aku berhasil menembak seekor rusa!! Yatta ... ini keren sekali!! Aku baru saja melakukan hal seperti ini, namun aku berhasil! Sugoi!! " suara samar-samar dari Keiji yang sedang kegirangan perlahan mulai tak terdengar oleh para prajurit yang masih mengambil rusa itu.


Namun panglima Masamune dan beberapa prajurit segera mengekori Keiji untuk segera kembali ke istana. Mereka menyusuri jalanan hutan yang sedikit landai itu dengan menaiki kuda masing-masing.

__ADS_1


Hingga akhirnya setelah beberapa saat, kini mereka sudah sampai di istana Fujiwara yang begitu megah, kokoh dan sangat memukau itu. Namun rupanya Azai sudah lebih dulu sampai di istana dan sudah membawa sekor rusa yang sudah mati.


Azai tersenyum miring menyambut kedatangan Keiji dan terlihat begitu bahagia saat ini karena akhirnya Azai-lah yang memenangkan pertandingan diantara kakak beradik itu.


"Keiji! Akulah yang menang kali ini!" tandas Azai tersenyum penuh kemenangan. "Benar begitu, Kakak ipar Shiina?" imbuh Azai mulai beralih menatap Shiina.


"Itu benar sekali. Suamiku ... kali ini Azai-lah yang sudah memenangkan kompetisi berburu kali ini." ucap Shiina membenarkan Azai.


Karena seperti itulah yang terlihat oleh semua orang. Azai lebih dulu datang ke istana dengan membawa seekor rusa hasil buruannya. Setelah beberapa saat barulah Keiji datang menyusul.


"Tidak mungkin! Bagaimana ini bisa terjadi?" gumam Keiji yang masih menunggangi kudanya dengan kening sedikit berkerut.


"Apanya yang tidak mungkin, Kakakku Keiji?" ucap Azai dengan dengan begitu hormat, namun kesannya malah seperti sedang memperolok saja. "Itu artinya akulah yang akan memimpin penyerangan untuk membantu wilayah Shingen lusa!" imbuh Azai penuh percaya diri.


Tidak mungkin! Bagaimana Sejarah bisa diubah? Lalu bagaimana dengan kisah Sejarah di masa depan?


Batin Keiji kebingungan dan masih belum memahami semua ini.


[ Sejarah akan tetap sama, Tuan! Tak ada satupun yang bisa diubah! ]


Ucap Kenshin, sang pemandu sistem yang dimiliki oleh Keiji.


Jika sejarah tidak bisa berubah dan akan tetap sama, itu berarti ... akulah yang sebenarnya memenangkan kompetisi berburu kali ini bukan? Apakah itu artinya Azai sudah melakukan sesuatu? Apakah Azai sudah melakukan sebuah kecurangan? Hhm ... dimana ketiga prajurit yang sudah aku tugaskan untuk selalu mengawasi Azai itu? Apakah mereka ketahuan hingga Azai menghukum mereka?


Batin Keiji mulai celingukan untuk mencari ketiga prajurit yang sudah Keiji tugaskan untuk selalu mengawasi Azai selama beberapa saat yang lalu.

__ADS_1



__ADS_2