Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Bintang akhirnya mau ikut Ibuk


__ADS_3

Lian memeluk Mba Aulia dengan Erat seakan tak ingin berpisah dari sosok kakak yg baru ia miliki itu.


"Nanti main ke Jakarta ya, bawa Bintang."


"Ia Mba maaf anaknya belum mau kesini,"


"Gak apa-apa namanya juga anak-anak, besok besok pasti ketemu. Mba gak bisa lebih lama lagi soalnya Mas mu harus ngurusin kerjaan udah kelamaan di tinggal."


"Iya Mba, hati hati ya selamat sampai rumah."


"Amin. Pak Aulia pamit dulu, Dion jangan buat adek mba ini sedih ya. kalau gitu mba berangkat dulu."


Dion mengangguk.


"Pamit Pak, mas pulang ya Lian, Yon." Ucap Mas Doni sambil memasuki mobilnya.


Perpisahan dengan Mba Aulia membuat Lian sedikit sedih selama ini Mba Lia yg membuatnya menjadi cepat akrab dengan keluarga suaminya. Sekarang ia harus mencoba lebih berani dan mandiri tanpa Mba Aulia.


"Gak usah sedih, nanti kalau ada waktu kita main ke Jakarta."


Pertama kalinya Dion memperlihatkan kepeduliannya pada Lian. Lian lalu membalasnya dengan mengangguk.


Dion mengajak Lian mengunjungi Bintang, tak tahan dengan mimik wajah Lian yg terlihat begitu sedih karna Kepulangan kakak iparnya. Bagaimana tidak, dari pagi hingga malam Dion melihat wajah Lian yg sangat sumringah saat ngobrol dengan Mba Aulia. Sangat terlihat bahwa Lian merindukan sosok orang yg menyayanginya.


"Ibuuuukkkk....!!!" Bintang langsung memeluk sosok Ibunya yg baru turun dari Motor, sosok yg sudah seminggu lebih tak tidur dengannya.


"Ibuk kok lama datennya Bintan kangen,"


"Kan setiap hari Ibuk ksini.. cuma terlambat sebentar."


"Ibuk napa ndak disini aja sama Bintan sih Buk?"


"Tapi Bintang yg gak mau ikut sama Ibuk."


"Nanti kalo Bintan ikut mbah sama siapa?"


"Kan Mbah berdua, kalau Bintang kangen nanti kita ksini. Deket kok gak jauh."

__ADS_1


"Nanti Bintan mau bilan Mba uti kalau mau ikut ibuk.. ndak bisa Bintan jauh sama Ibuk. Mba uti kalo bikin susu ndak enak, enak bikinan Ibuk."


"Lah jadi karna Mba Uti bikin susu gak enak baru mau ikut Ibuk...?"


"hehe....." Bintang nyengir memperlihat gigi susunya.


"Bintang! Mba Uti sama Mbah kung sebentar lagi mau buka warung, nanti Bintang dirumah sama siapa?"


Bintang terdiam terlihat sedikit berfikir,


"Hmm.. kalo Bintan ikut Ibuk, disana Bintang tidur sama Ibuk kan?"


"Yaiya sama Ibuk,"


"Tapi Ibuk tidurnya sama Oom," Mata Bintang melirik ke Dion yg sedari tadi hanya diam memperhatikan.


"Bintang nanti tidur sama Oom gimana?" Celetuk Dion.


Lian dan Bintang sontak langsung melihat ke arah Dion.


"Yaudah nanti kita tidur bareng-bareng gimana?"


"Hemmm... Okey!" Jawab Bintang dengan semangat.


Lian hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya.


"Ayok masuk yuk Buk, Om. Mba Uti masak enak."


"Masak apa..?" Tanya Lian.


"Masak nasi..."


"Ibuk mu pun masak nasi dirumah Bin." Celetuk Dion.


"Nasi dirumah Mbah lebih enak Om."


Dion terkekeh.

__ADS_1


Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah.


****


Setelah mengemas baju Bintang dan berpamitan Lian dan Dion pun berhasil membujuk Bintang untuk ikut bersama mereka.


Di jalan,


"Buk nanti kita gak pulang kelumah Mba Kun lagi?"


"Kalau kangen ya kita pulang Bin."


"Janji ya Buk."


"Janji! kan rumah Mbah deket, cuma naik motor sebentar nyampe."


Bintang pun lalu diam tanda setuju, tangan kecilnya erat memeluk pinggang ayah sambungnya.


Setibanya di kediaman Dion, Bintang terlihat ragu tuk masuk.


"Napa Bin ayok masuk!" Ajak Dion.


"Rumahnya besal ndak kayak lumah Mbah."


"Besarkan, kalau Bintang masuk nanti lebih besar lagi di dalem. Bintang punya kamar yg isinya mainan semua, Ayok! masuk."


Dion memengang tangan mungil itu masuk kedalam, wajah bintang berbinar binar. Pak Dandi yg mendengar suara dari depan pun langsung menghampiri dan terkejut senang melihat Bintang.


"Eh Bintang, sudah mau kerumah kakek ya? sini sini kakek punya mainan banyak untuk Bintang."


Bintang memberanikan diri, wajah tak asing itu sudah pernah beberapa kali bertemu dengannya. Pak dandi pun mengulurkan tangan meraih tangan Bintang dan membawanya bermain.


Lian terharu, entah karna kebaikan Pak Dandi atau karna kebaikan Tuhan yg memberinya seorang Bapak yg lain yg menerimanya dan menyayangi Bintang seperti cucunya sendiri.



*Rumah mengikuti desain rumah gedong di kampung gaes.

__ADS_1


__ADS_2