Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Keiji Vs Mouri


__ADS_3

BRRUGGHH ...


Mouri, sang bos perompak bajak laut kini mulai menurunkan dan menghempaskan dengan sangat kasar tubuh Kikiyo di hadapannya. Sebuah seringai mulai menghiasi wajahnya menatap sang gadis yang sudah terduduk di atas lantai kapal berbahan kayu yang sesekali berderit itu.


"Sudah lama berada di atas kapal dan sudah lama aku tidak bersenang-senang dengan para gadis. Namun kamu tepat sekali datang padaku saat ini. Gyahaha ..." ujar sang bos perompak itu disertai dengan tawa yang begitu menyebalkan dan menggelegar.


Kikiyo masih menatap tajam Mouri dengan waspada. Namun gadis itu juga sedikit mundur untuk berusaha menjauh dari sang bos perompak itu. Beberapa barang yang berada di sekitarnya mulai dilemparnya ke arah Mouri dan mengenai beberapa bagian dari tubuh Mouri.


Bahkan pelipis Mouri sampai berdarah karena terkena salah satu benda itu. Dan semua itu tentu saja membuat sang bos perompak semakin merasa kesal dan dipenuhi dengan amarah.


"Dasar, J*lang sialan!! Berani sekali kamu melakukan hal semacam ini kepada seorang Mour Motochika!! Kamu harus segera dikukum!! Kamu sudah berani kurang ajar!! Ggrrrr ..." geram Mouri sang bos perompak sudah dipenuhi dengan amarah yang sudah semakin memuncak.


Kini tak ada barang apapun lagi di sekitar Kikiyo, sehingga gadis itu segera berbalik dan merangkak untuk menghindari sang bos perompak.


Sementara Mouri segera melangkahkan kakinya kembali beberapa langkah dan semakin mendekati Kikiyo. Dengan gerakan yang cepat dan kasar Mouri segera meraih pakaian yukata baju warna putih bagian belakang Kikiyo dan menariknya hingga koyak.


SRREETTT ...


Tak puas dengan itu saja, Mouri terus saja berusaha untuk merobek seluruh yukata baju itu, bahkan hakama samurai berwarna merah itu juga sudah sedikit koyak.


"Wah ... aku sudah tidak sabar ingin segera bermain bersamamu! Jangan terus bebusaha untuk melarikan diri dariku, Sayang. Itu akan percuma saja! Tak akan ada yang datang untuk menyelamatkanmu! Gyahaha ..." Mouri kembali tertawa lepas dan mulai menarik sisa yukata baju dan hakama itu hingga kini tak menyisakan apapun untuk menutupi tubuh gadis itu.


Dengan cepat Mouri segera mencengkeram dengan kuat lengan kedua tangan Kikiyo dan mulai berusaha untuk menikmati tubuh gadis itu dan memulainya dengan menciumi leher jenjang gadis itu.


"Kep*arat sialan!! Kau benar-benar bukan manusia!! Kau seperti seekor hewan!! Ughh ... menjauhlah dariku ..." tandas Kikiyo , namun ucapannya terdengan mulai tak berdaya ketika sang bos perompak berusaha untuk melakukan hal lainnya lagi.

__ADS_1


"Ya!! Aku adalah seeokor hewan liar dan buas!! Dan kali ini aku akan menerkammu!! Ggrrr ..." bisik Mouri tepat di dekat telinga sang gadis dan mulai memainkan lidahnya pada daun telinga sang gadis.


"Pergi kau, B*jingan ..." rintihnya masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari sang bos perompak dengan wajah yang sudah basah karena air mata, karena hal seperti ini adalah hal yang begitu menyakitkan untuknya.


Sang bos perompak tak mendengarkan Kikiyo sama sekali dan malah semakin buas untuk menikmati tubuh gadis itu, hingga kini dia mulai berusaha untuk menuruni bagian dada.


Namun belum sempat Mouri menikmati kedua squishy kenyal itu, tiba-tiba saja ada yang menarik dan menjambak rambutnya dengan sangat kasar lalu menghempaskan tubuh Mouri hingga menabrak dinding kalal.


BRAKK ...


"Brengs*k!! Siapa yang berani menggangguku?! Cari mati kau?! Hhaahh??!!" geram Mouri berusaha untuk bangun kembali.


