
Seeokor makhluk besar yang memiliki sayap, bermata merah tanduk, empat kaki, dan memiliki bentuk seperti ular mulai terbang ke udara dengan pelan. Makhluk itu mulai mendongak ke atas dan mulai mengeluarkan nafas api.
"Kenshin, kini apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa menyelesaikan misi kali ini? Ini sungguh menakutkan sekali ..." gumam pangeran Keiji sangat lirih dan nyalinya seakan mulai menciut.
[ Tuan Dazai sangat cerdas dan licik bukan? Gunakan kemampuan itu dan berpikirlah dengan jernih, Tuan. ]
Jawab Kenshin sang pemandu sistem dengan entengnya. Padahal saat ini pangeran Keiji sedang begitu kebingungan dan sangat ketakutan bukan main.
Dan sebenarnya bukan hanya pangeran Keiji yang sedang ketakutan, namun semua kuda-kuda yang mereka tunggangi sudah meringkik dan sedikit mengangkat tubuhnya, karena mugkin merasa terancam.
Namun Masamune dan para prajurit segera menenangkan kuda mereka kembali dengan mengusap pelah kepala kuda itu dan melakukan beberapa hal lain yang sungguh tidak dimengerti oleh pangeran Keiji.
Berpikirlah dengan tenang, Dazai!! Tenanglah ...
Batin pangeran Keiji berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.
Huft ... tenganglah, Dazai!! Ingat mata kuliahmu baik-baik!! Naga digambarkan memiliki sifat yang merupakan gabungan dari fitur dalam ras felin, aves, dan reptil. Para profesor mengatakan dan mempercayai bahwa kemungkinan besar naga merupakan gambaran dari buaya, khususnya dengan karakteristik tempat tinggalnya, yaitu di rawa-rawa ataupun hutan yang lebat, juga struktur tubuhnya, menjadikan hewan ini sebagai asal-usul penggambaran dari naga Oriental modern. Namun masalahnya dia sangat besar dan bisa terbang ... hiks ...
Batin pangeran Keiji mulai ciut kembali.
Bahkan jika naga itu meniup, maka sekali tiupan akan menghancurkan seluruh tumbuh-tumbuhan dan tidak akan pernah tumbuh lagi tumbuhan tersebut.
Batin pangeran Keiji yang masih menatap makhluk besar itu yang kini malah terbang semakjn mendekati mereka semua.
Pangeran Keiji yang menyadari itu kini mulai memundurkan kudanya dan sepasang matanya semakin melotot, bahkan selama beberapa saat pangeran Keiji juga menahan nafasnya.
__ADS_1
"Apa yang kalian inginkan dengan datang ke lembahku?" tiba-tiba saja naga itu bisa berbicara dalam bahasa mereka.
"Kami meminta ijin untuk mengambil beberapa tanaman obat. Karena kaisar Hanbei Fujiwara saat ini sedang sakit." jawab Masamune dengan pelan namun penuh dengan penekanan.
"Kalian boleh mengambil tanaman obat itu namun aku memiliki sebuah syarat. Aku ingin berduel dengan pangeran kalian sekarang!" jawab sang naga mulai beralih menatap pangeran Keiji dengan sepasang mata merahnya yang sangat besar.
Mendengar ucapan itu, tentu saja membuat pangeran Keiji semakin syok dan seluruh tubuhnya seakan menjadi begitu lemas dan tak bertenaga.
Hanya dengan bertatapan dengannya saja rasanya sudah hampir mau pingsan. Lalu bagaimana aku bisa berduel dengan naga penjaga ini?
Batin pangeran Keiji semakin memeperkuat menggenggam pedang wields yang masih bercahaya dengan terang itu.
"Jika pangeran kalian bisa melukaiku sedikit saja, maka aku akan membiarkan kalian mengambil tanaman obat itu sebanyak apapun. Namun jika pangeran kalian tidak bisa melakukannya, maka akan aku pastikan kalian semua tak akan bisa kembali lagi. Dan kalian akan menjadi santapanku malam ini." ucap naga itu kembali.
Pikirkan sesuatu, Dazai!! Intinya kamu harus bisa memenangkan semua ini dan mengalahkan naga penjaga lembah ini bagaimanapun caranya!! Kamu harus bisa melukainya sedikit saja!! Jika tidak maka habislah riwayatmu dan semua prajuritmu!!
