Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

"Akhirnya aku hamil ... aku bahagia sekali." gumam wanita cantik itu masih berada dalam pelukan sang suami, pangeran Keiji.


"Hhm ... mulai sekarang aku akan lebih memperhatikanmu. Kamu tidak boleh terlalu lelah, kamu harus memperbanyak istirahat, dan kamu jangan terlalu banyak pikiran." ucap pangeran Keiji dengan hangat dan mengusap lembut rambut permaisuri Shiina.


"Hhm. Iya, Suamiku ..." sahut permaisuri Shiina dengan lembut dan nada bicaranya terdengar penuh dengan kebahagiaan.


Namun tiba-tiba saja permaisuri Shiina malah mendorong tubuh pangeran Keiji dengan begitu kasar. Dan tentu saja hal itu cukup membuat pangeran Keiji merasa sangat terkejut.


Kini wajah ayu itu terlihat mulai murung. Bahkan permaisuri Shiina mulai beralih menatap ke samping dan memutar posisi duduknya membelakangi pangeran Keiji.


"Istriku Shiina. Ada apa, Sayang? Mengapa kamu terlihat begitu murung dan kesal? Apa ka.u sedang menginginkan sesuatu untuk dimakan? Apa kamu sedang mengidam? Katakan padaku apa yang ingin kamu makan, Sayang! Aku akan meminta prajurit istana untuk mendapatkan apapun yang kamu inginkan saat ini."


Ucap pangeran Keiji meraih kedua bahu permaisuri Shiina dan mendekatkan wajahnya di atas bahu kiri permaisuri Shiina.


"Tak perlu memikirkanku! Bukankah besok kamu harus menikah! Pergi dan persiapkan semuanya saja untuk pernikahanmu besok! Aku bisa mengurus diriku sendiri dengan baik!" ucap permaisuri Shiina yang sepertinya masih merasa cukup kesal dan marah akan hal itu.


"Ahh ... sayang. Persiapan untuk pernikahan besok akan diurus semua oleh orang-orang di kerajaan Fujiwara ini. Dan Masamune juga akan memantau semuanya dengan baik! Kamu tidak perlu khawatir. Malam ini aku akan disini untuk menemanimu dan menjagamu." ucap pangeran Keiji dengan begitu manis.


Namun permaisuri Shiina masih saja terdiam dengan wajah cemberutnya. Hingga akhirnya pangeran Keiji mulai memeluk permaisuri Shiina dari belakang dan mendaratkan dagu indahnya di atas bahu permaisuri Shiina.


"Istriku Shiina ... tolong jangan seperti ini. Kata dokter ... uhm ... maksudku ... kata tabib kamu tidak boleh banyak pikiran, Sayang. Kasihan putra kita jika kamu selalu bersedih ..." ucap pangeran Keiji membujuk sang istri.


"Mengapa kamu selalu saja berkata dengan penuh keyakinan jika aku akan melahirkan seorang putra? Bagaimana jika aku melahirkan seorang putri? Apakah disaat itu kamu akan benar-benar meninggalkanku?" ucap permaisuri Shiina begitu bergetar dan terdengar begitu menyesakkan.

__ADS_1


"Tidak, Sayang. Kita akan memiliki seorang putra. Percayalah padaku ..." ucap pangeran Keiji sedikit memiringkan wajahnya untuk menatap sisi samping wajah permaisuri Shiina.


Dan tentu saja Dazai merasa begitu yakin dan percaya diri saat mengatakan semua itu. Karena Dazai begitu mengingat yang tertulis di dalam buku sejarah itu, jika pangeran Keiji akan memiliki seorang putra dari permaisuri Shiina dan seorang putri dari sang istri kedua, putri Boa.


Sang putra itulah yang kelak akan menjadi penerus dari dirinya disaat dia sudah tumbuh dewasa. Dia akan memimpin kekaisaran Fujiwara dan semua wilayah lainnya.


"Dan aku tak akan pernah meninggalkanmu, Shiina. Namun ... sebenarnya kelak akulah yang akan pergi lebih dulu hingga perpisahan abadi itu terjadi ..." ucap Dazai tanpa sadar dan mulai mengingat sesuatu yang membuatnya cukup merasa bersedih.


Sesuatu itu adalah kematian dari pangeran Fujiwara ... karena setelah perang maha dasyat itu terjadi, maka tak lama dari saat itu, seorang pengikutnya sendiri rupanya telah berkhianat dan mengakhiri nyawa pangeran Keiji, hingga sang pangeran meregang nyawanya.


