
Di dalam sebuah kamar, terlihat permaisuri Shiina yang hanya duduk termenung di depan sebuah lentera berwarna kemerahan yang menerangi kamarnya saat itu.
Sudah 3 hari kamar itu selalu hening tanpa ada canda tawanya bersama pangeran Keiji. Hanya aroma khas dari pangeran Keiji saja yang masih tersisa di dalam kamar ini.
Sepasang mata bening yang selalu terlihat begitu hangat dan menawan itu kini mulai terlihat berkaca-kaca kembali disaat permaisuri Shiina mengingat kembali jika suaminya kini sudah memiliki istri selain dirinya.
Meskipun permaisuri Shiina sudah menghikhlaskan secara lahir dan ucapan, namun hatinya masih begitu sakit dan sesak.
Tentu saja! Wanita mana yang tidak akan sakit dan sesak ketika melihat suami yang sangat disayangi dan dicintai tiba-tiba menikah kembali?
Padahal saat itu pangeran Keiji hanya berpamitan untuk pergi berperang dan membantu kerajaan Shingen, namun rupanya sang pangeran Keiji malah kembali dengan membawa istri mudanya yang baru saja dinikahinya.
DRRKK ...
Pintu kamar tiba-tiba saja mulai terbuka. Suara derap langkah kaki juga mulai terdengar memasuki kamar ini dan perlahan juga mulai mendekati permaisuri Shiina.
Namun permaisuri Shiina masih saja terlihat murung dan hanya menatap nanar lentera kemerahan di hadapannya itu.
"Shiina ..." ucap pria yang tak lain adalah pangeran Keiji dengan begitu lembut.
Pangeran Keiji juga sudah mulai duduk bersilang di sebelah permaisuri Shiina. Permaisuri Shiina yang mendengarkan panggilan yang terdengar begitu maskulin dan hangat itu kini mulai beralih menatap sang pemilik suara tersebut.
"Kamu menangis?" tanya pangeran Keiji saat melihat pipi permaisuri Shiina yang sudah basah karena air matanya.
Pangeran Keiji mulai menyeka air mata hangat itu dengan jemarinya.
"Shiina apa kamu masih marah dan kesal padaku? Aku sungguh minta maaf padamu, Sayang." ucap pangeran Keiji yang terlihat begitu menyesal, namun tak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa meminta maaf dengan tulus kepada permaisuri Shiina.
__ADS_1
"Tidak, Pangeran Keiji. Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu. Karena aku sudah begitu egois dan hanya memikirkan diriku sendiri. Aku minta maaf ..." ucap permaisuri Shiina begitu lirih dan entah mengapa malah terdengar begitu menyesakkan.
Pangeran Keiji mulai meraih kedua jemari permaisuri Shiina dan mulai mengecupnya dengan lembut. Bibir yang terasa sedikit dingin itu berlama-lama mengecup punggung telapak tangan permaisuri Shiina.
"Aku berjanji padamu. Aku akan berlaku adil untuk kalian berdua. Aku tidak akan mengesampingkanmu atau melupakanmu, Shiina. Aku juga sangat tidak sabar menantikan seorang putra darimu ..." ucap pangeran Keiji dengan sangat hangat, dan seakan sudah menyihir permaisuri Shiina.
Pangeran Keiji mulai mendekati wajah ayu itu dan mulai memiringkan kepalanya, hingga akhirnya ujung hidungnya yang mancung mulai menyentuh pipi permaisuri Shiina.
Disaat itulah permaisuri Shiina mulai memejamkan sepasang matanya dan tak lama setelah itu dirasakannya sebuah kecupan yang begitu lembut dan hangat mulai menyentuh bibirnya. Bahkan pangeran Keiji juga semakin mendorong tubuh permaisuri Shiina hingga membuatnya terbaring.
...⚜⚜⚜...
"Wah ... terlempar di jaman kuno rupanya tak terlalu buruk!! Aku bahkan malah memiliki 2 istri cantik sekaligus! Bukan hanya bisamelihatnya saja, namun aku juga bisa merasakan semua keindahan surga dunia itu! Yang biasanya hanya berada di dalam anganku saja, namun aku bisa melihatnya secara langsung! Dan aku bisa merasakannya secara langsung! Ini benar-benar keren!! Aku beruntung sekali ya!"
