
"Jangan! Jangan lakukan itu Ta! Aku minta maaf, aku mohon jangan sakiti diri kamu."
Tata menatap kosong ke arah Zack, Pisau sudah di genggamannya sudah mengarah tepat di nadi lehernya.
"Aku salah, aku memang pria berengsek!! Aku gak bertanggung jawab! Aku nyakitin kamu lagi dan lagi.. Tapi aku mohon jangan lakuin itu. Aku janji gak akan minum alkohol lagi, ini karna teman-teman aku yang paksa minum bareng aku ga bisa nolak."
"Kamu gak salah apa-apa Zack, kesalahan itu ada di aku.. Terus percaya dengan ucapan dan janji-janjimu dengan bodohnya. Aku capek, aku putus asa..
Lebih baik aku akhiri aja semua sekarang, aku tak punya tempat yang baik di masa depan ataupun sekarang."
"Jangan bertindak bodoh Ta, aku masih mencintaimu. Aku membawamu kemari agar kita tidak lagi di permalukan di Jakarta. Aku membawamu agar kita bisa leluasa mencintai disini tanpa ada seorangpun yang menghina kita."
"Cinta? Cinta apa yang kau bicarakan Zack? Apa kondisiku saat ini terlihat seperti perempuan yang di penuhi cinta Zack? Buka matamu dengan jelas. Lihat?"
"Aku tak pernah menyakitimu dengan sengaja, aku juga menyesal setiap kali ini terjadi. Aku minta maaf Ta.."
"Maaf? Kau selalu minta maaf, tak kah kau tau esensi dari ucapan maaf? Maaf berhak kau ucapkan saat kau sudah bisa memastikan kalau kau tidak akan mengulangi kesalahan yang sama!!!" Suara Tata semakin meninggi.
"Aku berjanji, tak akan minum-minum lagi.. Aku mohon letakan pisaunya Ta!"
Zack berjalan perlahan mendekati Tata, dengan cepat meraih pisau itu dan melemparnya jauh. Zack pun langsung memeluk istrinya itu dengan erat.
Zack mendaftarkan pernikahannya setelah tiba di Melbourne, ia menepati janjinya pada Tata setelah membujuk Tata ikut dengannya ke Australia.
Terbuai janji seorang Zack Moreno dan tekanan rasa malu yang ia dapatkan saat itu, Tata memantapkan hatinya kabur dari rumah Lian dan menemui Zack. Setelah mengurus semuanya Zack berhasil membawa Tata pindah dari negara yang mencoreng namanya.
Orang Tua Zack tinggal di Sidney, dan Zack memutuskan tinggal di Melbourne mengembangkan bisnisnya mulai dari nol kembali.
Tekanan masalah finansial dan sulitnya memulai usaha membuat Zack meluapkannya pada miras. Zack kerap ke club atau bar pada malam hari, dan pulang dalam keadaan kacau mabuk berat. Di sinilah awal mula tindakan kekerasan pada Tata itu muncul.
Tapi Zack tak pernah sadar saat ia mulai main tangan saat mabuk, ia terbangun dengan tangan dan kaki terikat saat itu terjadi dan menemukan sang istri penuh dengan lebam dan depresi di pagi hari.
Zack selalu menyesali perbuatannya, hanya ia merasa tak tau harus melimpahkan rasa frustasinya dengan cara apalagi dan lagi-lagi ia tetap menenggak miras lagi dan lagi.
Mengetahui kondisi Tata yang depresi kian parah, itu juga membuatnya bertambah frustasi. Ia tak ingin memulangkan Tata ke Jakarta, ia tahu masalah pasti akan bertambah parah saat keluarga Tata tahu kondisi tubuh dan mental sang istri yang semakin memburuk.
Di tengah kalutnya ia bertemu dengan seorang wanita yang membuatnya terperosok kembali ke dalam jurang perselingkuhan.
Zack masih menyembunyikan hal yang akan menjadi Boomerang bagi dirinya sendiri itu. Ia berfikir tak melakukannya dengan hati, ia hanya butuh pelampiasan nafsu.
.........
Sementara di kediaman keluarga besar Dion dan Lian sedang berbahagia, dengan kehadiran seorang bayi perempuan nan cantik Kanya Naeswari.
__ADS_1
Kedua kakeknya pun saling berebut untuk menggendong, itu membuat sang Kakak Bintang cemburu.
