Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Sebuah Tekad


__ADS_3

Pangeran Keiji tersenyum penuh kepuasan saat mendengarkan status terbarunya yang baru saja dibacakan oleh sang pemandu sistemnya, Kenshin.


Sepasanya matanya kini mulai terbuka perlahan masih dengan bibir yang membentuk sebuah senyuman tipis.


"Aku sudah menjadi semakin kuat rupanya. Hhm ... sebentar lagi aku akan menakhlukkan semuanya!! Sebelum akhirnya tubuh ini menemui kematiannya. Ugh ... andai ada yang bisa aku lakukan untuk menghindari kematian pangeran Keiji. Namun semua itu tak bisa ... membayangkannya saja terkadang juga membuatku merasa sesak. Huft ..." gumam pangeran Keiji mulai memainkan air suci itu dengan jemarinya.


DRRTT ...


Tiba-tiba saja pintu mulai terbuka, terlihat putri Boa sudah mulai memasuki ruangan khusus ini lalu menutup pintu besar itu kembali. Lalu putri Boa mulai melenggang dengan anggun mendekati kolam pemandian itu lalu duduk di tepiannya di dekat pageran Keiji.


"Ada apa, Boa? Apa kamu ingin mandi bersama denganku?" ucap pangeran Keiji menggoda putri Boa dengan nada dan senyuman nakalnya.


Putri Boa yang mendengar ucapan dari dari pangeran Keiji kini mulai merona kembali, namun putri Boa berusaha untuk bersikap tenang dan mulai memainkan air suci obat berwarna kehijauan bening itu dengan jemari kanannya.


"Pangeran Keiji. Yang Mulia Kaisar Hanbei Fujiwara ingin bertemu denganmu. Saat ini Yang Mulia Kaisar Hanbei sudah menunggu pangera di kamarnya." ucap putri Boa menyampaikan.


"Oh. Baiklah. Bagaimana keadaanya saat ini?"


"Setelah meminum ramuan dari tumbuhan obat itu, kini kondisinya semakin membaik." jawab putri Boa seadanya.


"Syukurlah ... baiklah aku akan segera menemuinya setelah menyelesaikan semua ini." ucap pangeran Keiji mulai meraih tangan putri Boa dan membuat mereka saling berpandangan selama beberapa saat. "Ayo mandi bersama!"


"Tap-tapi ... kaisar sedang menunggu pangeran ..."


"Hanya sebentar saja kok ..." ucap pangeran Keiji mulai sedikit menarik lebih kuat tangan putri Boa dan membuat tubuh putri Boa semakin condong padanya.

__ADS_1


Hingga akhirnya ...


BYUURRR ...


Kini putri Boa juga mulai terjatuh di dalam air suci obat itu dan malah menimpa tubuh pangeran Keiji. Seluruh pakaian dan tubuhnya kini menjadi basah begitu saja.


Tangan kiri pangeran Keiji masih menggenggam tangan kanan putri Boa. Sementara tangan kanan pangeran Keiji meraih dan menatan pinggang ramping putri Boa.


"Pangeran. Air ini suci ini hanya dipersiapkan untuk pangeran saja." ucap putri Boa merasa segan dan lancang.


"Tidak masalah kok. Aku bisa berbagi dengan siapa saja yang aku kehendaki. Termasuk kamu, Boa ..." ucap pangeran Keiji semakin memelankan suaranya dan sengaja mengatakannya tepat di dekat daun telinga putri Boa yang saat ini sudah basah karena terkena air pemandian ini.


Perlahan pangeran Keiji semakin mendekati wajah yang selalu terlihat cantik dan kalem itu hingga akhirnya kecupan lembut itu mulai terjadi dan mengenai pipi putri Boa.


Setelah itu pangeran Keiji berusaha untuk sedikit menggeser wajahnya dan berusaha untuk mengecup bibir kemerahan yang sudah sangat menggodanya itu.


DDRRKK ...


Permaisuri Shiina yang baru memasuki ruangan pemandian khusus ini dan baru beberapa saja melangkahkan kakinya, tiba-tiba segera berhenti kembali saat melihat pemandangan manis namun sedikit menyakitkan untuknya itu.


Meskipun sebenarnya selama ini selalu saja ada hal yang membuatnya masih merasa sesak, namun melihat kemesraan pangeran Keiji bersama istri lainnya di hadapannya langsung, tentu saja begitu menyakitkan.


