Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Tantangan Dari Azai


__ADS_3

Suara-suara tembakan terdengar saling bersahutan, pengibaran bendera sebagai lambang sebuah kerajaan dan peniupan cangkang keong juga mulai menghiasi suasana saat ini.


Semua begitu dinikmati oleh Keiji yang sangat menyukai mata kuliah Sejarah. Bahkan sejak SMP, pemuda yang terkenal licik dan cerdik ini memang sudah sangat menyukai mata pelajaran yang hampir tidak disukai oleh kebanyakan orang ini, karena pelajaran Sejarah akan selalu saja membuat mengantuk saat berada di dalam kelas.


Para prajurit yang hampir lengkap dengan pakaian zirahnya itu terlihat begitu bersemangat saat berlatih. Dan kemampuan mereka juga terlihat begitu luar biasa.


Selain melihat para prajurit yang sedang berlatih dan menjelajahi kastil, Keiji juga menjelajahi rumah bagi kuil-kuil dan kediaman samurai yang di masa depan akan menjadi begitu bersejarah.


Ada juga sebuah pertunjukan teater jaman dulu dan demonstrasi memancing dengan burung kormoran. Keiji terlihat begitu menikmati semua ini.


"Suamiku. Kamu ingin jalan-jalan kemana lagi? Tumben sekali hari ini ingin berkeliling istana?" tanya permaisuri Shiina yang merasa jika suaminya sedikit aneh sejak kemarin malam.


"Istriku yang cantik Shiina, aku hanya ingin melihat keindahan istana ini saja. Terima kasih karena sudah menemaniku ya." ucap Keiji dengan senyum lebar.


"Uhm ... oh iya ... aku baru saja ingat!! Selagi ponselku masih hidup! Aku ingin sekali mengabadikan kebersamaan ini bersama dengan kalian." ucap Keiji mulai mengeluarkan ponsel super mewahnya dan segera mengajak Shiina untuk berfoto bersama.


Keiji mulai merangkul Shiina dan menggunakan kamera depan. Namun Shiina malah terlihat begitu kebingungan saat melihat benda yang menurutnya sangat aneh itu. Karena Shiina tak pernah melihat benda itu sebelumnya.


"Suamiku ... benda apa itu? Mengapa terlihat seperti sebuah kaca? Dan mengapa kita ada di dalamnya?" tanya Shiina sangat kebingungan dan mengkerutkan sepasang alis indahnya.


"Hhm ... ya, Shiina. Benda ini menyerupai sebuah cermin saat kita menggunakan kamera depannya. Dan benda ini akan menyimpan gambar yang sudah kita ambil." ucap Keiji menjelaskan sedikit kepada Shiina.


"Kamera? Apa itu kamera? Apakah semacam ilmu sihir? Ataukah sebuah senjata? Suamiku, darimana kamu mendapatkan benda aneh seperti itu? Bagaimana jika itu sangat berbahaya?" tanya Shiina begitu waspada dan sedikit cemas.


Mendengar celoteh dari Shiina membuat Keiji tertawa kecil karena menurutnya semua ucapannya terdengar begitu lucu dan konyol. Bagaimana mungkin sebuah ponsel akan bisa menjadi sangat berbahaya dan disamakan dengan sebuah senjata dan ilmu sihir?

__ADS_1


Namun belum sempat Keiji menjawab ucapan dari Shiina tiba-tiba saja suara Kenshin sang sistem pemandu mulai terdengar oleh Keiji dengan begitu jernih dan jelas.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menerima tantangan untuk latihan berduel dengan pangeran Azai. Dan tuan Dazai harus bisa mengalahkannya. ]


Ucap sang pemandu sistem.


Apa? Mengalahkan pangeran Azai? Tapi ... selama ini aku sama sekali belum pernah menggunakan samurai asli untuk sebuah pertarungan! Lalu bagaimana aku bisa melakukannya? Lagipula dimana Azai? Aku tidak melihatnya.


Batin Keiji begitu syok, namun Keiji mulai celingukan untuk mencari keberadaan Azai. Hingga akhirnya kini Keiji mulai melihat Azai yang sedang berlatih dan berduel bersama seorang prajurit istana dengan menggunakan sebuah katana miliknya yang begitu berkilauan saat terkena cahaya matahari.