Sementara pria yang baru datang yang tak lain adalah pangeran Keiji itu kini mulai melepas jubah luarnya yang berwarna putih dan mulai memakaikannya untuk menutupi tubuh polos Kikiyo.


"Kka-kamu ..." ucap Kikiyo sedikit bergetar dan mendongak menatap Keiji dengan wajah yang masih basah karena beruraian dengan air mata hangatnya.


"Apa kau bilang?! Mau menghabisiku? Ciihh ... memang siapa kau sampai begitu percaya diri sekali!!" geram Mouri yang sudah berdiri kembali dengan membawa jangkar raksasanya lalu menghentakkannya di lantai.


Sementara pangeran Keiji mulai bersiap dengan pedang wields miliknya yang sedang digenggamnya dengan kedua kedua tangannya. Sementara sepasang matanya masih menatap tajam Mouri.


"Aku adalah pangeran Keiji Fujiwara dari kerajaan Fujiwara!! Dan akulah yang akan membuatmu menemui ajalmu dengan pedang wields milikku ini!!" ucap pangeran Keiji menandaskan dengan begitu tegas dan penuh percaya diri.


Karena menurut sejarah yang tertulis, kematian dari seorang bos perombak bernama Mouri Mothochika, adalah berada di tangan sang pangeran Keiji Fujiwara.


"Dasar bedebah sialan!! Jangan banyak berkicau di hadapanku!! Kau pikir siapa dirimu berani berkata seperti itu?! Kau pikir kamu adalah seorang Dewa? Atau seorang peramal yang mengetahui masa depan? Hahh?? Jangan banyak omong kosong di hadapanku!!" geram Mouri dengan suara yang begitu menggelegar.

__ADS_1


Kenshin-sama. Aktifkan elemen apiku sekarang juga!! Kali ini aku akan mencoba melawan Mouri dengan menggunakan elemen api saja!


Batin pangeran Keiji memberikan titahnya untuk sang sistem pemandu, namun sepasang matanya masih selalu mengawasi setiap pergerakan dari Mouri sang bos perompak.


[ Baik, Tuan Dazai. Elemen api akan segera diaktifkan.]


DING ...


[ Elemen api level 2 sudah diaktifkan, Tuan Dazai. Tuan bisa menggunakannya saat ini. ]


Sahut Kenshin sang sistem pemandu disertai dengan sebuah bunyi notifikasi pengaktifannya.


Kini pengeran Keiji mulai berkonsentrasi dan memfokuskan titik energinya pada kedua telapak tanggannya dan mulai menyalurkan cakra itu pada pedang wields miliknya.


Hingga akhirnya kini pedang wields itu mulai terlihat mengeluarkan seberkas cahaya berwana jingga yang begitu menyilaukan dan sedikit berkobar seperti kobaran sebuah api.


"Hiathhh ..."


Sedangkan Mouri mulai menghempaskan jangkar raksasa miliknya dan menahan rantainya untuk tetap mengontrol serangannya. Jangkar raksasa itu kini mulai terhempas ke arah pangeran Keiji, hingga akhirnya ...


TRANGG ...


Pedang wields milik pangeran Keiji kini berhasil menahan serangan dari jangkar raksasa milik Mouri. Namun rupanya Mouri sengaja mulai menarik pedang wields milik pangeran Keiji yang sudah tersangkut pada ujung jangkar raksasa miliknya.


Mouri semakin menariknya dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Sementara pangeran Keiji masih terlihat sedang berusaha untuk menahannya. Namun rupanya tubuhnya sudah sedikit bergeser ke depan karena serangan dari Mouri.

__ADS_1


Sial!! Aku tidak boleh kalah!! Pertarungan ini seharusnya dimenangkan oleh pangeran Keiji Fujiwara!! Jadi bagaimanapun caranya aku harus bisa memenangkan pertarungan kali ini!! Ayo, Dazai!! Gunakan otakmu!! Kamu pasti bisa mengalahkan bos perompak mata satu ini!!


Batin Keiji mulai berusaha untuk memikirkan sebuah cara untuk mengalahkan Mouri. Paling tidak, sesegera mungkin pangeran Keiji harus bisa menahan serangan dari Mouri kali ini.


__ADS_2