
"Bintaaaang... Nak!!!"
Suara Lian kalah dengan riuhnya musik dan keramaian. Rasa takut putus asa mulai menggelayutinya.
"Bintaaaang....!!!! Anak ibuukk...!"
Bulir bening mulai mengalir di pipinya,
"Mba Liaaann... Mba......!!!"
Lian menoleh ke arah suara. Mba Riri menghampirinya sambil terngah engah.
"Anu... Itu, Bintang..!"
"Ketemu mba ????!!!"
"Di Meja panitia...!!! Lagi makan eskrim."
Lian yg mendengar itu langsung berlari,
"Bintang....!!!!"
"Anaknya ya Mba? Anu tadi ada yg nitipin disini...." Seorang pemuda langsung menghampiri Lian.
Grep!! Lian langsung memeluk Bintang dengan gemetaran.
"Ibuk mana aja lama banget datangnya, Bintan panggil panggil tadi... "
"Iya Ibuk minta maaf ya Bin... Harusnya Ibuk ikut Bintang aja tadi." Raut panik masih tergambar jelas di wajah Lian.
"Ada Oom ganten tadi bantuin Bintan kasih eskim, tapi udah pegi buk."
"Mana Oomnya nak biar Ibuk bilang makasih."
"Ndak tau kemana tadi Buk,"
Dari jauh nampak Mba Riri datang menyusul
"Maaf ya Mba Lian, aku gak hati hati malah jadi teledor gini sama Bintang."
"Gak papa Mba Riri yg penting Bintang udah ketemu sekarang. Lah Izel dimana Mba?"
"Tak telpon Ayahnya tadi suruh jemput, jadi panik tadi gak bisa kalau nyariin bareng Izel."
Lian hanya mengangguk menanggapi jawaban Mba Riri.
"Kita pulang aja yuk Bin," Ajak Lian.
"Masih mau disini buk, Bintan belum selesai liatnya buk."
"Mba Lian duduk dulu lo Mba, kakinya masih gemeter gitu kok." Mba Riri menimpali.
Lian mengangguk, seorang pemuda langsung mengambilkan sebuah kursi untuknya.
Tak jauh dari meja panitia terdengar beberapa ibu-ibu yg bergosip.
__ADS_1
"Ehh itu tadi yg anak yg ketemu sama panitia cucunya Pak Har ya?"
"Ho oh, yg gak ada Bapaknya..?"
"Laaahhh pantes kok kayak kayak gak asing sama Ibuknya?"
"Kasian betul ya, Gak punya Bapak ngemong sendiri sampe anaknya hilang, sukur ketemu."
"Sssstttt pelan-pelan to Bu ngomongnya..!"
Suara sumbang itu pun terdengar samar di telinga Lian yg langsung tersenyum getir, nyaris semua orang yg mendengar langsung memandanginya.
"Ayuk Bin kita beli jajan di sebelah sana...!" Lian yg tak kuasa langsung berdiri dan mengajak Bintang yg tak mengerti apa-apa.
"Yang sabar Mba Lian, pengen ku remes mulutnya itu Ibu-ibu...!" Mba Riri pun mengekspresikan kekesalannya.
"Udah lah Mba Ri gak usah di tanggapin nanti capek sendiri."
"Yok kita kesana Bin, nanti tak belikan sosis goreng yok!" Ujar Mba Riri tiba tiba bersemangat.
Bintang hanya menggangguk mengikuti kedua Ibu muda itu.
Setelah itu seorang lelaki mendatangi panitia mencari Bintang.
"Eh Mas Dion, anak tadi yg Mas titipin disini sudah di samperin sama Ibuknya."
"Oohh, sudah ketemu sama ibuknya??"
" Eh itu? Banyak banget jajanannya yg di bawa Mas?"
"Eh? Ini tadi untuk anak itu biar gak nangis ."
"Heh? eh gak gitu juga kok Mas..." Dion nyengir sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.
****
"Orang kalau di depan kita manis mulutnya, kalau di belakang sadis omongannya."
"Sudah biasa aku Jon!"
"Kamu tu kalau bukan anak Pak Kades, habis sudah jadi bulan bulanan."
Dion tertawa sinis mendengar ucapan temannya Joni, teman saat SMA dulu.
"Semua pemuda tadi depan kamu senyum senyum, di belakang mu halaaahh!!!"
"Gak perduli aku Jon!!"
"Iyalah, Ngapain balik kemari udah enak enak di Ibukota heh ?"
"Biasalah, ketangkep ada yg laporin!"
"Hahaha.... Dion, Dion... Kirain udah berapa kali udah kapok, masih kurang lihai juga rupanya."
"Aku gak nyabu udah berhenti,"
__ADS_1
"Jadi?"
"Mukul orang!!"
"Wkwkwkkwkkkkk, Mantap!!!"
Dion nyengir kuda.
"Jadi balik ke sana lagi gak?"
"Gak tau, Si Bos lagi gak sehat."
"Sakit apa pak kades?"
"Jantung."
"Hah??? Serius?? Waktunya tobat kamu yon!"
"Kayaknya harus gitu Jon." Wajah lesu.
"Orang tua segalanya, jangan nyesal kayak aku kamu. Udah gak ada baru nyadar."
Dion hanya hanya mengangguk, ia yg lebih tau arti kehilangan.
"Jadi anak lu dah berapa?"
"Tokcer aku yon, udah 3."
"Hah??? "
"Hahahahah, yg pertama nyicil yg kedua kembar...! Hahahahhaha."
"Gila," Dion setengah tertawa mendengar gelak Joni.
"Apa rasanya setelah nikah Jon?"
"Yah enak enak aja lah hahahahha, nyari uangnya yg mau mati."
"Enak ya??"
"Ya enak gak enak lah, awalnya gak begitu serius sama orang rumah. Tapi udah hamil duluan ya nikahin, "
"Sekarang gimana udah sayang...?"
"Sayang banget lah Yon, nikah gak seburuk kedengarannya kok brow!! Wahhh mau nikah ni kayaknya kalau mulai penasaran??!!"
"Bisa aja kamu Jon!"
"Enaklah nikah Yon, Mau enak enak gratis gak ribet. Gak usah ngrayu anak orang atau nyari tante2 hahahahahah!!"
"Otak lu ke arah itu mulu Jon."
"Normal lah brow!! Emang kamu Yon ganteng yg ngantri banyak, tinggal pilih. Asekk!!"
"Dahlah, mau pulang dulu. Makin ngaco omongan mu Jon!"
__ADS_1
"Hahahahahaaaa... Sok kalem dia."
****