
Wajah Magoichi terlihat semakin memerah padam, menandakan dia benar-benar telah dikuasai oleh amarah saat ini.
"Kau sungguh tidak tau diri, Keiji!! Kamu memang seorang putra mahkota dan seorang pangeran! Tapi bukan berarti kamu bisa melakukan semuanya sesuai dengan kemauanmu sendiri!! Masamune harus tetap dihukum apapun yang terjadi!!" tandas Magoichi lagi semakin emosi.
"Magoichi. Tenanglah ..." ucap kaisar Hanbei mengengahi.
"Adikku Magoichi. Putraku Keiji tidak pernah berbohong di dalam hidupnya. Dia selalu berkata dengan benar dan apa adanya. Itu artinya pangeran Azai memang sudah berusaha untuk mencelakai Keiji." ucap Ratu Kaguya, istri pertama dari kaisar Hanbei.
Mendengar ucapan dari Kaguya, tentu saja membuat Magoichi semakin memanas. Hingga akhirnya wanita itu mulai bangkit dan meninggalkan tempat itu dengan segala perasaan yang sudah berkecamuk menjadi satu.
"Ayah, ibu ... aku berbicara dengan jujur. Masamune hanyalah berusaha untuk melindungiku dari serangan Azai yang saat itu hampir saja membunuhku. Aku yang merasa sangat terkejut saat itu, tak bisa sedikitpun menghindari setiap serangan dari Azai yang sudah begitu dibutakan dengan kebenciannya padaku." ucap pangeran Keiji dengan nada rendah.
"Jika Masamune tak ada saat itu, mungkin saja akulah yang akan pergi meningglkan dunia ini. Tolong jangam hukum Masamune! Dia tidak bersalah!! Dia hanya berusaha untuk melindungiku saja! Jika kalian tetap mau menghukum seseorang, maka hukum saja aku!!tapi ingatlah!! Azai sudah memiliki rencana yang sangat jahat saat itu. Bahkan ... putraku Yan, juga sudah menjadi incarannya hanya demi untuk menjadi seorang kaisar Fujiwara." ucap pangeran Keiji panjang lebar.
Dan kali ini ucapan itu berasal dari Dazai yang memang pada dasarnya Dazai adalah pemuda yang cukup cerewet dan tengil bukan main.
Ratu Kaguya membulatkan sepasang matanya dan menutup mulutnya yang mulai terbuka.
"Astaga benarkah itu, Keiji sayang? Ibu sungguh tidak menyangka jika Azai akan berbuat senekat itu." ucap Ratu Kaguya sangat terkejut. "Shiina, jaga dan temanilah Yan-cucuku!" titahnya mulai mencemaskan cucu laki-lakinya yang masih bayi dan kelak akan menjadi penerus dari kekaisaran Fujiwara.
"Baik, Ibu ratu." jawab permaisuri Shiima dengan patuh dan berlalu.
Setelah terdiam dan berpikir cukup lama, akhirnya kaisar Hanbei mencabut hukuman itu untuk Masamune.
...⚜⚜⚜...
"Pangeran Keiji. Aku sungguh sangat berhutang budi padamu. Pangeran Keiji sudah membuatku terbebas dari hukuman mati itu. Aku berjanji, mulai sekarang aku akan lebih mengabdikan seluruh hidupku untuk mengabdi kepada pangeran Keiji. Aku juga akan mempertaruhkan nyawaku untuk melindungi pangeran!" ucap panglima perang Masamune yang masih duduk bersimpuh di hadapan pangeran Keiji.
"Hhm. Ya sudah. Kembalilah, Masamume! Aku juga akan segera beristirahat. Persiapkan dirimu dengan baik untuk peperangan lusa." ucap pangeran Keiji yang terduduk setengah berbaring miring dengan gaya santainya.
"Baik, Pangeran Keiji! Selamat beristirahat." panglima perang Masamume menyauti dan segera bergegas meninggalkan kamar itu.
"Kenshin! Tampilkan status terbaruku saat ini!" titah pangeran Keiji kepada Kenshin sang pemandu sistemnya.
[ Baik, Tuan Dazai. Menampilkan status dimulai ... ]
DING ...
Jawab pemandu sistem Kenshin disertai dengan sebuah bunyi notifikasi.
SSRRTTT ...
KLAPPP ...
__ADS_1
Kilatan beberapa cahaya itu akhirnya mulai membentuk sebuah layar hologram berwarna gelap dengan beberapa tulisan berwarna cerah. Pangeran Keiji mulai memperhatikan tulisan-tulisan itu dan membacanya dengan teliti dan detail.