[ Tuan bisa menggunakan pedang wields milik tuan. Pedang itu adalah sebuah pedang sihir yang hanya akan bisa digunakan oleh tuan saja. Kekuatan dari pedang itu juga akan mengalir dengan sendirinya pada tubuh tuan saat tuan menggunakannya. Atau tuan bisa menggunakan elemen angin untuk sedikit menyerangnya. ]


Ucap Kenshin lagi.


"Oh ... maaf, Shiina. Nanti aku akan menjelaskan semuanya padamu. Aku juga masih membawa beberapa barang dari jamanku kok. Ada juga beberapa cemilan di dalam ranselku. Nanti aku akan berbagi denganmu ..." jawab Keiji yang semakin membuat permaisuri Shiina semakin melongo kerena kebingungan.


Namun belum sempat terjadi percakapan di antara mereka lagi, kini Azai yang sudah mengenakan pakaian zirah ksatria berwarna hitam dan terlihat begitu gagah, mulai menghampiri Keiji.


Sebuah senyuman miring kini mulai menghiasi wajah tampan Azai saat menatap kakak tirinya, Keiji. Sedangkan Keiji hanya menatap waspada Azai dengan mata yang memicing dan salah satu alisnya diangkat.


"Keiji. Bagaimana jika kita berlatih bersama? Sudah lama kita tidak berlatih bersama bukan?" tanya Azai tersenyum misterius menatap Keiji.


"Baiklah! Ayo!" sahut Keiji tanpa pikir panjang lagi, karena saat ini Keiji juga sedang mendapatkan sebuah misi sistem untuk mengalahkan Azai. "Pengawal, ganti pakaianku!!" imbuh Keiji sambil merentangkan kedua tangannya.


"Baik, Pangeran Keiji!" sahut mereka lalu mulai melepaskan jubah luar kebanggaan Keiji dan segera memakaiakan pakaian zirah berwarna putih.

__ADS_1


Pakaian zirah berwarna putih itu membuat Keiji terlihat semakin gagah dan keren saja. Dan tentu saja lagi-lagi hal itu membuat Keiji takjub luar biasa!!


Wah ... setelah ini harus mengambil beberapa foto dulu!! Pakaian zirah milik pangeran Keiji keren sekali!! Sugoi!!


Batin Keiji berbinar menatap pakaian zirah yang saat ini sudah membalut tubuhnya.


"Ayo lakukan, Keiji-sama!! Kita akan berduel seperti aturan yang biasa kita buat! Yang keluar dari area ini, maka dialah yang kalah!" jelas Azai kembali masih dengan senyuman miring.


Keiji mulai menatap sekitar Azai. Ada sebuah lingkaran putih yang kira-kira berdiameter 5 meter.


Hhm ... jadi intinya aku harus membuat pangeran Azai agar terlempar dari lingkaran ini ya? Semoga saja aku bisa menggunakan pedang wields milik pangeran Keiji dengan baik. Karena pedang itu adalah sudah seperti salah satu organ dalam pangeran Keiji. Hanya bisa digunakan olehnya saja! Baiklah ... semoga kali ini aku bisa ...


Batin Keiji mulai melenggang memasuki arena itu lalu menarik pedang wilds miliknya yang sebenarnya selalu dia bawa dan selalu menempel pada sisi kiri pakaiannya.


Shiina dan Masamune hanya berdiri dan menatap mereka berdua saja, karena hal seperti ini memang sudah sering terjadi, ketika Azai berlatih bersama Keiji.


Dan mereka berdua juga cukup hebat. Dan biasanya berduel dengan cukup baik. Karena Azai juga memiliki elemen kegelapan yang begitu kuat.


"Ayo kita mulai, Keiji-sama!! Hiathhh ..." Azai mulai berlari dan sudah bersiap dengan katana miliknya untuk menyerang Keiji.


Sedangkan Keiji masih memegang pedang wilds miliknya dengan sedikit bingung.


Bagaimana cara menggunakan pedang wields ini? Ayolah, Pedang! Bantu aku kali ini untuk berduel dan mengalahkan pangeran Azai tanpa harus melukainya! Karena kematian pengeran Azai adalah bukan ditanganku! Melainkan di tangan Masamune kelak ...


Batin Keiji yang sudah memegang pedang weilds miliknya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2