Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Kembali Ke Masa Moden


__ADS_3

Sejak saat itu akhirnya panglima perang Masamune mulai memimpin wilayah Fujiwara dan sekitarnya. Hingga akhirnya setelah pangeran Yan, putra dari pangeran Keiji mulai beranjak dewasa, panglima perang Masamune mulai menyerahkan kembali tahtanya kepada pangeran Yan.


Dan semenjak pengorbanan dari pangeran Keiji dan kaisar Hanbei dengan melakukan seppuku, wilayah Fujiwara dan sekitarnya kembali menjalani kehidupan yang damai.


...⚜⚜⚜...


[ Selamat, Tuan Dazai! Tuan Dazai sudah berhasil menyelesaikan misi utama dari sistem ini. Tuan akan segera mendapatkan hadiah dari sistem ini. Terima kasih sudah menjadi tuanku yang ke-1111. Semoga tuan Dazai bisa menjalani hari-hari yang menyenangkan. Salam hormat dariku- Kenshin. ]


DING ...


.


.


.


.


.


Tokyo, St. Luke's International Hospital.


Di dalam sebuah ruangan rawar VIP, terlihat seorang pemuda yang masih terbaring dengan beberapa balutan selang dan perban.


Sudah hampir 1 bulan pemuda yang tak lain adalah Dazai Nakahara mengalami koma setelah kecelakaan mait yang menimpanya di depan musium Raku di Kyoto.


Namun kini tiba-tiba saja jemarinya mulai mengalami pergerakan. Dan perlahan sepasang matanya juga mulai terbuka, meskipun pandangannya masih terlihat begitu samar dan berbayang.


Bahkan rasa pusing itu juga masih sangat dirasakannya. Namun rasa sakit ini tak sebanding saat Dazai merasakan penggabungan dengan sang sistem Kenshin.


"Ughhh ... kepalaku rasanya sakit dan berat sekali." keluhnya masih memegangi kepalanya yang begitu sakit. "Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" imbuhnya lalu berusaha untuk duduk kembali dan memperhatikan sekitar.


"Ini ... aku ada dimana? Mengapa ini terlihat begitu modern? Semua benda-benda di tempat ini ... apa juga terlempar di jaman Muromachi bersama denganku? Lalu tempat ini? Mengapa begitu mirip dengan rumah sakit modern? Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" gumam Dazai pelan dan masih memperhatikan sekitarnya.


"Terakhir yang terjadi malam itu adalah ... aku melakukan seppuku, lalu aku menjadi tidak sadar lagi. Aku tidak ingat apapun. Namun kata Kenshin ... malam itu sudah waktunya pangeran Keiji menemui ajalnya. Lalu? Apa yang terjadi denganku? Apakah itu artinya aku sudah kembali?" gumam Dazai mulai menatap bagian-bagian dari tubuhnya dan meraba-raba wajahnya sendiri.

__ADS_1


"Tubuh ini begitu biasa-biasa saja! Ini bukan tubuh dari pangeran Keiji!" gumam Dazai pelan.


Karena masih belum puas dan masih merasa sangat penasaran, akhirnya Dazai mulai turun dari brankar untuk melihat sebuah kaca yang tergantung pada dinding ruangan rumah sakit ini.


Dan betapa terkejutnya Dazai ketika dia melihat pantulan dari cermin itu. Wajah itu, tubuh itu ... semua adalah sepenuhnya milik Dazai.


"Ak-aku kembali ... aku sudah kembali ke masaku!!" ucapnya begitu bahagia. "Aku kembali!! Ini adalah masaku!! Ini adalah Tokyo di tahun 2025!!" kini Dazai mulai melangkah cepat untuk melihat bangunan luar setelah menyibak sebuah gorden berwarna putih lembut.


Dazai terlihat begitu berbinar saat menyaksikan apa yang ada di hadapannya saat ini. Gedung-gedung yang menjulang dengan tinggi. Beberapa landmark kota Tokyo yang sangat indah juga terlihat di hadapannya.


"Ini benar-benar masaku!!" gumammnya lagi penuh binar.


Namun tiba-tiba saja Dazai mulai teringat sesuatu dan mulai mencarinya.


"Kenshin! Apa kamu mendengarku? Aku sudah kembali, Kenshin!" ucap Dazai mulai berbalik dan merentangkan kedua tangannya lebar.


Sementara wajahnya masih terlihat begitu berbinar dan tak sabar ingin bercerita dengan Kenshin sang pemandu sistemnya. Namun, sudah cukup lama Dazai memanggil-manggil Kenshin, Kenshin dama sekali tak menjawabnya.


