Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Sebuah Insiden Berdarah


__ADS_3

"Kenshin!! Aktifkan elemen es milikku!! Aku harus melindungi semua pasukan yang sedang ada bersama denganku di dalam kuil Honnoji ini!" titah pangeran Keiji mulai panik ketika api sudah semakin menjalar dan mengepung mereka di dalam bangunan kuil Honnoji.


Tak ada jawaban apapun dari Kenshin sang pemandu sistem. Dan tentu saja hal ini semakin membuat Dazai semakin panik dan kebingungan. Karena seluruh pintu keluar maupun jendela sudah terbakar oleh api yang semakin membesar.


"Kenshin!! Cepat aktifkan elemen es milikku sekarang juga!!" titah pangeran Keiji semakin panik.


Masih saja hening. Tetap tidak ada jawaban sama sekali dari Kenshin sang sistem pemandu.


BRAKK ...


BLARR ...


BRUGHH ...


Reruntuhan bangunan dan api mulai berjatuhan dan hampir saja mengenai salah satu prajurit istana yang saat ini sedang membersamai pangeran Keiji. Dengan cekatan pangeran Keiji segera membantu prajurit itu untuk kembali berdiri lagi.


"Kenshin!! Cepat aktifkan elemen es mikikku atau kita semua akan mati terbakar di dalam kui Hoonoji ini!!" kali ini pangeran memberikan titahnya dengan berteriak dan tak peduli lagi jika para prajurit itu akan mendengarnya.


[ Maaf, Tuan Dazai. Namun semua perintah dari tuan Dazai kali ini tak bisa aku kabulkan. Karena inilah saatnya ... saat kematian dari pangeran Keiji Fujiwara akan segera tiba. Dan aku tak bisa menghalangi semua takdir di masa lalu ini. Karena sejarah harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. ]


Jawab Kenshin sang sistem pemandu yang akhirnya mulai menjawab ucapan dari pangeran Keiji.

__ADS_1


Ucapan dari Kenshin sungguh membuat pangeran Keiji merasa begitu terperanjat dan terkejut bukan main. Meskipun sebelumnya Dazai memang sudah mengetahui jika kematian itu akan segera menghampiri pangeran Keiji, namun tentu saja dia tak akan menyangka jiki kinilah saatnya.


"Apakah itu artinya semua ini adalah perbuatan dari Akechi Mitzunari?" gumam pangeran Keiji pelan dan mulai mengingat semua yang pernah dia pelajari pada mata kuliah sejarah sebelumnya.


Hingga akhirnya pangeran Keiji mulai mengingat sesuatu dan memejamkan sepasang matanya dengan raut wajah yang begitu kalut dan seolah berputus asa.


Argh!! Bodohnya aku!! Mengapa aku sama sekali bisa lupa tentang sebuah insiden berdarah ini? Dimana pangeran Keiji Fujiwara, daimyo Oyakata, yang dikenal sebagai peletak dasar persatuan Jepang pada zaman Sengoku, dikudeta oleh bawahan kepercayaanya sendiri, yaitu Akechi Mitzunari ... cih ... sungguh psikopat gila itu sangat tak tau diri!!


Batin pangeran Keiji merasa kesal, marah, dan kalut karena melihat sosok prajurit yang sedang membersamai dirinya saat ini, dimana para prajurit itu juga memiliki seorang istri dan anak yang akan mereka tinggalkan. Bahkan ada istri dari mereka yang saat ini sedang mengandung.


Dan semua itu begitu membuat sesak pangeran Keiji. Namun kini pangeran Keiji mulai melakukan sesuatu dengan gigih untuk segera meninggalkan tempat itu bersama para prajurit.


Namun percuma saja. Sejarah telah tertulis di masa depan dan tak akan pernah bisa berubah. Kehidupan dan kematian semua telah digariskan! Dan saat ini mereka bukanlah tandingan para pemberontak itu!


Seppuku adalah memotong perut, yaitu suatu bentuk ritual bunuh diri yang dilakukan oleh samurai di Jepang dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah kegagalan saat melaksanakan tugas atau kesalahan untuk kepentingan rakyat. Dan Seppuku pada masa itu hanya akan dilakukan oleh seorang samurai.