"Waduh, ada yang ngambek ni di cuekin.." Ucap Dion pada Bintang yang sedari tadi memasang wajah cemberut.
"Oalah Mas Bintang cemburu to adek Kanya? Mau di gendong-gendong juga?" Ujar Mbah Uti.
"Bintang udah ga di sayang to Mbah?"
"Ya di sayang no, masak ga disayang tapi adek Kanya kan masih bayi. Masih kecil jadi banyak yang mau gendong."
"Bintang mau Ayah gendong apa gimana?" Dion menimpali.
"Bintang kan udah besar.." Imbuh Lian lagi yang baru datang dari dalam kamar dengan agak tertatih.
"Kok gak manggil yank mau keluar, Mas kan bisa bantuin." Dionpun bergegas memapah istrinya.
"Sepi di dalam kamar, Lian ga kebagian waktu sama Kanya selain enen.."
"Kan malah bagus kamunya biar istirahat Nduk." Jawab sang Ibu.
Lian tersenyum sambil mengangguk tak ingin berdebat dengan Ibunya.
"Lian sebentar disini ya Buk, agak bosen di kamar terus."
"Bintang anak pinter harus sayang sama Adek Kanya ya? Harus jagain adek Kanya gak boleh cemburu sama Adek ya Le.."
"Iya Buk..."
"Nanti Dek Kanya kalau udah besar, pasti sayang banget sama Bintang."
Bintang pun mengangguk nurut dengan ucapan sang Ibu.
"Alhamdulillah, Dedek Kanya udah lahir selamat dan sehat. Sebentar lagi tinggal nungguin Dedek dari Ante Aulia sama Om Doni." Ceplos Pak Dandy.
"Mas Doni udah ngabarin gimana hasilnya Pak?" Sambar Dion dengan penasaran.
"Alhamdulillah, janin yang berkembang ada 2 kemungkinan kembar. IVF Mas Mba mu berhasil."
"Alhamdulillah...." Sontak semua keluarga mengucapkan rasa syukur.
"Alhamdulillah ya Mas, penantian serta usaha Mas Doni dan Mba Aulia membuahkan hasil. Lian seneng banget.."
"Walau Mba Aulia belum bisa nengokin Kanya, dan belum bisa kumpul sama keluarga dulu yang penting kabar gembiranya sudah nyampe duluan." Balas Dion.
__ADS_1
Lian mengucap syukur yang tiada hentinya pada Tuhan yang telah menganugrahkan kebahagiaan yang bertubi-tubi untuknya.
Tak pernah menyangka dirinya bisa merasakan kebahagiaan yang tiada tara seperti sekarang, hasil dari kesabaran dan selalu yakin rencana Tuhan pasti adalah yang terbaik baginya.
Yang terindah baginya bukan hanya kehadiran putri kecil sebagai pelengkap, tapi hadirnya seorang pria seperti Dion yang mau menerima keadaan dirinya yang sudah memiliki Bintang.
"Lian bahagia banget Mas.." Bisik Lian pada Dion selagi menggenggam tangan sang suami.
"Apalagi Mas, Mas pria paling bahagia di muka bumi saat ini.. Makasih udah hadir di hidup Mas ya.. Makasih juga tetap bertahan walau Lian tau masa lalu Mas yang kelam."
"Lian ga pernah memikirkan bagaimana Mas dulu, yang Lian tau Mas yang sekarang bersama Lian."
"Mas sayang banget sama kamu.."
"Lian lebih lagi... Sayaaang banget banget sama Mas Dion."
Pasangan itu pun saling memandang dengan senyum kebahagiaan.
................
"Cinta adalah bagaimana aku melihat bagian terburuk mu, tapi aku tetap memilih berada di sisimu."
"Bukan tentang seberapa banyaknya yang hadir lalu pergi, tapi tentang siapa yang datang dan bertahan sampai akhir."
"Kesetiaan itu sudah pasti cinta, tapi cinta saja belum tentu di barengi dengan kesetiaan."
"Kadang manusia memilih hidup sengsara agar terlihat terhormat, padahal bagian hidup yang mengangkat tinggi kehormatanmu adalah karakter."
"Batas dari kesabaran adalah.. Ego!"
.
.
.
.
Real Tamat❤️
Terimakasih readers kuh yang meramaikan setiap bait tulisan otor, Alhamdulillah akhirnya tulisan otor lulus review berkat kalian semua.
Semoga tulisan otor bisa di ambil hikmah dari setiap ceritanya yaa...❤️
__ADS_1