Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Elemen Angin


__ADS_3

Azai sudah berlari dengan mengayunkan katana miliknya ke arah Keiji, sementara Keiji masih saja berdiam di tempatnya dan hanya mengamati setiap pergerakan dari Azai saja.


Sebaiknya lakukan pertahanan dengan baik dulu dan fokus dengan pergerakan Azai dalam penyerangan. Baiklah ... dia mengayunkan katana itu dari atas menyamping ke kiri. Itu artinya aku harus menahan dan menggagalkan serangan pada bagian atas sebelah kanan.


Batin Keiji menyimpulkan, karena Keiji pernah membaca sedikit tentang sebuah komik pertarungan dengan memakai katana. Meskipun hanya sebuah komik, namun sepertinya teknik itu cukup beguna saat ini untuk seorang Dazai yang memiliki kemampuan nol besar dalam hal katana.


TRAANGG ...


Serangan dari Azai kini bisa ditahan oleh Keiji dengan menggunakan pedang wields miliknya. Namun kini Azai sedikit memberi tekanan pada serangannya dan sedikit demi sedikit mulai mendorong katana miliknya hingga semakin mendekati wajah Keiji.


Kenshin, aktifkan elemen anginku sekarang juga!


Batin Keiji berusaha untuk menahan serangan dari Azai dan juga berusaha untuk memberikan tekanan untuk pedang wields miliknya.


[ Baik, Tuan Dazai. Elemen angin level 2 akan segera diaktifkan.]


DING ...


Sahut Kenshin sang pemandu sistem Dazai.


Keiji dengan penuh percaya diri mulai melepaskan tangan kirinya dari pedang wields miliknya dan mulai menengadahkan jemari kirinya dengan sedikit menggenggamnya.


Fokuskan elemen angin pada satu titik, yaitu jemarimu, Dazai! Fokuskan itu!!


Batin Keiji mulai memfokuskan dirinya. Sementara serangan dari Azai malah semakin kuat dan semakin mendorong mendekati wajah Keiji, karena saat ini Keiji hanya menahan dengan satu tangannya saja.


Sebuah seringai manis kini mulai menghiasi wajah Azai, karena Azai mulai dipenuhi rasa percaya diri yang begitu tinggi dan merasa begitu yakin jika dirinya bisa mengahkan Keiji.


Namun tiba-tiba saja sebuah pusaran kecil berwarna putih terang dan sangat menyilaukan mulai terlihat di atas jemari kiri Keiji.

__ADS_1


Seketika mulai terasa hembusan angin yang cukup kuat dan memnuat rambut Keiji dan Azai yang panjang khas pangeran pada masa Muromachi mulai menari-nari karena hembusan angin itu.


Bahkan jubah mereka berdua yang sudah tertutup oleh pakaian zirah juga menari-nari di udara.


Kini Keiji mulai mengarahkan jemarinya ke arah Azai dan membuat rambut dan pakaian Azai semakin menari-nari di udara. Disaat Azai mulai terlihat sedikit lengah karena angin itu, kini dengan cepat Keiji mulai menggenggam pedang wields miliknya dengan kedua tangannya.


Dengan begitu kuat Keiji mulai mendorong serangan dari Azai hingga akhirnya mementalkan tubuh Azai ke belakang hingga tubuh Azai terjatuh keluar dari batas arena berbentuk lingkaran itu.


[ Mission completed. Selamat, tuan Dazai sudah berhasil menyelesaikan misi kedua. ]


Tiba-tiba mulai terdengar suara Kenshin kembali dan membiat Keiji tersenyum lebar, lalu Keiji juga mulai menyimpan pedang wields miliknya lagi pada sarungnya pedangnya.


"Arghh ... apa yang barusan itu?" gumam Azai tak mengerti dan masih terduduk di atas tanah.


Namun setelah beberapa saat, seseorang mulai mengulurkan tangan untuk membantu Azai untuk bangun kembali.


"Baiklah, Azai. Kali ini aku yang memenangkan pelatihan kali ini." ucap Keiji tersenyum lebar dan berkacak pinggang menatap Azai karena merasa bahagia.


Kira-kita seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Keiji saat ini. Merasa begitu bangga dan senang sekali.