《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》
Nama : Dazai Nakahara
Ras : Manusia
Usia : 21 Tahun
Tubuh yang ditempati : pangeran Keiji Fujiwara ( 28 tahun )
Elemen :
- Api : Tersedia ( Lv. 10 )
- Kegelapan : Tesedia ( Lv. 9 )
- Cahaya : Tersedia ( Lv. 8 )
- Es : Tersedia ( Lv. 10 )
- Petir : Tersedia ( Lv. 8 )
Combo skill :
- bisa menyerap energi dari lawan ( non aktif )
- bisa terbang dan mengendalikan tubuh di udara ( non aktif )
- membelah lautan dalam sekali memukulkan telapak tangan ( non aktif )
- membuat bumi berguncang dalam sekali hentakan kaki ke bumi ( non aktif )
Senjata : pedang wields, shotgun
Teknik bertarung : 96
Ketangkasan : 94
Kecepatan : 96
Kekuatan : 97
__ADS_1
Ketahanan : 91
Kemampuan Spesial : Licik, cerdik
Poin sistem : 95
Koin emas : 8000 keping
Sistem pemandu : Kenshin
《《《《《《《《 System 》》》》》》》》》
"Sugoi!! Elemen api dan elemen es milikku sudah mencapai level tertinggi!! Ahaha ... itu artinya kekuatanku sudah semakin lengkap dan menjadi semakin tak terkalahkan bukan?!" ucap pangeran Azai tertawa renyah saat melihat status terbarunya.
[ Benar sekali, Tuan Dazai. Namun semua itu hanya bisa tuan gunakan hingga berakhirnya peperangan maha dasyat itu. Karena setelah itu ... pangeran Keiji akan benar-benar berakhir. ]
Ucap Kenshin yang seketika membuat pangeran Keiji menghentikan tawanya dan seketika menjadi murung kembali.
"Huft ... kau benar, Kenshin. Tapi itu artinya aku akan segera meninggalkan jaman Muromachi ini dan akan segera kembali ke duniaku bukan?" ucao pangeran Keiji masih terlihat sedikit murung karena mengingat kematian dari dirinya.
[ Benar sekali, Tuan Dazai. ] jawab Kenshin lagi.
...⚜⚜⚜...
Hari dimana peperangan sudah ditentukan kini telah tiba. Hari yang sudah disepakati bersama kini telah tiba. Peperangan ini dimulai dari saat matahari terbit hingga sampai matahari terbenam.
Dua kubu sudah saling bersiap pada barisan masing-masing. Pangeran Keiji juga sudah bersiap untuk semua strategi perangnya dengan beberapa klan yang sudah dia persatukan untuk bloknya.
Ribuan prajurit itu terlihat seperti semut yang berderet dengan rapi dan tertib. Dua warna bendera dengan huruf kanji masing-masing kerajaan, sudah berkibar pada barisan paling belakang.
Sementara pada bagian paling depan sudah dipenuhi dengan para prajurit pedang yang sudah lengkap membawa perisainya. Pada bagian belakangnya ada para pemanah dan juga penembak.
Suara terompet keong kini mulai ditiupkan oleh sang panglima perang. Suara yang begitu pelan dan menenangkan, namun memiliki makna yang begitu kelam, menegangkan dan mencekam. Karena disaat itulah pertumpahan darah akan mulai terjadi.
"SERANGGG!!!" seru shogun Shoto mulai mengangkat tangannya dengan sebuah pedang yang begitu besar.
Namun meskipun pedang itu begitu besar, shougun Shoto begitu lincah dan gesit saat menggunakannya. Selain itu kekuatannya juga begitu besar dan menimbulkan damage yang sangat sempurna!
Para prajurit soldier mulai maju ke depan dan mulai menyerang pasukan musuh. Sementara para pemanah dan penembak masih saja berada di tempat namun sudah mulai menyerang dengan anak panah serta peluru-peluru panas itu.
Pangeran Keiji, Panglima perang Masamune, shogun Shoto dan beberapa pangeran, panglima perang kerajaan lain, serta shogun dari kerajaan lain yang masih berada di dalam satu blok dengan Fujiwara, mulai bergerak berpencar sesuai dengan strategi yang sudah mereka persiapkan. Dan masing-masing dari mereka sudah memiliki target masing-masing di dalam peperangan ini.
Pertumpahan darah itu kini mulai terjadi, satu persatu prajurit kedua kerajaan itu juga mulai berjatuhan di jalan peperangan itu.
__ADS_1