Seppuku adalah bagian dari kode kehormatan bushido, dan dilakukan secara sukarela oleh seorang samurai yang menginginkan mati terhormat daripada tertangkap oleh musuh dan disiksa. Atau sebagai bentuk hukuman mati untuk samurai yang telah melakukan pelanggaran serius, atau dilakukan berdasarkan perbuatan lain yang memalukan.


Ritual memotong perut pada seppuku dilakukan di hadapan para saksi mata, yaitu prajuritnya. Perlahan pangeran Keiji mulai duduk bersilang dan menarik pedang wields miliknya.


Seluruh pengawal yang melihat semua itu merasa begitu bersedih, kalut, dan berat hati. Namun mereka tak bisa membantah atau menghalangi niat dari pangeran Keiji. Karena hal seperti itu adalah sudah lumrah dan dianggap pilihan terbaik.

__ADS_1


Kini Pangeran Keiji mulai mendekatkan pedang wields miliknya mendekati pada bagian perutnya. Dazai yang masih sedikit tersadar akan pergerakan tubuhnya yang berada diluar kendalinya kini mulai sedikit menahan agar pedang wields itu tak melukai perutnya.


Tidak!! Pangeran Keiji akan memilih untuk bunuh diri dan tewas dengan cara terhormat. Sedangkan aku masih berada di dalam raganya. Bagaimana ini? Arghhh ...


Batin Dazai masih berusaha untuk mengendalikan tubuhnya, namun rupanya tubuh pangeran Keiji malah bergerak semakin kuat. Hingga akhirnya kini pedang wields itu mulai menusuk perut pangeran Keiji dengan gerakan mengiris perut dari arah kiri ke kanan.


Pengawal setia pangeran Keiji memejamkan matanya ketika melihat semua ini karena merasa tak tega melihat semuanya. Para pengawal setia pangeran Keiji kini juga turut gugur ketika membela pangerannya.


Setelah menghancurkan kuil Honnoji, Akechi Mitzunari mulai menyerang Istana Fuku yang terletak tidak jauh dari situ, di mana kaisar Hanbei sedang berada dengan beberapa pengawal saja di tempat itu.


Kaisar Hanbei yang yang sudah cukup tua dan tak bisa berperang lagi, akhirnya juga melakukan seppuku di istana yang telah terkepung itu. Bahkan shogun Shoto yang saat itu menemani kaisar Hanbei juga ikut gugur malam ini.


Sungguh malam yang sangat tragis. Klan Fujiwara kehilangan 2 sosok pemimpin begitu saja sekaligus karena seorang psikopat Akechi Mitzunari yang begitu serakah.


Namun akhirnya semua kabar itu mulai terdengar oleh sang panglima perang Masamune, hingga akhirnya panglima perang Masamune berhasil mengkonsolidasi kekuatan setelah mengalahkan Akechi Mitzunari serta para prajuritnya yang telah memberontak.


...⚜⚜⚜...


Suasana duka kini telah mewarnai istana Fujiwara. Bahkan seluruh rakyat juga merasa begitu kehilangan dan sangat bersedih. Bagaimana tidak? Dalam satu malam mereka semua kehilangan dua sosok pemimpin tang sangat mereka hormati dan sangat mereka sayangi.


Karena pada masa kekaisaran kaisar Hanbei dan pangeran Keiji, wilayah ini menjadi damai dan sejahtera. Mereka selalu menyejahterakan rakyat dan selalu menomorsatukan rakyat. Mereka tidak egois dan hanya mementingkan diri sendiri.

__ADS_1


Ketiga istri pangeran Keiji terlihat begitu terpukul atas kejadian malam ini. Kehilangan sosok suami yang sangat mereka sayangi, dan kini suami mereka akan pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali lagi.


Ibu ratu Kaguya dan Magoichi juga terlihat begitu terpukul setelah mendengar kematian dari kaisar Hanbei dan pangeran Keiji yang lebih memilih untuk melakukan seppuku itu.


__ADS_2