
Azka berulang kali menawarkan untuk mengantarkan tapi Sekar pun berulang kali menolak.
"Yakin nih, ga mau dianter sama sepupunya Zayn Malik, bakal nyesel loh !" tanya Azka.
"Engga usah makasih, lagian aku ngefansnya sama spongebob, bukan sama Zayn Malik !" jawab Sekar, apakah jika ia mengaku ngefans sama spongebob lantas pemuda ini akan mengaku sebagai bapaknya spongebob ? Sekar tertawa.
"Ngapain kamu ketawa ?" tanya Azka.
"Liat kamu, pasti lagi mikir kan ! Ga mungkin kamu mau ngaku jadi patrick," Sekar tertawa puas.
"Emang engga, aku cuma mau nawarin. Mau dianter pulang sama Mermaid man atau barnacle boy nya engga ?" tanya Azka, Sekar semakin tergelak.
"Tua banget, dianter kake kake !" jawab Sekar.
"Lagian kamu juga disuruh daddy buat cepet pulang kan ?" tanya Sekar, meyakinkan Azka jika dirinya akan baik-baik saja.
"Cuma kerkom doang Ka, ga akan lama. Lagian ada Zahra juga kok !" jawab Sekar.
"Ya udah, hati-hati pulangnya. Bareng Zahra kan, nanti ada Adam. Kalo keburu nanti aku jemput !" Azka mengacak rambut Sekar.
Sekar mengangguk, "kamu juga hati-hati."
...----------------...
Azka langsung pulang, karena Rama menyuruhnya langsung pulang. Sedangkan Sekar bersama Zahra pergi ke rumah Rahman untuk kerkom.
"Kar, nanti acara Di SMA DARMA BAKTI ikut ?" tanya Zahra.
"Ikut kayanya, soalnya ada nama aku di list OSIS yang ikut !"
"Pastilah Sekar dimasukkin, secara kan kak Andra...ekhem.." ujar Rina mendapat tatapan menyipit dari Sekar.
"Canda Kar," kekeh Rina.
"Tapi emang iya kan. Kak Andra pasti masukkin nama kamu, soalnya pengen bareng terus !" jawab Zahra menimpali, setuju dengan Rina.
"Hati-hati Kar, kak Azka cemburuan ngga ?" tanya Rahman, Sekar menggeleng. Selama ini Azka belum pernah menunjukkan sikap cemburu berlebihan, atau mungkin belum.
"Kayanya Azka udah tau juga kalo masalah kak Andra, tapi ga tau juga sih !" jawab Sekar.
"Udah jam 4 nih, pulang yuk !" ajak Nisa mencomot donat terakhir di piring.
"Pulang..pulang..tapi mulut loe ngunyah terus !" ujar Rahman.
"Sayang Man, daripada donatnya mubadzir !" jawab Nisa tertawa kecil.
__ADS_1
"Ra, ka Adam belum jemput ?!" tanya Sekar celingukan seraya memakai tasnya.
"Belum kayanya, ya udah lah ga apa-apa. Sambil jalan aja yuk ! Udah kesorean, biar naik angkot aja," ajak Zahra, Sekar mengangguk, sementara Nisa sudah nebeng di motor Rina karena arah rumah yang satu arah.
Kini Sekar dan Zahra sedang berjalan bersama.
"Ra, Azka tuh ngajakin ke Pangalengan nanti pas ultah Azza, katanya acara syukuran sambil liburan !" terang Sekar.
"Ikut aja, aku juga ikut ko !" seru Zahra.
"Emhh, ga tau. Pengennya sih ikut, tapi ijin dulu ayah !" jawab Sekar.
"Eh iya sihhh !" disaat keduanya tengah berjalan menyusuri jalanan sore hari, yang kebetulan tak terlalu ramai, beberapa motor mengikuti dan menghampiri Sekar dan Zahra, pakaiannya preman, lebih tepatnya berandal, ada yang seperti Cundil tapi pun pemuda berpakaian rapi. Mereka menyeringai dan ada pula yang menatap tajam pada kedua gadis ini.
Kedua gadis ini awalnya tak curiga, mereka kira para preman ini suruhan Azka dan kawan-kawan, tapi melihat gelagat mereka yang mencurigakan membuat Sekar dan Zahra akhirnya jadi was-was.
"Ini mereka suruhan Azka bukan sih Ra, kok beda ? Biasanya Azka suka nyuruh Cundil," tanya Sekar berbisik.
