Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Membujuk Permaisuri Shiina


__ADS_3

Kini Keiji mulai melenggang dengan langkah lebarnya dan begitu gagah dan diikuti oleh Boa di belakangnya. Hingga akhirnya mereka mulai mendatangi sebuah taman indah di istana megah ini untuk menemui permaisuri Shiina.


Permaisuri Shiina terlihat sedang duduk di dekat sebuah kolam yang berada di taman itu dengan wajahnya yang terlihat begitu murung.


Kini Keiji meminta Boa agar menunggu sebentar dan tidak mengikutinya untuk memasuki taman itu, agar suasana hari permaisuri Shiina sedikit melunak dan luluh terlebih dulu.


"Honey ... istriku Shiina yang paling cantik ..." bujuk rayu Keiji dengan manis dan segera duduk di dekat permaisuri Shiina.


Sungguh tidak seperti sosok pangeran Keiji yang begitu berkharisma dan sangat bijaksana seperti biasanya. Pangeran Keiji yang satu ini terlihat begitu konyol dengan segala tingkah laku dan ucapannya.


Permaisuri Shiina hanya sedikit melirik Keiji saja, namun segera mengalihkan pandangannya kembali menatap kolam di hadapannya yang begitu jernih itu.


"Sayang ... cintaku ... kasihku ... manisku ... jangan cemberut dan murung seperti ini ... kamu paling cantik saat sedang tersenyum. Ayo tersenyum, Honey! Ayo berikan senyuman terbaikmu untukku yang baru saja pulang dalam peperangan ini ..." ucap Keiji masih berusaha untuk membujuk permaisuri Shiina.


Bahkan Keiji mulai membuka dan merentangkan kedua tangannya lebar dan berharap permaisuri Shiina akan segera memeluknya. Namun pada kenyataannya permaisuri Shiina malah melemparkan untaian bunga ke arah Keiji dengan wajah yang masih terlihat begitu kesal.


PLUKK ...


Permaisuri Shiina segera bangkit dari tempat duduknya dan berniat untuk meninggalkan taman. Namun dengan cepat Keiji segera meraih tangan permaisuri Shiina dan membuatnya terjatuh pada pangkuannya.


"Lepaskan aku! Aku tidak mau berbicara denganmu!" ucap permaisuri Shiina masih terlihat begitu kesal dan berusaha untuk melepaskan dirinya dari Keiji.


Namun Keiji malah semakin memperkuat cengkeramannya dan tak melepaskan sang permaisuri.

__ADS_1


"Aku bilang lepaskan aku! Aku tidak mau melihatmu!" ujar permaisuri Shiina lagi masih berusaha untuk melepaskan dirinya.


Namun semakin permaisuri Shiina berusaha untuk melepaskan dirinya, maka semakin kuar Keiji mencengkeramnya.


"Shiina ... dengarkan aku ... sebentar saja ..." pinta Keiji menatap lekat sang istri.


"Aku tidak mau mendengar apapun! Aku hanya ingin sendirian saat ini!" ucap permaisuri Shiina kembali dengan tegas.


Namun setegas apapun dia berkata, tetap saja suaranya masih terdengar begitu lembut dan manis.


"Sayang, dengarkan aku dulu. Aku mohon ..." pinta Keiji memohon. "Aku mohkn mengertilah ..."


"Apa?! Kamu ingin aku mengerti dan memahamimu? Tapi kamu tak memahami dan kamu tak memikirkan perasaanku sama sekali!" tandas permaisuri Shiina begitu tegas dan suaranya begitu bergetar.


Sebenarnya hatinya sudah begitu sakit saat ini. Hingga tak sadar air mata hangatnya kini sudah membasahi pipi putih nan mulus itu.


"Mengapa kamu melakukan semua ini padaku?! Mengapa?! Apa karena aku belum memberikan putra untukmu? Hiks ... tapi itu semua bukanlah keinginanku ... aku juga menginginkan untuk segera hamil. Aku juga menginginkan seorang putra. Tapi ... tapi kamu malah melakukan semua ini padaku ... hiks ... kamu jahat ... hiks ..." ucap permaisuri Shiina semakin terisak dalam pelukan Keiji.


Hatinya terasa begitu sakit, seperti tertikam oleh sesuatu yang benar-benar sangat tajam hingga menorehkan luka dalam yang membekas dan menyesakkan.


