Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Keberhasilan Misi Puncak


__ADS_3

Pangeran Keiji, pangeran sekutu, para panglima perang dan para parajurit yang tersisa kini mulai kembali ke istana Fujiwara dengan membawa sebuah kemenangan. Dan mereka juga disambut hangat oleh keluarga istana yang tentunya juga sudah begitu menantikan mereka.


Permaisuri Shiina, putri Boa, dan Kikiyo juga terlihat sudah tak sabar untuk menyambut kembalinya sang suami. Dan saat itulah permaisuri Shiina yang berada pada barisan paling depan.


Ada rasa bahagia yang menyelimuti mereka karena pangeran sudah kembali dengan membawa sebuah kemenangan bersamanya. Namun siapa sangka kebahagiaan dan haru ini hanya berlangsung sementara waktu saja. Karena kematian yang sebenarnya sudah menantikan pangeran Keiji dari orangnya sendiri.


Kaisar Hanbei, ibu ratu Kaguya dan juga Magoichi juha terlihat menyambut kedatangan kembali mereka dengan rasa bahagia dan bangga. Namun hal itu tentunya tidaklah sepenuhnya dirasakan oleh Magoichi yang sebenarnya semakin tidak menyukai pangeran Keiji.


GREEEPP ...


Permaisuri Shiina yang sudah tak tahan menahan tangis haru dan bahagia kini segera melemparkan pelukannya pada pangeran Keiji yang baru saja menuruni kereta kencana itu.


"Akhirnya kamu bisa melakukan semua ini dan segera kembali, Suamiku ..." ucap permaisuri Shiina penuh dengan rasa haru.


"Tentu saja aku akan segera kembali dan membawa kemenangan ini, Shiina. Karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri aku akan memberikan kedamaian untuk Fujiwara dan semuanya!" ucap pangeran Keiji berusaha untuk menghibur permaisuri Shiina.


Sedangkan putri Boa dan Kikiyo yang berada di belakang permaisuri Shiina terlihat tersenyum manis dengan mata yang juga sudah berkaca-kaca.


Wajah cantik dari ketiga istrinya mulai ditatap lekat oleh pangeran Keiji. Detail demi detail seolah-olah ingin selalu diingatnya sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan mereka.


Andai ada yang bisa aku lakukan untuk membuat mereka tetap bersama ... rasanya sedih sekali mengetahui jika mereka akan segera berpisah.


Batin Dazai yang tak terasa sepasang matanya juga mulai berkaca-kaca begitu saja.


"Putraku Keiji!! Kamu sudah melakukan semuanya dengan sangat baik! Kamu sudah berhasil membuat dunia ini menjadi damai! Namamu dan segala amal baikmu, akan selalu dikenang di sepanjang masa. Semua orang di dunia ini akan begitu menghormatimu dan selalu menjunjung tinggi namamu." ucap kaisar Hanbei Fujiwara.


Entah mengapa untaian kata dari sang kaisar malah membuat Dazai tiba-tiba saja menangis. Rasanya tak kuasa lagi untuk menahan air matanya.


Memalukan sekali!! Mengapa aku malah menangis?! Aku sudah merusak citra dan kewibawaan pangera Keiji saja. Namun ... semua ucapan dari Yang Mulia kaisar Hanbei adalah benar. Karena pada akhirnya pangeran Keiji Fujiwara memang akan selalu dikenal sebagai tokoh pahlawan di masa depan. Sebagai raja iblis surga ke-6 ( the 6 Th Heaven Lord Demon). Sosok pahwawan yang berjiwa dingin dan kejam namun hanya untuk sebuah kebaikan. Hiks ...


Batin Dazai mulai mengusap air matanya dan mulai melenggang untuk mendatangi sang kaisar.


"Ayah ..." tak kuasa Dazai menahan tangisnya kembali dan malah memeluk sang kaisar.


Sebenarnya kaisar Hanbei merasa cukup bingung karena di dalam seumur hidupnya dia tak pernah melihat putranya menangis, kecuali saat pangeran Keiji saat masih kecil.


Namun Kaisar Hanbei tak terlalu memusingkannya dan mulai mengusap punggung pangeran Keiji.


Dazai juga begitu merasakan kehangatan dan rasa nyaman saat memeluk kaisar yang begitu dikenal di sepanjang masa itu. Atau mungkin semua itu terjadi karena saat ini Dazai sedang memakai tubuh dari pangeran Keiji. Entahlah ...


...⚜⚜⚜...