Gumam pangeran Keiji masih terbayang akan pertempurannya bersama permaisuri Shiina, bahkan Dazai juga kembali teringat saat malam indahnya bersama dengan Boa.
SSRREETT ...
JLEBB ...
Anak panah itu menembus beberapa helai rambut pangeran Keiji dan menancap pada pohon di belakangnya. Semua ini sungguh membuat pangeran Keiji terkejut bukan main. Bahkan seketika membuatnya senam jantung.
"Arghh ... sialan! Siapa yang sudah berani kurang ajar melakukan semua ini? Mau mati ya dia?! Hampir saja anak panah ini mengenai wajahku!!" geram pangeran Keiji merasa begitu kesal dan dipenuhi amarah.
Sangat tidak lucu bukan, jika seorang pangeran tiba-tiba saja terkena sebuah anak panah saat melamun santai di dalam hutan disaat beristirahat sejenak ketika berburu?
Namun ditengah-tengah amarahnya, tiba-tiba saja ada seorang gadis cantik yang berjalan ke arahnya dengan membawa seorang busur panah dan beberapa anak panah.
__ADS_1
Dalam sekejap amarah pangeran Keiji berubah menjadi kegaguman karena melihat gadis cantik yang mengenakan yukata baju berwarna putih dan dipadankan dengan hakama samurai ( pakaian luar tradisional Jepang yang dipakai untuk menutupi pinggang sampai mata kaki) berwarna merah.
Rambut hitamnya yang panjang sedikit diikat ke belakang, wajahnya terlihat sedikit dingin dan selalu waspada, namun tak mengurangi sedikitpun kecantikannya.
Wah, siapa lagi gadis cantik ini? Mengapa begitu banyak gadis cantij yang aku temui di jaman Muromachi ini? Hehe ... membuatku semakin ingin lebih lama berada disini saja.
Batin pangeran Keiji menatap takjub gadis pemanah yang saat ini sudah berdiri tepat di hadapannya.
"Jangan sembarangan lagi membunuh para rusa itu! Mereka adalah teman-temanku!! Mereka berhak untuk tetap hidup!!" ucap gadis itu dengan cukup tegas dan sepasang matanya menatap pengeran Keiji tajam.
Mendengar ucapan dari sang gadis kini membuat Dazai sedikit gelagapan dan merasa bersalah. Namun akhirnya Dazai segera mengingat sesuatu tentang gadis pemanah yang tertulis di dalan sejarah itu. Namun karena merasa sedikit ragu, akhirnya Dazai ingin memastikannya lagi.
"Baiklah, aku minta maaf. Sebenarnya aku hanya melakukan semua ini karena hobi. Kalau boleh tau siapa namamu?" tanya pangeran Keiji berusaha untuk memastikannya lagi.
"Tidak penting kamu mengetahui siapa aku! Cukup tinggalkan tempat ini dan jangan menyakiti mereka lagi!" ucap gadis itu begitu dingin dan segera berbalik lalu melenggang.
Cih ... jika melihat wataknya, sepertinya dia adalah gadis pemanah yang akan menjadi istri ketiga dari pangeran Keiji Fujiwara. Tapi ... apakah semua itu benar? Apakah gadis pemanah itu adalah Kikiyo?
Gumam pangeran Keiji masih menatap punggung gadis itu yang sudah semakin berjalan menjauh darinya. Namun tiba-tiba saja mulai terdengar seperti ada sebuah penyerangan yang terjadi tak jauh dari mereka berada.
Sang gadis yang mengenakan setelan yukata baju dan dipadankan dengan hakama samurai itu kini segera mempercepat untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini.
Belum sempat pangeran Keiji beranjak dan mengejarnya, tiba-tiba saja suara Kenshin sang sistem pemandunya kini mulai terdengar ditengah-tengah gentingnya suasana saat ini.
[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menyelamatkan gadis pemanah bernama Kikiyo dan sebisa mungkin tuan harus bisa mempersuntingnya sesuai dengan sejarah yang sudah tertulis. ]
__ADS_1