
Sang gadis cantik yang mengenakan setelan yukata baju berwarna putih dan dipadankan dengan hakama samurai berwarna merah itu kini segera mempercepat langkahnya untuk melihat apa yang sedang terjadi saat ini.
Namun belum sempat pangeran Keiji beranjak dan mengejarnya, tiba-tiba saja suara Kenshin sang sistem pemandunya kini mulai terdengar ditengah-tengah gentingnya suasana saat ini.
[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan Dazai. Misi kali ini adalah menyelamatkan gadis pemanah bernama Kikiyo dan sebisa mungkin tuan harus bisa mempersuntingnya sesuai dengan sejarah yang sudah tertulis. ]
Ucap Kenshin menjelaskan tentang misi kali ini.
"Nah, benar seperti perkiraanku! Gadis itu adalah Kikiyo. Huft ... tapi bagaimana aku bisa menyelesaikan misi kali ini? Bagaimana aku bisa mempersuntingnya? Sementara dia terlihat begitu dingin dan galak seperti itu? Wah ... wah ... sepertinya misiku kali ini akan sedikit sulit ya." gumam Dazai berpikir keras untuk melancarkan misinya kali ini.
"Hhm ... sebaiknya segera selamatkan dia dulu saja deh! Siapa tau dia akan terkesan dengan semua itu. Hhm ... ya!! Sebaiknya selamatkan saja Kikiyo dulu!" gumam pangeran Keiji mulai mempercepat langkahnya dan segera menyusul Kikiyo.
Jalanan hutan yang sedikit landai itu mulai dilalui oleh pangeran Keiji dengan langkah cepatnya. Sebuah sungai dengan air yang begitu jernih juga mulai dilewatinya.
Pangeran Keiji terus saja berlari dan meninggalkan semua prajuritnya begitu saja tanpa memberikan pesan apapun sebelumnya, karena dia terlalu fokus untuk segera bisa menyusul Kikiyo.
Hingga akhirnya kini pangeran Keiji mulai menemukan sumber dari kericuhan itu yang rupanya berasal dari para perompak dengan berdera berwarna hitam dan berlambang racun sudah terlihat pada kapalnya yang kini sudah menepi di pinggiran pantai.
Salah satu dari mereka kini mulai melompat turun dengan menggunakan sebuah jangkar raksasa berantai sebagai senjatanya. Pria yang memiliki perawakan cukup kekar itu menutup salah satu matanya dengan penutup mata berwarna hitam khas seorang bajak laut pada umumnya.
Sementara para prajuritnya terlihat mulai menyerang para penduduk di sekitar pantai itu dan membuat hampir semua penduduk berlari karena ketakutan.
"Serahkan semua uang dan benda berharga kalian jika mau nyawa kalian selamat!!" ucap sang kapten bajak laut itu dengan suara besar dan sedikit serak itu.
Pria itu juga berdiri dengan tegap dengan mulai memainkan jangkar raksasanya berputar-putar ke udara dan dengan segaja melemparnya ke arah sebuah rumah kayu seorang warga dan membuatnya hancur dalam hitungan detik saja.
BRRAKK ...
"Ahhhh ..." para penduduk yang sebagian duduk bersimpuh tak jauh dari rumah itu kini berteriak serempak karena terkejut dan sangat ketakutan.
__ADS_1
"Geledah semua rumah mereka!! Dan ambil barang-barang berharga mereka!!" titak sang bos yang mengenakan jubahnya yang berwarna merah, namun dia juga mengenakan hakana samurai berwarna hitam agar lebih leluasa untuk melakukan sebuat pertempuran.
"Siap, Tuan Mouri!" sahut para prajuritnya dengan serempak dan segera menggeledah rumah para penduduk itu satu persatu.
Sementara sang tuan terlihat masih berdiri dengan tegap dengan memegangi jangkar raksasa berantai itu dengan menatap tajam para rakyat yang sedang duduk bersimpuh di hadapannya.
Tak jauh dari tempat itu, rupanya seorang gadis sudah berdiri di dekat sebuah pohon besar di antara semak-semak. Rupanya gadis itu sudah bersiap untuk menembakkan salah satu busur panahnya ke arah sang bos bajak laut itu.
