Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System

Become The 6 TH Heaven Lord Demon With System
Pagi Pertama Di Jaman Muromachi


__ADS_3

Sinar mentari hari ini begitu terasa hangat untuk Keiji. Karena bangunan yang saat ini ditempati tentu saja sangat berbeda jika dibanding dengan tempat tinggalnya di jaman modern. Semua yang ada saat ini serba seadanya, namun sebenarnya istana ini cukuplah mewah.


"Hoam ..." Keiji mulai terduduk dan menguap lebar, sesekali pemuda itu juga mengucek matanya.


Keiji mulai melihat sekelilingnya dan sudah tidak melihat Shiina di tempat tidurnya.


"Hoamm ... dimana Shiina ya?" guman Keiji masih celingukan mencari sosok Shiina, namun Keiji tak menemukan Shiina di setiap sudut ruangan ini.


[ Permaisuri Shiina sudah bangun pagi-pagi sekali, Tuan. Mungkin sedang mandi dan bersiap. ]


Jawab Kenshin si pemandu sistem tiba-tiba.


"Hhm ... begitu ya." gumam Keiji dengan santai, namun tiba-tiba saja mimik wajahnya seketika berubah menjadi sedikit nakal. "Apa? Mandi? Biasanya tuan putri akan mandi di tempat pemandian khusus dengan air hangat yang begitu harum bukan? Arghh ... permaisuri Shiina pasti cantik dan sexy sekali ..." gumam Keiji mulai membayangkan sesuatu yang membuatnya kembali terbang melayang, apalagi di pagi buta seperti ini.


"Cihh ... sadarlah, Dazai!! Bukan waktunya untuk memikirkan hal mesum!" tampik Keiji mengibas-ngibaskan tangan kanannya di depan wajahnya. "Oh iya, Kenshin. Sekarang tampilkan statusku saat ini. Bukankah aku sudah menyelesaikan misi pertamaku? Hadiah apa yang sudah aku dapatkan?" tanya Keiji kembali teringat dengan hadiah sistem yang belum sempat dia periksa sebelumnya.


[ Baiklah. Aku akan segera menampilkan status tuan. Silakan tuan memeriksanya sendiri. ]


DING ...


Sahut Kenshin disertai suara sesuatu yang terdengar cukup aneh untuk Keiji, namun pemuda itu tak terlalu menghiraukannya dan hanya fokus untuk menatap sebuah layar hologram gelap kehitaman yang mulai terlihat di hadapannya saat ini.


《《《《《《 《《《 System 》》》》》》》》》


Nama : Dazai Nakahara


Ras : Manusia


Usia : 21 Tahun


Elemen :


- Api : -


- Kegelapan : -


- Cahaya : Tersedia ( Lv. 2 )


- Es : -


- Petir : -

__ADS_1


- Angin : Tersedia ( Lv. 1 )


Senjata : pedang wields


Teknik bertarung : -


Ketangkasan : 10


Kecepatan : 10


Kekuatan : 10


Ketahanan : 10


Kemampuan Spesial : Licik, cerdik


Poin sistem : 50


Koin emas : 110 keping


Sistem pemandu : Kenshin


《《《《《《《《 System 》》》》》》》》》


[ Benar sekali, Tuan Keiji. Ini baru permulaan saja, Tuan. Tuan bisa mendapatkan sesuatu yang lebih luar biasa lagi. Tuan bisa menjadi lebih kuat dan sempurna jika semakin sering menyelesaikan misi sistem. Semua elemen jika sudah mencapai level maksimal, maka tuan tak akan terkalahkan oleh siapapun! Kecuali takdir kematian tuan yang sudah tertulis di dalam buku ... ]


Ucap Kenshin kembali menjelaskan.


"Soal kematianku nanti saja dipikirkan, Kenshin! Saat ini aku baru saja memasuki jaman Muromachi ini. Aku ingin sedikit menikmatinya dulu. Aku juga akan mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan. Hehe ..." ucap Keiji meremehkan dan mulai mencari ponselnya di dalam ranselnya.


Rupanya baterai ponselnya hanya tersisa 50% saja. Kini Keiji mulai mengambil charger ponselnya dan berniat untuk segera melakukan pengisian baterai untuk ponselnya. Namun Keiji tak menemukan satupun kepala steker di seluruh kamar ini.


"Haishh ... mengapa tak ada kepala steker satupun yang bisa aku temukan di ruangan ini?" Keiji mulai menggerutu karena kesal dan mulai duduk bersilang kembali di atas pembaringannya.


Namun setelah beberapa saat, akhirnya Keiji mulai menyadari sesuatu dan segera menepuk keningnya sendiri.


"Haishh ... bodohnya aku!! Di jaman Muromachi mana ada listrik?! Mereka masih menggunakan lentera pada saat itu. Haishh ..." keluh Dazai sambil mengangkat ponselnya ke atas karena baru saja menyadari tak ada satupun sinyal pada ponselnya.


