
4 bulan berlalu sejak kejadian besar itu.
"Benar kamu ayah biologis dari Bintang? tapi mengapa disini hasilnya bisa tak sama?"
Tatapan penuh mengintimidasi terpancar dari mata Dion.
Lawan bicaranya pun tak berkutik hanya terdiam, dan menunduk.
"Saya sudah jelaskan dari awal bagaimana hubungan saya dengan Tata, soal bagaimana hasil dari test DNA itu bisa berbeda saya juga tidak tau."
" Rey?" Suara Lian sedikit parau.
"Ya.."
" Selama ini kamu juga cuma di manfaatkan oleh adik ku, aku minta maaf yang sebesar-besarnya."
Rey yang sudah sebulan ini terus menghubungi keluarga Tata, mencari kebenaran dari berita yang sempat ramai di jagad maya tentang kekasihnya yang di tuding menjadi perebut suami orang. Rey akhirnya bisa menemui Lian kakak dari Tata, walau sakit hatinya Tata sudah tidak ada lagi di negara ini. Tata kabur ke Australia bersama Zack.
Rey pun sudah tak banyak keinginan selain bertemu sosok anaknya, ia hanya ingin bertemu darah dagingnya bersama Tata. Bentuk rasa tanggung jawab sebagai seorang pria, bermodalkan internet ia pun menemukan alamat Lian kakak dari kekasih yang sudah menghianatinya itu.
Tapi, setelah apa yang ia usahakan pun Rey hanya mendapatkan harapan kosong bahkan rasa di tipu oleh Tata. Setelah hasil dari Test DNA keluar Rey dan Bintang tak memiliki hubungan darah sama sekali.
Cerita panjang dan bukti-bukti foto maupun chat saat masih berhubungan dengan Tata sudah Rey perlihatkan, Rey sepenuhnya maksimal berusaha ingin menemui Bintang yang di gadang Tata adalah anaknya tetapi Tata selalu menghalangi.
"Maaf Rey, saya tau kamu pun bingung. Saya juga sama seperti kamu, jauh di lubuk hati saya, saya selalu merasa Bintang adalah anak saya. Tapi, dalam benak saya juga ingin mengetahui siapa ayah biologis Bintang. Seperti yang di katakan oleh Lian istri saya, mungkin memang begitu adanya. Kamu hanya di manfaatkan oleh Tata mengingat uang yang selalu kamu kirimkan kepada Tata. Kami keluarga tidak tau sama sekali prihal berapa banyak uang yang sudah kamu kirim kepada Tata. Yang kami tau dari cerita Tata pacar yg menghamilinya sudah kabur begitu saja."
__ADS_1
"Sebenarnya saya masih shock, dan tidak percaya kebenaran yang ada ini. Sekian lama saya memendam rindu pada anak yang saya pikir anak kandung saya, lantas sekarang setelah melihat Bintang sekaligus tau kebenaran dari hasil test DNA ini saya benar benar bingung, kecewa atau lega." Tutur Rey.
"Sekali lagi kami mohon maaf atas apa yang di lakukan Tata, Rey." Imbuh Lian.
"Kalau kamu merasa merugi atas apa yang sudah kamu alami, saya akan beri kamu cek kosong dan kamu boleh tulis berapa saja nominalnya. Semoga itu bisa mengurangi kekecewaan kamu Rey."
"Nggak! nggak Mas Dion bukan itu yang saya inginkan. Saya hanya merasa bingung kedepannya seperti apa yang harus saya lakukan, karna selama ini masa depan saya adalah Tata dan anak kami. Tiba-tiba harapan yang sudah saya rajut pupuk tiap harinya lenyap begitu saja, saya sudah bekerja keras hingga saya rasa semua sudah cukup untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Tapi semuanya hanya ada di mimpi saya."
