Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Menyelamatkan Masamune


__ADS_3

"Ini tidak benar!! Yang tertulis di dalam buku sejarah adalah bukan seperti ini!! Seharusnya Masamune masih bisa hidup lebih lama jika dibandingkan dengan pangeran Keiji. Aku harus melakukan sesuatu! Mereka tidak boleh memberikan hukuman mati untuk Masamune!!"


Keiji yang baru saja menerima sebuah informasi dari seorang penyampai pesan, kini mulai mempercepat pacuan kudanya untuk segera sampai di istana Fujiwara. Karena saat ini dia sedang berada di wilayah kekuasaan lainnya untuk melakukan memeriksa sesuatu.


[ Benar sekali, Tuan Dazai. Sejarah seharusnya tidak berjalan seperti ini. Misi kali ini adalah tuan Dazai harus bisa meluruskan semuanya agar semua berjalan sesuai sejarah. Yaitu, tuan Dazai harus menyelamatkan panglima perang Masamune dan mencabut hukuman mati yang telah diputuskan oleh kaisar Hanbei. ]


"Baiklah, Kenshin! Aku akan melakukan semuanya dengan baik!! Hiathh ..." pangeran Keiji semakin mempercepat pacuan kudanya.


Sementara itu ...


Kini panglima perang Masamune sudah berdiri dengan tegap di hadapan alat pancung dengan pisau miring yang begitu besar dan tajam itu. Sebenarnya kedua prajurit yang sedang mengawal panglima perang Masamune merasa begitu sungkan untuk melakukan semua itu.


Bagaimana tidak? Selama ini panglima perang Masamune-lah yang selalu memimpin mereka dalam segala hal. Selama ini panglima perang Masamune-lah yang selalu melindungi mereka saat berperang dan ketika mereka hampir terbunuh.


Ingin rasanya mereka memohonkan ampun dan berharap akan kebaikan hati dari sang kaisar Hanbei Fujiwaram. Namun mereka semua begitu ketakutan dan tak ada satupun dari mereka yang berani untuk melakukan semua itu.


Kaisar Hanbei Fujiwara begitu murka dan tentu saja sangat bersedih karena kehilangan putra keduanya. Hingga akhirnya para prajurit itu tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah dengan menjalankan perintah dari sang kaisar.


Kini kedua prajurit itu mulai sedikit mendorong dan membenarkan tubuh panglima perang Keiji, hingga kini panglima perang Keiji mulai meletakkan kepalanya di atas alat pancung itu.


Kaisar Hanbei terlihat menyaksikan semua itu dari teras atas singga sananya ditemani oleh kedua istrinya. Sebenarnya yang bersikeras untuk memberikan hukuman mati untuk panglima perang Masamune adalah Magoichi, ibu dari panglima Azai.


Dan tentu saja Magoichi sangat murka karena anak kesayangan satu-satunya tiba-tiba tewas begitu saja ditangan panglima perangnya sendiri. Dan Magoichi ingin panglima perang Masamune mendapatkan hukuman yang setimpal, yaitu hukuman mati!

__ADS_1


"Ayo! Segera lakukan!!" perintah salah satu dari prajurit yang sedang mengeksekusi semua ini.


"Siap, laksanakan!!" sahut beberapa prajurit itu mulai bersiap untuk segera mengeksekusi semua itu.


Tepat saat pisau itu mau diturunkan, tiba-tiba saja ada sebuah teriakan kuat yang membuat prosesi itu berhenti.


"Hentikan semua itu!!" teriak pangeran Keiji yang masih berada di atas kuda putihnya.


Suaranya begitu melengking, sepasang matanya menatap tajam para prajurit yang berada di sekitar panglima perang Masamune yang kepalanya sudah terjebak di antara alat pancung itu.


Kaisar Hanbei yang pada awalnya terduduk, kini mulai berdiri dan menatap dari halaman atas bangunan istananya. Sementara kedua istrinya juga mulai berdiri.


"Tapi, Pangeran Keiji ... ini adalah perintah dari Yang Mulia Kaisar Hanbei." jawab prajurit itu menyanggah.


"Aku bilang hentikan!! Dan sekarang lepaskan Masamune!! Jika tidak kalian akan aku bakar hidup-hidup sekarang juga!!" ucap pangeran Keiji terlihat begitu murka, dan wajahnya juga sudah menjadi merah padam.


