Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Sosok Berjubah Hitam


__ADS_3

Suatu ketika pangeran Keiji dan beberapa prajuritnya mengunjungi wilayah klan Ashigaka, sebuah klan yang merupakan salah satu kerabat dari klan Fujiwara.


Karena untuk mempersiapkan perang maha dasyat itu, pangeran Keiji harus benar-benar mengatur strategi perang dengan baik. Dia juga harus menemui beberapa kaisar dari beberapa klan yang merupakan blok sekutunya untuk mempersiapkan semua dengan baik.


Untuk bantuan senjata, prajurit, obat maupun lain sebagainya. Semua itu tentunya harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin.


Setelah selesai menemui kaisar dari beberapa wilayah dan melakukan diskusi bersama, kini pangeran Keiji memutuskan untuk segera kembali ke istananya dengan menunggangi kuda putihnya.


Namun tiba-tiba saja di pertengahan perjalanan saat di melewati sebuah hutan, mereka dihadang oleh segerombolan orang yang berpakaian seperti ninja berwarna hitam. Dan menutupi hampir dari seluruh wajahnya, dan hanya menyisakan pada bagian matanya saja yang terlihat.


Siapa mereka? Mengapa tiba-tiba menghadang kami?


Batin pangeran Keiji menatap waspada hampir 20 pria ninja itu dengan mata yang selalu mengekori setiap pergerakan dari mereka.


"Siapa kalian? Dan mau apa kalian?!" tandas panglima perang Masamune yang juga masih menatap waspada mereka dari atas kuda coklatnya.


"Kalian tidak perlu mengetahui siapa kami! Kami hanya menjalankan tugas saja!!" jawab salah satu dari pria ninja itu lalu mulai memberikan isyarat untuk teman-temannya agar mulai menyerang.


Mereka semua mulai menyerang bersamaan dengan begitu gesit dan cepat. Bahkan para ninja itu juga bisa menghilang namun tiba-tiba muncul lagi dan berhasil melukai para prajurit dengan sangat sempurna.


Prajurit yang tersisa kini hampir setengahnya saja, sementara setengahnya kini masih berusaha untuk melawan para ninja itu, namun para prajurit itu selalu saja gagal melakukannya. Karena pergerakan dari ninja-ninja itu begitu cepat dan gesit.


SRRRTTT ...


Sebuah anak panah beracun tiba-tiba saja melesat dan sudah hampir melukai pangeran Keiji. Namun dengan kekuatan yang dimiliki oleh Dazai yang semakin kuat dan semakin sempurna, kini Dazai bisa menangkap anak panah beracun itu saat anak panah beracun itu hanya tersisa beberapa inchi saja dari wajahnya.


"Cihh!! Siapa yang berusaha untuk memanahku?!" ketus pangeran Keiji sambil melihat ke arah darimana anak panah itu berasal.

__ADS_1


Hingga akhirnya pangeran Keiji mulai menangkap sosok seseorang dengan jubah hitam dan memakai penutup wajah sedang bersembunyi di balik sebuah pohon dan semak-semak.


Dengan cepat pangeran Keiji segera menarik pacuan kudanya untuk segera menangkap orang yang sudah dia curigai sudah berusaha untuk membunuhnya dengan anak panah beracun itu.


Pangeran Keiji semakin mempercepat pacuan kudanya, menyibak dedaunan yang menghalangi jalannya. Namun rupanya orang berjubah serba hitam itu kini sudah berusaha untuk melarikan diri.


Kali ini pangeran mulai berdiri di atas kudanya yang masih terus berlari dengan sangat teratur. Kini pangeran Keiji mulai melompat tinggi dan melakukan salto.


"Hiatthh ..."


Pangeran Keiji melakukan salto ke depan di udara beberapa kali putaran, hingga akhirnya pangeran Keiji mulai mendarat dengan sangat sempurna tepat di hadapan orang berjubah hitam yang memakai penutup wajah untuk menutupi sisi wajah bagian bawahnya.


Pandangan mereka berdua bertemu selama beberapa saat, dan saling menatap penuh dengan kewaspadaan. Bahkan pangeran Keiji kini juga sudah bersiap dengan pedang wields miliknya.