Malam yang begitu dingin dan menusuk hingga sampai tulang itu kembali dirasakan oleh pangeran Keiji yang saat ini sedang duduk bersantai di teras kamarnya seorang diri.

__ADS_1


Ditambah lagi angin malam yang berhembus semakin membekukan tubuh malam ini. Sama persis dengan rasa dingin yang selalu dirasakan oleh Dazai di masa modern saat di musim dingin.


"Kenshin. Tolong bacakan statusku ..." ucap pangeran Keiji dengam suaranya yang terdengar begitu pelan dan tak bersemangat.


[ Baik, Tuan Dazai. Menampilkan dan membacakan status akan segera dilakukan. Silakan menunggi beberapa saat ...]


DING ...


Ucap Kenshin sang sistem pemandu disertai munculnya sebuah layar hologram berwarna gelap di hadapan pangeran Keiji. Namun pangeran Keiji tak membacanya. Pandangannya hanya kosong dan menatap lurus ke depan.


[《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》


Nama : Dazai Nakahara


Ras : Manusia


Usia : 21 Tahun


Tubuh yang ditempati : pangeran Keiji Fujiwara ( 28 tahun )


Elemen :


- Api : Tersedia ( Lv. 10 )


- Cahaya : Tersedia ( Lv. 9 )


- Es : Tersedia ( Lv. 10 )


- Petir : Tersedia ( Lv. 10 )


- Angin : Tersedia ( Lv. 10 )


Combo skill :


- bisa menyerap energi dari lawan ( non aktif )


- bisa terbang dan mengendalikan tubuh di udara ( non aktif )


- membelah lautan dalam sekali memukulkan telapak tangan ( non aktif )


- membuat bumi berguncang dalam sekali hentakan kaki ke bumi ( non aktif )


Senjata : pedang wields, shotgun

__ADS_1


Teknik bertarung : 99


Ketangkasan : 98


Kecepatan : 100


Kekuatan : 100


Ketahanan : 99


Kemampuan Spesial : Licik, cerdik


Poin sistem : 99


Koin emas : 80.000 keping


Sistem pemandu : Kenshin


Misi utama : completed, hadiah akan segera di dapatkan dalam waktu dekat ini.


《《《《《《《《 System 》》》》》》》》》]


[ Membacakan status selesai, Tuan Dazai. ]


Ucap Kenshin melaporkan status terbaru Dazai dengan membacakannya.


"Hhm. Terima kasih, Kenshin. Itu artinya aku akan segera kembali ke masaku bukan?" ucap pangeran Keiji masih terlihat tak bertenaga dan tak bersemangat.


[ Benar sekali, Tuan. Dalam waktu dekat ini tuan Dazai akan segera menerima hadiah itu. ]


Jawab Kenshin lagi.


DRRTT ...


Tiba-tiba saja pintu kamar mulai terbuka. Terlihat permaisuri Shiina yang sudah menggendong putranya mulai memasuki kamarnya. Namun rupanya pangeran kecil Yan sedang menangis dan tak berhenti sejak beberapa saat yang lalu.


"Ada apa dengan, Yan?" pangeran Keiji yang mendengar putranya nangis tidak wajar, kini segera berdiri dan menghampiri permaisuri yang masih menggendong pangeran kecil Yan.


"Aku juga tidak tau, Suamiku? Sejak beberapa saat yang lalu Yan selalu menangis. Dia tidak mau minum susu, bahkan aku sudah berusaha untuk menggendong dan menang-nimangnya cukup lama, namun dia tidak juga berhenti menangis. Kata tabib istana, Yan kita juga sangat sehat dan tidak sedang sakit. Aku takut sekali, Suamiku ... apalah dia terkena ilmu sihir?" ucap permaisuri Shiina terlihat begitu khawatir dan resah.


Pangeran Keiji yang mendengarkan ucapan dari permaisuri Shiina sebenarnya juga merasa cukup kebingungan. Karena Dazai memang tidak mengetahui apa-apa soal bayi. Namun akhirnya pangeran Keiji berusaha untuk menggendong putranya yang masih berusia hampir 2 bulan itu.


"Berikan padaku ... biarkan aku menggendongnya sebentar." ucap pangeran Keiji dengan hangat.

__ADS_1


Tanpa banyak berkata, kini dengan patuh permaisuri Shiina segera memberikan pangeran kecil Yan kepada pangeran Keiji. Dan betapa terkejutnya mereka berdua ketika pangeran kecil Yan seketika berhenti menangis dan mulai tertidur lelap saat berada dalam gendongan dan pelukan dari sang ayah.


__ADS_2