Wajah Rey tak bisa menutupi kekecewaannya yang mendalam, sebenarnya Rey adalah lelaki yang bertanggung jawab. Tapi karna tuntutan Tata yang demikian tinggi dan keuangannya yang belum mumpuni Rey merasa tak ada cara selain pergi menuruti keinginan Tata menggumpulkan uang terlebih dahulu. Dan apa yang ia cita-citakan hanya menghasilkan kehampaan.
"Kami sekali lagi hanya bisa minta maaf Rey." Ucap Dion kembali seraya menepuk pundak Rey.
****
"Setelah semua terbongkar, rasanya semakin sedih. Syukur Ibuk dan Bapak mau tinggal disini, kalau semua terbuka disaat Bapak dan Ibuk tak punya kita entahlah Mas."
"Maafin Mas, Mas yang salah."
"Semua udah berlalu Mas, maksud Mas baik walau ada cara lain yang lebih baik."
"Harusnya Mas bicara baik-baik sama Bapak dan Ibuk tentang semua kebenarannya. Tapi Mas juga gengsi mengakui bagaimana kelamnya kehidupan Mas sebelum bersama mu sayang. Mas takut mengakui Mas adalah orang yang bejad dahulunya. Mas pikir dengan mengungkap semua ke media, segala kesalahan Tata bisa terungkap tanpa melibatkan masa lalu Mas. Ternyata Mas salah, ada ikatan kasih sayang yang jadi terkorban diatara kalian. Mas minta maaf."
"Walau Bapak Ibuk tadinya sulit menerima pengakuan Mas, pada akhirnya mereka faham karna mereka juga merahasiakan tentang masalah itu ke Mas awalnya, mereka juga merasa bersalah. Walau akhirnya Mas tau kebenarannya dari Lian, orang tua Lian terutama Bapak merasa tak sepantasnya menutupi itu ke Mas. Tindakan Mas juga merupakan hasil dari ketidak jujuran Bapak di awal mengenai kebenaran siapa Ibu dari Bintang."
" Mas masih merasa gak enak, tapi syukurlah keadaan Bapak dan Ibuk sudah membaik, walau kekecewaan itu kadang masih terlihat ada terlebih Tata adalah satu-satunya anak kandung mereka."
__ADS_1
"Tapi semenjak Bapak Mas ikut serta kesini, orang tua Lian jadi terlihat membaik, mereka terhibur ada temen Ngobrol."
"Iya syukurlah Bapak mau kesini, lagi pula sebentar lagi pemilihan kepala desa. Bapak pindah sini aja nanti Mas bujuk. Kita tinggal disini aja semua. Bapak tinggal sama Mas Doni, Ibuk Bapak kamu tinggal sama kita."
"Dan anggota keluarga kita mau bertambah satu lagi. Kita harus melupakan masa lalu yang buruk-buruk dan bahagia menunggu baby kita lahir kedunia." Balas Lian tersenyum sambil memandingan perutnya.
Dion mengusap-usap perut sang istri, ya sudah 3 bulan jabang bayi di perut Lian bertumbuh. Masalah demi masalah sudah terlewati walau tak sepenuhnya terselesaikan dengan sempurna.
Sempat bersitegang dengan keluarga Roy Tanuwijaya, perihal terbongkarnya kasus Zack dan Tata yang menyeret nama mereka akhirnya mereda di karenakan Risa yang sudah mengikhlaskan Zack dan bercerai. Zack membawa Tata tanpa seijin orang tua, sampai akhirpun Tata tak berkeinginan menyelesaikan masalah apalagi minta maaf.
Semua mereda dengan sendiri, hingga rumor pun mereda. Tata dan Zack menghilang tanpa kabar, meninggalkan semua masalahnya yang masih menyakitkan di hati orang-orang yang menjadi korban.
Lian pun menyadari, walau begitu pelik masalah yang sudah terjadi yang terpenting baginya ialah kini ia memiliki Dion disampingnya. Ia mengikhlaskan segala hal pernah menimpanya, berharap ia dan keluarga bahagia sampai ia menua.
Tamat~
.
.
.
.
(Baca bagian Rey di Bab 27.inilah kehidupan)
__ADS_1