Pangeran Keiji mulai melangkahkan kaki ke depan 3 langkah dengan pelan dan hati-hati. Disaat itu sosok berjubah hitam itu mulai mundur 3 langkah ke belakang.


"Siapa kamu?!" ucap pangeran Keiji masih berusaha untuk mendekati sosok berjubah hitam itu, namun sosok berjubah hitam itu tak menjawabnya sama sekali dan masih melangkah mundur, hingga akhirnya sudah mentok menabrak sebuah pohon besar.


Suasana di dalam hutan ini sedikit gelap, namun tiba-tiba saja ada cahaya mentari yang mulai menembus pepohonan dan sedikit membuat bagian wajah sang sosok berjubah hitam itu sedikit terlihat lebih jelas.


Setelah beberapa saat, akhirnya kini pangeran Keiji mulai mencurigai seseorang karena melihat sesuatu yang sangat dia kenali dan tidak asing.


Bekas luka alis pada bagian kiri? Sorot mata ini ... mengapa dia seperti adik tiriku Azai? Apakah ini sudah waktunya untuk pangeran Keiji mengetahui kebenaran? Dimana pada senja ini ... Azai juga akan tewas?


Batin pangeran Keiji mulai teringat dengan sosok sang adik tiri, Azai. Karena beberapa pekan yang lalu Azai mengalami sedikit luka saat peperangan di wilayah Tadakatsu hingga membuat luka pada alis kirinya.

__ADS_1


Sebenarnya mengetahui sejarah dan masa depan tidaklah selalu baik seperti yang kebanyakan orang bayangkan. Terkadang kita harus menahan rasa sakit dan sesak karena mengetahui kematian dari orang-orang yang ada di sekitar kita.


Meskipun Dazai sangat mengetahui jika pangeran Azai sangatlah licik dan jahat. Namun ketika Dazai mengetahui ajal dari pangeran Azai yang sudah sangat dekat, tentu saja hal itu membuatnya merasa sangat sedih dan sesak. Meskipun sebenarnya bukan dengan kedua tangannya sendiri yang mengakhiri Azai saat itu.


Sosok berjubah hitam itu kini mulai berbalik, lalu dengan cepat dia berlari dan naik ke pohon dan dengan cepat dia mulai melompat kembali ke arah pangeran Keiji dengan mengayunkan sebuah katana.


TRANG ...


Serangan dari sosok berjubah hitam itu kini bisa ditahan oleh pangeran Keiji dengan pedang wields miliknya.


Tak hanya sampai disitu saja, beberapa kali katana dan pedang wields itu saling beradu dan memecah keheningan di dalam hutan ini dengan suaranya yang nyaring saat kedua senjata legendaris itu saling bertaut satu sama lain.


SRRRKKK ...


Hingga akhirnya kini pangeran Keiji mendapatkan sebuah kesempatan dan berhasil menarik menutup wajah yang digunakan oleh sang pria berjubah itu.


Pandangan mereka berdua saling bertemu dan keduanya masih saling bertahan dengan senjata masing-masing saat kedua senjata itu saling bertemu dan saling menahannya.



"Azai ... mengapa kamu melakukan semua ini? Mengapa kamu ingin mencelakaiku? Apa yang sebenarnya kamu inginkan" ucap pangeran Keiji tanpa sadar, dan suaranya begitu bergetar saat mengetahui kebenaran ini.


Dan semua ucapan itu keluar begitu saja dan di luar kendali Dazai. Mungkin sebenarnya yang terjadi saat itu adalah, pangeran Keiji yang merasa begitu sangat kecewa saat mengetahui jika adik tirinya berusaha untuk mencelakai dan melenyapkannya.


Azai menyeringai manis dan semakin memperkuat menekan katana miliknya untuk mendorong pedang wields milik pangeran Keiji. Pangeran Keiji yang merasa cukup terkejut dan kecewa rupanya kini mulai kurang berkonsentrasi, hingga akhirnya Azai berhasil mendorong dan menghempaskan tubuh pangeran Keiji cukup jauh hingga menabrak sebuah pohon.


BRUUGHH ...

__ADS_1


__ADS_2