"Kenshin? Kamu ada dimana? Jawablah aku ... aku sudah kembali, Kenshin!" ucap Dazai lagi.


Mungkin semua itu terjadi karena Dazai yang sudah menyelesaikan misi puncak yang telah diberikan oleh Kenshin. Baru beberapa saat akhirnya Dazai mulai mengingat ucapan terakhir dari Kenshin yang dia dengar begitu samar-samar sebelum Dazai terbangun dari koma.


Ada rasa sedih dan rindu. Karena selama ini Kenshin selalu menemaninya ketika dirinya terlempar di jaman Muromachi.


Namun angannya kini mulai buyar ketika Dazai melihat ranselnya yang kini tergeletak di atas brankar dan rupanya ikut kembali bersama dengan dirinya dari jaman Muromachi itu.


Dengan cepat Dazai segera mendatangi dan membuka ransel itu. Tak ada benda apapun dari masa Muromachi yang ikut bersama dengan dirinya saat ini. Hanya ada benda-benda miliknya saja yang memang berasal dari jaman modern.


Dengan cepat Dazai segera menge-charge kembali ponselnya. Setelah menunggu beberaoa saat, Dazai berusaha untuk menghidupkan ponselnya. Dan betapa bahagianya Dazai ketika melihat ponsel mewah itu bisa menyala kembali.


Dengan cepat Dazai segera membuka galeri ponsel itu untuk memeriksa sesuatu. Dan rupanya semua foto-foto yang pernah Dazai ambil saat dia terlempar di masa Muromachi masih ada dan sangat lengkap.


Bahkan foto-fotonya saat bersama panglima perang Masamune, kaisar Hanbei Fujiwara, Ibu ratu Kaguya, permaisuri Shiina, putri Boa, Kikiyo, pangeran Azai bahkan beberapa prajurit pada masa itu, semua masih ada di dalam album foto itu.


Satu persatu foto itu Dazai buka dan amati. Entah mengapa ada rasa sedih saat mengingat mereka semua. Setiap foto yang sedang dilihat oleh Dazai sukses membawa Dazai seakan terbawa ke dalam kenangan saat itu lagi.

__ADS_1


Ada rasa rindu, ada rasa sedih karena harus berpisah dengan mereka. Bahkan tanpa Dazai sadari kini dia sudah menitikkan air matanya begitu saja.


"Aku pasti akan rindu sekali dengan kalian." gumamnya pelan dan mulai menyeka air matanya.


CEKELEKK ...


Tiba-tiba saja pintu terbuka. Terlihat seorang wanita paruh baya mulai memasuki ruangan ini. Wanita paruh baya ini terlihat begitu terkejut saat melihar Dazai sudah sadar kembali setelah sekian lama. Dengan cepat dia segera melangkah cepat dan memeluk Dazai.


"Putraku!! Kamu sudah sadar, Sayang! Ibu senang sekali akhirnya kamu sudah sadar." ucapnya penuh haru.


"Ibu!! Aku rindu sekali dengan ibu. Hiks ..." ucap Dazai mulai menangis kembali saat bertemu dengan sang ibu.


Tangis haru mewarnai suasana kamar senja itu. Terasa begitu hangat meskipun di tengah musim dingin ini.


...⚜⚜⚜...


Dazai yang sudah kembali beraktifitas kembali di kampusnya tiba-tiba saja tak sengaja melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan putri Boa.


Karena sangat penasaran, akhirnya Dazai mulai mengejarnya untuk memastikan sesuatu, apakah gadis itu adalah benar-benar putri Boa atau bukan.


"Maaf, permisi ..." ucap Dazai yang sudah berhasil mengejar gadis cantik berambut hitam panjang dengan gaya santai dan rapi itu.


"Ya ..." sahut gadis itu dengan ramah dan mendongak menatap Dazai.


"Putri Boa ..." gumam Dazai tak sadar, karena gadis itu benar-benar begitu mirip dengan putri Boa, istri kedua dari pangeran Keiji.


Hanya saja gadis ini tidak mengenakan jubah lapis kerajaan, melainkan gadis ini memakai pakaian kekinian seperti Dazai dan yang lainnya. Namun mereka berdua sangat mirip, bisa dikatakan jika gadis itu adalah putri Boa di jaman modern.


"Maaf, tapi namaku adalah Bianca ..." ucap gadis itu dengan ramah.


Dan semenjak itulah Dazai dan gadis bernama Bianca itu mulai berkenalan dan menjadi dekat.


THE END ...


__ADS_1


__ADS_2