"Shiina, maafkan aku ..." ucap Keiji mengusap lembut kepala permaisuri Shiina dan mengecup rambutnya yang harum. "Bukan seperti itu, Shiina. Ini semua bukan soal anak, karena suatu saat aku akan memiliki seorang putra darimu."


"Lalu mengapa kamu melakukan semua ini padaku?! Hiks ... apa kurangnya aku? Hiks ..." ucap permaisuri Shiina dengan suara yang sudah terdengar begitu parau.

__ADS_1


"Shiina , tapi ... ini semua adalah bukanlah keinginanku, Shiina. Namun ini semua adalah keinginan dan amanah dari kaisar Shingen sebelum dia pergi untuk selamanya. Putri mahkota Boa kini sudah tidak memiliki siapapun. Sebelum kaisar Shingen meninggal, dia menyerahkan seluruh istana dan wilayah Shingen kepadaku. Dan dia memintaku untuk menikahi putrinya." ucap Keiji berusaha untuk menjelaskannya kepada permaisuri Shiina.


"Coba bayangkan putri mahkota Boa, Shiina ... kini dia sudah tidak punya siapapun ... bahkan kaisar Hito hampir saja membunuhnya saat itu. Aku sungguh sama sekali tidak berniat untuk melakukan semua ini, Shiina. Namun, aku sebagai seorang pangeran harus bisa mengambil sebuah keputusan untuk kepentingan bersama." imbuh Keiji kembali, berharap sang istri bisa memahami situasi yang terjadi saat ini.


"Bagiku, kamulah yang paling utama untukku. Karena kamulah yang pertama kali bisa meraih dan merobohkan dinding pertahananku, dan kamulah yang pertama kali membuat jantungku berdebar lebih cepat, Shiina." ucap Keiji seakan tak merasa lelah dan masih berusaha untuk membuat Shiina menerima keadaan saat ini


"Namun aku juga harus bisa melindungi putri mahkota Boa dan melakukan amanah dari kaisar Shingen. Shiina ... aku harap kamu mengerti." ucap Keiji lagi mengusap lembut punggung permaisuri Shiina.


Kini permaisuri Shiina mulai mendorong pelan tubuh Keiji hingga pelukan itu mulai terlepas. Keiji mulai menyeka lembut sisa air mata yang membasahi pipi mulus itu.


"Shiina ... kamu mau memaafkanku dan menerima Boa kan?" ucap Keiji begitu pelan dan berhati-hati.


Meskipun sebenarnya masih terasa begitu berat untuk mengiyakan semua ini, namun permaisuri Shiina mulai mengangguk pelan. Karena sebagai wanita, pastinya Shiina juga begitu memahami hati dan perasaan Boa saat ini.


Sang ayah baru saja meninggal karena penyerangan di istananya, dan kini Boa tidak memiliki satupun keluarga istana yang tersisa. Mungkin niat Keiji adalah baik, jadi Shiina mulai berusaha untuk menerima semua ini.


"Terima kasih, Sayang. Aku tau, kamu sangat baik. Dan kamu pasti akan memahami semua ini." ucap Keiji begitu berbinar. "Malam ini, aku akan menemanimu. Aku juga begitu merindukanmu. Dan aku juga sudah tidak sabar untuk memiliki seorang putra." ucap Keiji dengan manis dan mengecup jemari permaisuri Shiina.


Dan sebenarnya ini semua hanyalah sandiwara dari Dazai saja, agar permaisuri Shiina bisa segera luluh kembali dan misi dari sistem juga akan segera berhasil.


Dan benar saja, setelah beberapa saat mulai terdengar kembali suara Kenshin sang sistem pemandunya. Dan tentu saja kali ini semakin membuat Keiji berbahagia, karena misi kali ini juga sudah bisa diselesaikan olehnya.


[ Mission completed. Selamat karena sudah berhasil meluluhkan permaisuri Shiina, tuan Dazai. ]

__ADS_1


Yeahh!! Akhirnya aku berhasil!! Hehe ... rupanya aura pangeran Keiji Fujiwara benar-benar sangat hebat dan berpengaruh begitu dasyat! Luar biasa!! Tentu saja!! Pangeran Keiji sangat tampan, gagah, berkharisma, kaya, kuat ... pokoknya sangat sempurna!! Coba saja aku yang melakukan semua ini di kehidupan nyataku, pasti semuanya akan berantakan ... bukanya mendapatkan 2 orang gadis sekaligus, bisa-bisa mereka semua akan berpaling dariku. Ahahaha ...


Batin Keiji tersenyum lebar dengan angan konyolnya.


__ADS_2