SWWUUHH ...
Anak panah itu melesat dengan cukup cepat berlawanan dengan arah angin berhembus saat ini dan menuju tepat pada sisi samping kepala sang bos perompak.
Namun rupanya sang bos perompak sangat menyadari dan membaca semua itu dengan sangat baik. Hingga akhirnya dia bisa berhasil menangkap anak panah yang sedang melesat ke arah wajahnya dengan begitu cepat dan tepat saat anak panah itu hanya berjarak beberapa inchi saja dari wajahnya
GREEPP ...
Sang bos mulai memutar tubuhnya dan kini sudah mendapati Kikiyo sudah yang sedang berada di dekat pohon besar itu. Dengan tatapan yang begitu tajam menatap gadis itu, sang bos mulai mematahkan anak panah itu dengan tangan kirinya.
Gadis bernama Kikiyo itu hanya diam dengan tatapan tajamnya yang begitu menusuk, bahkan Kikiyo mulai meraih sebuah anak panah lagi dan mulai menggunakan busurnya kembali hingga akhirnya sebuah anak panah itu mulai melesat kembali ke arah sang bos perompak.
SRRTT ...
SWUSSHH ...
GREPP ...
Namun lagi-lagi anak panah itu kembali ditangkap dengan sangat cepat dan sempurna oleh sang bos perompak. Kali ini sang bos perompak mulai melenggang pelan untuk mendekati Kikiyo dengan senyuman miring.
"Tinggalkan tempat ini dan jangan pernah datang lagi untuk mengganggu kami!!" ucap Kikiyo menandaskan.
__ADS_1
Namun sang bos perompak hanya tertawa menggelegar yang menganggap peringatan itu hanya sebagai lelucon saja untuknya.
Sang gadis pemanah masih belum jera, hingga akhirnya kali ini dia mengambil 3 anak panah sekaligus lalu menembakkannya bersamaan menggunakan busur panahnya.
SRRTT ...
SWOSHH ...
GREEPP ..
Dan masih sama saja!! Dengan gerakan yang begitu gesit namun terlihat sangat santai, sang bos perompak menangkap semua anak panah itu dengan seringai yang begitu kelam, lalu dia mematahkan ketiga anak panah itu hanya dengan satu tangan saja.
Begitulah seterusnya hingga masih tersisa sebuah anak panah saja, dan jarak mereka berdua kini juga sudah menjadi semakin lebih dekat.
"Sudahlah! Hentikan semua itu!! Karena semuanya akan sia-sia saja dan hanya akan menguras tenagamu saja, Cantik!!" ujar sang bos perombak dengan seringai kelam dan sudah semakin mendekati gadis itu.
"Jangan mendekat atau anak panah yang tersisa kali ini akan benar menembus jantungmu!" tandas Kikiyo mulai bersiap untuk anak panah terakhirnya.
"Gyahaha ... percuma saja!!" tawa menggelegar dan menyeramkan mulai terdengar dari sang bos perompak itu.
Belum sampat Kikiyo meluncurkan anak panah terakhirnya, sang bos perompak kini mulai meraih dan merebutnya dengan sangat cepat lalu mematahkannya kembali.
CEKLLAKK ...
"Kau sudah berani kurang ajar kepadaku, maka aku akan menghukummu!!" ujar sang bos perompak itu langsung saja menarik tangankiri Kikiyo dengan sangat kasar dan menggendongnya dengan bahu kirinya.
"Lepaskan aku dan jangan macam-macam padaku!" ucap sang gadis berusaha untuk melepaskan dirinya dan meninju punggung sang bis beberapa kali, namun tak membuahkan hasil sama sekali.
Sang bos kini malah membawa Kikiyo memasuki kapal bajak lautnya lalu memasuki sebuah ruangan.
__ADS_1
"Sudah lama berada di atas kapal dan sudah lama aku tidak bersenang-senang dengan para gadis. Namun kamu tepat sekali datang padaku saat ini. Gyahaha ..." ujar sang bos perompak itu lalu menurunkan Kikiyo dengan sangat kasar.