Kaisar Hanbei hanya mengangguk pelan dengan raut wajah yang masih terlihat begitu tegas. Akhirnya prajurit itu mulai melepaskan panglima perang Masamune kembali dan melepaskan ikatan tangannya.


Sementara itu ...


"Suamiku!! Mengapa kamu melepaskan pembunuh itu begitu saja?! Mengapa kamu menuruti Keiji? Masamune sudah melenyapkan Azai putra kita, Suamiku! Dia pantas dihukum!! Dan dia hukuman mati adalah yang paling pantas untuknya!! Nyawa harus dibayar dengan nyawa! Suamiku, tolong lakukan sesuatu! Berikan keadilan untuk putra kita Azai agar dia tenang di surga ..." ucap Magoichi tak terima jika panglima perang Masamume harus terbebas dari hukuman pancung itu.


"Magoichi, tenanglah sayang! Keiji pasti memiliki sebuah alasan mengapa dia melakukan semua ini." ucap kaisar Hanbei dengan bijak.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan semua itu!! Alasan apapun tak akan bisa menghidupkan Azai lagi! Masamune harus dihukum!!" ucap Magoichi menatap Masamune dari kejauhan dengan penuh kebencian.


...⚜⚜⚜...


"Jadi ... katakan kepadaku, Keiji. Mengapa kamu membantah dan menentangku?!" ucap kaisar Hanbei yang sudah duduk di singga sananya di dampingi oleh kedua istrinya yang masih begitu cantik.


"Aku bukan menentang keputusan dari Yang Mulia Kaisar Hanbei. Dan aku juga tidak berniat untuk memberontak. Aku hanya ingin menyampaikan sebuah kebenaran kepada kalian semua." ucap pangeran Keiji yang sudah berdiri tak jau dari kaisar Hanbei.


Sementara di belakangnya ada Masamune dan beberapa prajurit lainnya yang memang sedang berjaga di dekat pintu.


"Kebenaran? Baiklah. Katakan semua itu kepadaku!" kaisar Hanbei menyauti dengan tegas dan bijaksana.


"Jadi sebenarnya yang terjadi saat itu adalah, Masamune hanya berusaha untuk menyelamatkanku. Saat itu Azai berusaha untuk melenyapkanku dengan pedangnya, dia melakukan penyamaran seperti pakaian seorang ninja. Masamune yang melihat semua itu dari kejauhan akhinya segera menyerangnya dengan memakai shuriken miliknya. Saat itu Masamune sungguh tidak tau jika orang yang ingin membunuhku saat itu adalah Azai, adikku sendiri." ucap pangeran Keiji berusaha untuk menjelaskan.


"Azai menyerangmu, Keiji?" tanya kaisar Hanbei dengan kening berkerut, seolah tak percaya.


"Benar sekali, Ayah. Aku juga tidak menyangka jika Azai akan ..." ucap pangeran Keiji terhenti karena Mogoichi mulai memotongnya.


"Jagan bicara omong kosong!! Azai putraku tak akan mungkin melakukan hal seperti itu?! Jangan berbohong!!" ucap Magoichi tak terima dengan semua itu.


"Tapi itulah yang sebenarnya! Azai bahkan membayar beberapa ahli ninja untuk menyerang kami saat di dalam hutan. Dan dia juga berusaha untuk membunuhku dengan anak panah beracun serta katananya." ucap pangeran Keiji lagi.


"Sudah aku katakan jangan bicara omong kosong!! Putraku sudah tiada, namun beraninya kau berkata hal buruk tentangnya!!" ucap Mahoichi terlihat begitu frustasi.

__ADS_1


"Aku berbicara dengan jujur dan tidak mengada-ada. Banyak yang menyaksikan semua itu. Yang Mulia Kaisar, Ratu bisa bertanya kepada semua prajurit yang saat itu ikut mengawalku. Karena mereka juga melihat semua itu." ucap pangeran Keiji kembali.


"Kau sungguh tidak tau diri, Keiji!! Kamu memang seorang putra mahkota dan seorang pangeran! Tapi bukan berarti kamu bisa melakukan semuanya sesuai dengan kemauanmu sendiri!! Masamune harus tetap dihukum apapun yang terjadi!!" tandas Magoichi lagi semakin emosi.


__ADS_2