"Baiklah!! Aku akan melakukannya!!" jawab pangeran Keiji dengan lantang, padahal sebenarnya dia masih begitu ketakutan saat ini.
Namun tentu saja mau tak mau pangeran Keiji harus segera menyelesaikan semua ini sebelum matajari terbit.
"Baiklah ..." ucap naga penjaga itu lalu mulai terbang dan berbalik kembali.
"Pangeran Keiji, berhati-hatilah ..." ucap Masamune sedikit mengkhawatirkan pangeran Keiji, karena akhir-akhir ini menurutnya pangeran Keiji sedikit berubah dan tidak seperti pangeran Keiji yang selama ini dikenalnya.
"Hhm!!" jawab pangeran Keiji singkat dan segera menjalankan kudanya ke depan. "Kuda baik, jangan takut ya!! Kita akan mengalahkan naga besar itu bersama!" bisiknya sambil mengusapkan pedang wields itu pada kepala kuda putih yang sedang ditungganginya saat ini.
__ADS_1
Kuda yang pada awalnya menolak untuk berjalan dan meringkik itu seketika menjadi mematuhi ucapan dari pangeran Keiji.
Wah!! Pedang sihir ini berguna juga ya. Hmm ... aku baru menyadari kekuatan lainnya.
Batin pangeran Keiji tersenyum tipis menatap pedang wields yang masih berada di dalam genggamannya itu. Rasa percaya diri dan keberaniannya kini mulai tumbuh kembali, meskipun hanya secuil saja.
Pangeran Keiji kini mulai berdiri dengan tegap di atas kuda putihnya dan mengangkat tinggi pedang wields itu ke udara.
"Aktifkan elemen apiku juga, Kenshin!! Aku akan berusaha untuk menyerangnya dengan pedang wields api!" titah pangeran Keiji mulai memfokuskan energinya kembali pada satu titik di tangannya dan mulai menyalurkannya pada pedang sihir itu.
[ Baik, Tuan Dazai. Elemen api level 8 juga akan segera diaktifkan. ]
DING ...
Hanya dalam beberapa detik saja, kini pedang wields itu sudah memancarkan cahaya jingga keputihan dan sangat menyilaukan siapa saja yang melihatnya.
Pangeran Keiji kini mulai melompat tinggi dan menghempaskan pedang wields miliknya dengan sekuat tenaganya. Namun rupanya sang naga penjaga dengan begitu mudah menangkisnya dengan ekornya sehingga membuat pedang bercahaya jingga keputihan itu malah tertancap di atas tanah di dekat para prajuritnya.
"Kau tak akan bisa melukaiku! Kau tak akan bisa menyentuhku! Sebaiknya persiapkan saja diri kalian untuk menjadi santapan makan malamku. ssttttt ..." naga itu berdedis dan mulai terbang rendah.
Salah satu prajurit kini sudah datang mendekati pangeran Keiji dan segera memberikan pedang wields miliknya. Kali ini pangeran Keiji berusaha untuk menghunuskan pedang itu untuk melukai beberapa bagian pada tubuh naga itu ketika sang naga mulai terbang rendah di dekat pangeran Keiji.
Namun semua serangannya meleset dan tak ada satupun yang bisa melukai naga itu! Atau sebenarnya pedang wields itu tak bisa menyentuh tubuh sang naga. Bahkan energi pangeran Keiji kini juga sudah mulai berkurang karena sudah cukup lama dia mengerahkan tenaganya untuk melukai naga itu dengan pedang wieldsnya.
"Sial! Jika begini terus aku akan segera kalah. Dan misiku akan gagal. Bagaimana ini?" gumam peangeran Keiji mulai memikirkan sebuah cara lain untuk menghadapi naga itu.
__ADS_1
Hingga akhirnya kini pangeran Keiji mulai menaiki kudanya kembali dan mengarahkannya berputar untuk mendekati para prajuritnya kembali.
"Berikan aku busur panah dan beberapa anak panah!! Aku akan berusaha untuk menyerangnya dengan anak panah!!" ucap pangeran Keiji mulai berpikir ke arah sana.