"Bagaimana jika bertanding sekali lagi, Keiji? Bagaimana jika kita berburu di hutan? Yang paling cepat mendapatkan hasil buruannya dialah pemenangnya. Dan pemenang akan mendapatkan kesempatan memimpin peperangan berikutnya di wilayah Shingen. Bagaimana?" ucap Azai yang sepertinya memang belum puas dan sangat ingin menjadi seorang pemimpin.


Karena selama ini Keiji-lah yang seringkali memimpin peperangan disaat sang kaisar sudah tidak bisa lagi turun di dalam medan pertempuran.


Pangeran Azai memang selalu berambisi untuk menjadi seorang pemimpin dan selalu mencari-cari kesempatan untuh mendapatkan posisi itu. Huft ... tapi menurut Sejarah yang tertulis, untuk penyerangan yang terjadi pada daerah Shingen adalah pangeran Keiji yang memimipin. Dan disanalah dia harus menerima sebuah amanah untuk menikahi putri mahkota dari kaisar Shingen. Tapi ... pangeran Azai sangat bersikeras dengan menantangku dan bertaruh akan hal kepemimpinan. Hhm ... Bagaimana ya?


Batin Keiji yang sebenarnya cukup pusing, karena Dazai sama sekali belum pernah berburu selama ini. Yang sering dia lakukan hanya membeli daging di swalayan besar atau di pasar. Itupun yang membeli adalah sang ibu.


Namun di tengah-tengah kebimbangannya saat ini, tiba-tiba Keiji mulai mendengarkan suara sang sistem pemandunya lagi.

__ADS_1


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan Dazai. Misi kali ini adalah berburu. Tuan harus berhasil mendapatkan seekor hewan buruan lebih dulu dari pangeran Azai. ]


Mendengar ucapan dari Kenshin seketika membuat Keiji terkejut kembali.


Aduh! Bagaimana cara berburu? Aku sama sekali tidak pernah melakukannya sebelumnya. Tapi mau tau mau aku memang harus melakukan semua ini! Dan aku juga harus memenangkannya kembali pertandingan kali ini. Jika sampai aku kalah, maka bukan hanya Sejarah yang akan berubah, namun aku juga akan kehilangan hadiah dari misiku dan malah akan mendapat pinalti! Gunakan otakmu, Dazai!! Ayo gunakan otakmu!!


Batin Keiji berusaha untuk memikirkan sesuatu saat ini untuk menyelesaikan masalahnya.


"Bagaimana Keiji? Apa kamu takut?" ucap Dazai kembali yang kali ini sudah mulai menaiki kudanya dan sudah menggendong peralatan panahnya.


"Apa? Apa kau bercanda? Tidak ada takut dalam kamusku!" tandas Keiji dengan tegas.


Kecuali omelah ibuku! Hiks ... aku malah merindukan okaa-san.


Batinnya malah teringat dengan sang ibu dan mulai murung.


"Kalau begitu ayo segera lakukan, Keiji!! Ingat!! Yang paling cepat membawa hewan buruan ke istana, dialah pemenangnya! Kakak ipar, Shiina. Aku ingin kamu menjadi saksi dalam pertandingan kita berdua!" ucap Azai mulai menatap Shiina.


Permaisuri Shiina tiba-tiba saja sedikit terkejut setelah mendengar ucapan dari Azai, namun akhirnya permaisuri Shiina mengangguk dan mengiyakan permintaan dari Azai.


Azai mulai bergegas meninggalkan istana menuju hutan dengan menunggangi kudanya dan diikuti oleh beberapa prajurit. Sementara Keiji masih menunggu seorang kaki tangannya untuk mempersiapkan peralatan memanah.


"Berikan aku shotgun juga!" titah Keiji kepada anak buahnya.


"Baik, Pangeran Keiji." sahut seorang prajurit lalu mulai memberikan sebuah shotgun untuk Keiji.


Aku tidak bisa memanah, namun aku bisa sedikit menggunakan shotgun! Jadi untuk antisipasi, aku juga akan membawa shotgun saja. Semoga dewi fortuna berpihak padaku.


Batin Keiji lalu mulai menaiki kudanya dan bersiap untuk segera pergi menyusul Azai ke hutan.

__ADS_1


Masamune dan beberapa prajurit juga mulai mengikuti Keiji dengan kudanya masing-masing. Mereka semua segera menuju ke dalam hutan untuk mengawal Keiji saat berburu.


__ADS_2