"Aku ... akan kembali nanti saja ..." ucap lermajsuri Shiina mulai berbalik dan segera bergegas untuk meninggalkan tempat ini kembali.


"Kak Shiina ..." ucap putri Boa yang berusaha untuk memanggil dan menahan permaisuri Shiina.

__ADS_1


Namun rupanya permaisuri Shiina tak menghiraukannya sama sekali dan terus berjalan hingga akhirnya dia meninggalkan ruangan khusus ini dan kembali menutup pintu kembali.


"Pangeran ... aku akan segera menyiapkan pakaian ganti untuk pangeran Keiji. Dan aku juga akan berganti pakaian dulu." ucap putri Boa sedikit merasa kikuk dan tentu saja pastinya putri Boa merasa begitu bersalah.


Dengan cepat putri Boa segera bangun dan keluar dari kolam pemandian lalu segera meninggkan ruangan pemandian khusus ini.


"Ugh ... ada apa dengan para wanita itu? Mengapa para wanita itu bisa bersamaan menghindariku? Apakah tingkat pesona dan ketampananku menurun? Ugh ... sial!" gerutu pangeran Keiji yang juga mulai menyudahi ritual mandinya.


...⚜⚜⚜...


"Hormat Yang Mulia kaisar Hanbei Fujiwara." langeran Keiji yang sudah memasuki kamar sang ayah kini mulai memberikan salam penghormatan dengan nada rendah.


"Keiji. Apakah benar jika kamu yang mengambil tanaman obat untukku di balik hutan bayangan? Apakah itu artinya kamu bisa mengalahkan Azzazel, sang naga penjaga lembah bayangan?" tanya kaisar Hanbei Fujiwara yang saat ini terduduk di atas pembaringannya dan sedikit bersandar pada bantal.


"Benar sekali, Ayah! Sebenarnya aku tidak sepenuhnya mengalahkannya. Namun aku hanya sedikit bisa menyelesaikan tantangan darinya saja." jawab pangeran Keiji dengan jujur.


"Benarkah itu? Bisa menyesaikan tantangan dari Azzazel saja itu sudah sangat luar biasa, Keiji putraku!" ucap kaisar Hanbei Fujiwara begitu bangga.


"Benar, Ayah! Biar bagaimanapun aku harus menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi!! Aku harus bisa menjaga keluarga, rakyat dan negeri ini! Aku tak akan membiarkan ketidakadilan terjadi untuk seluruh wilayah ini!! Terutama untuk wilayah Fujiwara!!" ucap pangeran Keiji penuh dengan keyakinan.


"Peperangan maha dasyat akan segera terjadi, Keiji! Mereka telah mengumpulkan sekutu dan saat ini jumlah mereka menjadi semakin besar. Jika sampai Fujiwara terkalahkan, wilayah ini ... seluruh rakyat ... akan menjadi sangat menderita. Karena Hideyoshi adalah seorang pemimpin yang begitu kejam, egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri." ucap kaisar Hanbei Fujiwara begitu kalut saat membayangkan jika sampai wilayah Fujiwara dikalahkan dan seluruh rakyatnya berada dalam genggaman Hideyoshi.


"Ayah jangan khawatir! Karena aku tak akan membiarkan semua itu terjadi, Ayah! Aku akan mempertahankan Fujiwara dengan mempertaruhkan seluruh kekuatan jiwa dan ragaku! Aku tak akan mati sebelum membantai habis mereka!! Dunia yang penuh dengan keadilan akan segera terlahir setelah peperangan maha dasyat itu, Ayah! Aku berjanji akan mewujudkan semua itu, Ayah ..." ucap pangeran Fujiwara penuh dengan keyakinan.


Tentu saja Dazai merasa begitu yakin saat mengatakan semua itu. Karena semua itu sudah tertulis di buku sejarah dan sudah dicetak milyaran buku hingga tersebar di seluruh Jepang dan dipelajari di setiap sekolahan oleh para pelajar, mahasiswi maupun mahasiswa.

__ADS_1


"Kau benar, Putraku Keiji! Keadilan dan perdamaian harus kita ciptakan! Jangan biarkan mereka berhasil menguasai dunia dan memijakkan kaki kotor mereka di atas tanah Fujiwara!!" ucap kaisar Hanbei Fujiwara dengan pelan namun begitu penuh dengan penekanan.


...⚜⚜⚜...


__ADS_2