Pada saat ini, mereka hanya menggunakan lentera saja untuk penerangan, karena belum ada listrik saat itu. Lentera di saat itu ada 3 jenis. Yaitu toro, andon dan chochin.


Lentera toro atau keranjang cahaya pada dasarnya berfungsi sebagai penerangan yang berada di luar ruangan, sebagai penerangan jalan. Sesuai dengan namanya, bentuk toro pada bagian tudung melingkupi sekeliling lentera sehingga nyala api tidak akan padam saat tertiup angin.

__ADS_1


Ragam bahan pembuatan toro yaitu terbuat dari kayu dan logam. Ada juga toro yang terbuat dari batu dan dikenal dengan istilah ishi doro (lentera batu). Namun Ishi doro akan lebih banyak ditemukan di kuil-kuil.


Di sepanjang halaman dan jalan istana ini juga akan banyak ditemui jenis lentera toro. Saat malam tiba akan terlihat begitu indah!


Lentera kedua adalah andon, yaitu penerangan yang biasanya dipakai di dalam ruangan. Lentera ini menggunakan lilin atau kain yang dibasahi dengan minyak untuk menyalakannya.


Andon banyak terbuat dari material kayu ringan serta tudung kertas sebagai penghalang angin. Andon berukuran kecil yang biasa ditempatkan di dekat tempat tidur dikenal dengan sebutan ariake andon.


Lentera ketiga adalah chochin ( lentera merah), juga merupakan penerangan bertudung kertas. Bedanya, chochin bisa ditenteng dan bisa dibawa kemanapun. Penerangan ini ringan dan dilengkapi dengan pegangan tangan agar mudah saat dibawa, dan chochin juga bisa dilipat ketika sedang tidak dipakai.


...⚜⚜⚜...


Pagi menjelang siang Keiji baru saja mendapatkan hidangannya. Karena kebiasaan pada jaman dulu adalah memang sehari makan hanya 2 kali saja.


Sarapan hanya akan dilakukan saat sebelum tengah hari, sementara makan malam akan dilakukan saat pukul 4 sore.


Dan sebenarnya hal itu membuat Keiji mengeluh kepada Masamune, karena terlalu lama Keiji mendapatkan sarapan paginya. Sementara di dunia modern pemuda itu selalu terbiasa menikmati sarapan paginya sebelum dia berangkat ke kampus.


Bahkan sang ibu akan berkicau ria, jika sampai Dazai tak menyentuh sarapan paginya. Hingga akhirnya semua itu sudah menjadi rutinitas Dazai di masa modern.


"Sial!! Matahari sudah hampir terbenam lagi, tapi kalian baru menyiapkan sarapan untukku?!" protes Keiji tak terima sambil menikmati makanannya dengan sangat lahap.


Sementara para pengawal dan bawahannya, termasuk Masamune hanya terdiam dan tak berani menjawab satu patah katapun.


Kaisar Hanbei Fujiwara mulai mengkerutkan keningnya menatap Keiji. Sementara Azai dan Magoichi sang ibu tiri mulai menatap sinis Keiji karena memang mereka berdua tidak menyukai Keiji.


"Keiji putraku. Ada apa denganmu hari ini? Bukankah kita sudah terbiasa dengan hal seperti ini?" tanya Kaguya, ibu dari Keiji.


"Aku lapar sekali, Ibu." sahut Keiji mulai meneguk mugicha miliknya.


"Namun beginilah peraturan di istana, Sayang. Kita belum boleh makan, sebelum sang kaisar makan. Jadi ... bersabarlah sedikit." ucap Kaguya dengan sabar. "Nah sekarang makanlah yang banyak, karena makan malam masih cukup lama. Shiina menantuku, tolong ambilkan lagi untuk suamimu."


"Baik, Ibu suri." sahut Shiina dengan sangat patuh dan segera mengambilkan beberapa makanan untuk Keiji.


Azai dan Magoichi masih menatap tajam Keiji dari kejauhan. Sementara kaisar Hanbei terlihat mulai melanjutkan kembali sarapan paginya.


Sebenarnya mereka menggunakan gaya Honzen, yaitu makanan dalam porsi cukup untuk satu orang yang dihidangkan secara individu di atas meja pendek yang disebut yang disebuy Ozen. Namun rupanya kali ini Keiji bisa menyantap 3 porsi sekaligus saking laparnya.


Setelah menghabiskan makanannya Masamune dan Shiina mulai menemani Keiji untuk berjalan-jalan di sekitar istana dan melihat beberapa prajurit yang sedang berlatih di tempat terbuka.


Beberapa prajurit ada yang sedang berlatih dengan pedang, ada juga yang sedang menunggang kuda, ada juga yang berlatih memanah, dan ada juga beberapa dari mereka yang sedang berlatih dengan senjata api.

__ADS_1


Karena pada jaman Keiji Fujiwara saat ini, memang sudah ada senjata api. Dan kerajaan mereka sering memenangkan pertarungan karena senjata jarak jauh ini yang cukup mematikan ini.


__ADS_2