"Apa maksudmu? Apakah maksudmu adalah ... kamu akan benar-benar meninggalkanku suatu saat nanti?" tanya permaisuri Shiina merasa kebingungan.


"Itu pasti akan terjadi bukan, Shiina? Manusia itu hidup, dan suatu saat dia juga akan mati. Begitulah kehidupan. Disaat sang dewa kematian datang untuk menjemput, maka tak ada yang bisa kita lakukan lagi." ucap Dazai kembali teringat dengan dirinya sendiri saat ini.


"Aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan kalian. Aku ingin mengukir kenangan manis bersama denganmu sebelum perpisahan untuk selamanya itu terjadi ..." imbuh pangeran Keiji mulai semakin menyandarkan kepalanya pada leher jenjang permaisuri Shiina.


Meskipun jiwanya adalah Dazai, namun tubuh serta darah yang mengalir pada tubuhnya adalah sepenuhnya milik pangerwn Keiji. Dan mungkin saja saat ini keduanya juga sudah saling bergantung satu sama lain.


Sehingga jiwa Dazai juga bisa merasakan kesedihan yang pastinya akan dirasakan oleh sang pangeran Keiji karena sebuah perpisahan itu. Karena bagaimanapun sejarah tetaplah berjalan sebagaimana mestinya. Dan kematian pangeran Keiji sudah tertuliskan di dalamnya.


"Jangan membicarakan yang tidak-tidak ..." ucap permaisuri Shiina yang sebenarnya masih merasa kesal dan marah kepada pangeran Keiji.


"Istriku, Shiina. Aku bicara apa adanya. Tak menutup kemungkinan aku akan tewas saat berperang melawan mereka." ucap pangeran Keiji begitu lirih. "Aku tak sabar ingin segera melihat dan menggendong putra kita." imbuh pangeran Keiji mengusap lembut perut permaisuri Shiina yang masih begitu rata.

__ADS_1


Di tengah-tengah kehangatan yang sedang terjadi saat ini, tiba-tiba saja mulai terdengar kembali suara Kenshin sang pemandu sistem.


[ Misi akan segera dimulai, Tuan Dazai. Jika tuan bisa menyelesaikan misi kali ini sistem akan memberikan hadiah ganda. Misi kali ini adalah menyelesaikan masalah yang sedang terjadi saat ini. ]


Hhmm? Menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini? Baiklah ... itu mudah sekali bukan? Aku hanya harus membujuk permaisuri Shiina dengan hal-hal manis. Selain itu itu juga adalah surga dunia untukku. Hehe ...


Batin Dazai tersenyum nakal dan mulai mengecup lembut leher jenjang Shiina.


Namun ditengah-tengah semangat Dazai yang sangat menggebu-gebu saat ini, tiba-tiba saja mulai terdengar ritme teratur dari arah pintu yang membuat Dazai menghentikan niatnya.


Tok ... tok ... tok ...


"Haishhh ... siapa yang berani mengganggu waktu beristirahatku?! Mau kelempar ke kolam buaya dan kujadikan makanan buaya ya!" geram pangeran Keiji merasa kesal. "Aku akan melihatnya sebentar. Kamu disini saja, Sayang." imbuh pangeran Dazai dengan terpaksa segera bangkit kembali untuk melihat sang tamu, atau- lebih tepatnya sang pengganggu.


DRTTT ...


Pangeran Keiji mulai membuka pintu kamarnya dan kekesalannya semakin memuncak saat melihat salah satu prajurit istana sudah berdiri di balik pintu dengan wajah ketar ketir.


Namun belum sempat Dazai meluapkan amarahnya kepada prajurit itu, rupanya sang prajurit dengan cepat menyela dan melaporkan sesuatu.


"Maaf, Pangeran Keiji. Namun aku datang untuk melaporkan sesuatu! Istana Fujiwara sedang diserang oleh kekaisaran Nobuhide. Mereka sudah mengepung istana ini dan mereka sudah mulai menyerang." ucap prajurit itu ketar-ketir.


Apa? Jadi misi yang Kenshin maksud adalah ini? Dan bukan untuk membujuk permaisuri Shiina lagi ya. Huft ... sepertinya aku terlalu memiliki otak kotor.

__ADS_1


Batin Dazai menepuk jidatnya sendiri.


__ADS_2