"Kayanya bukan deh Kar, aku juga ga kenal, ini bukan anak-anaknya a Azka," Zahra sudah mengeratkan pelukan di lengan Sekar menandakan jika gadis ini pun merasa takut.
Sekar memberanikan diri bertanya.
"Loe semua siapa ?! Ada perlu apa ?!" Sekar sudah bersiap meskipun dengan kuda-kuda dan kepalan tangan seadanya. Berharap jika tenaganya cukup besar untuk sekedar membuat salah satu diantara mereka merasakan sakit jika di pukul.
Mereka tertawa meledek ke arah Sekar dan Zahra.
"Loe yang namanya Sekar ?!" tanya salah satunya, Sekar tak menjawab, ia hanya menatap tajam ke arah para berandal jalanan ini.
"Kar, lari yuk !" ajak Zahra sudah ketakutan setengah hidup.
Sekar melihat, tak ada celah untuk mereka kabur selain mengecoh dan menjadikan seseorang umpan.
"Kalo iya mau apa ?!" tanya Sekar tanpa basa-basi.
"Loe pacarnya Azka ?!" tanya nya lagi.
Sekar dan Zahra saling melirik.
"Ngapain loe nanya-nanya. Apa urusannya ?!" tanya Sekar, tapi ia malah menyeringai.
"Geulis Wo ! Sikat !" Sekar membulatkan matanya, seketika ia mengumpulkan kekuatannya di ujung kepalan tangan dan melayangkan bogeman mentahnya tepat ke arah wajah si berandal yang barusan bertanya.
"Lari Ra !" ajak Sekar pada Zahra, mereka berlari sekencangnya meskipun lari mereka kalah kencang dan ujungnya mereka kembali terkepung, setidaknya Zahra sudah berhasil terhubung dengan Adam.
"Wahhh ! Nantangin nih cewek !"
__ADS_1
Hallo !!! Ra !!!
"Kunaon Dam ?!" Azka ada bersama Adam, dan kini mereka sedang di jalan hendak menjemput Sekar dan Zahra
"Awwww ! Sakit be*go !" pekik Sekar yang dicengkram tangannya oleh para berandal. Mendengar suara Sekar yang mengaduh membuat Azka mengerutkan dahinya.
Mereka langsung menggeber motornya menuju jalanan rumah Rahman.
"Kalian tuh mau apa ?! Kalo minta duit, kita ga ada duit !" bentak Sekar.
"Kita ga butuh duit, cuma butuh ngasih Azka pelajaran !" jawabnya.
"Naik !" pintanya pada Sekar dan Zahra untuk naik ke boncengan motor.
Sekar memandang Zahra yang sudah hampir menangis, meskipun Zahra anak Gilang, tapi gadis ini tak pernah mengalami hal seperti ini, Gilang sangat menjaga Zahra dan Vina dari dunianya. Sebenarnya Sekar pun sama takutnya dengan Zahra, jantungnya berdegup kencang, nyalinya ikut ciut seperti kismis, tapi gadis ini tak ingin menunjukkan jika ia sedang takut.
"Gak ! Gue ga mau !" sengak Sekar hingga membuat berandal itu makin mencengkram cekalannya di tangan Sekar.
"Eh jangan ! Kalo sampe a Azka datang kalian abis !" pekik Zahra histeris.
Mereka tertawa mengejek, "Azka ga akan datang kesini ! Justru kita sengaja mau bawa kalian berdua, buat umpan !"
"Wo ! Ga usah buka kartu rencana atuh euy !" seru temannya menimpali.
"Udah bawa aja jangan banyak ba*cot Wo ! Keburu si Azka datang kadieu !" tambah temannya. (kesini)
Baru saja berkata seperti itu, Azka bersama yang lain memergoki mereka sedang ingin membawa Sekar dan Zahra.
"Oyyy !" teriak Azka.
"Azka,"
"A Azka !!!" seru Zahra merasa ssnang dan lega.
Mereka saling melirik, melihat sasaran mereka datang bersama beberapa temannya.
"Dapet salam dari Gugun !" ucap berandal yang memegang tangan Sekar.
"Ga tau malu, udah ditolong malah bikin masalah," ujar Adam mendengus.
"Lepasin Sekar sama Zahra, atau kalian habis ?!" tanya Azka tak ingin main-main.
"Yang kaya gini mah jangan dikasih ampun Ka, ga usah di ancam-ancam langsung sikat aja, tuman !" ujar Yoga.
.
__ADS_1
.
.