Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Tak sepaham


__ADS_3

"Mas?"


"Ya apa sayang?"


"Tata tadi kesini."


Dion yang sehabis mandi setelah pulang dari bertemu kliennya pun terkesiap, tapi harus membungkam ekspresi cemasnya.


"Main kesini?"


" Iya Mas..."Lian tampak lesu.


"Kamu kenapa? Ada masalah?" Dion merasa tambah cemas.


"Gak ada apa-apa, cuma Lian sedikit bingung sama sikap Tata tadi."


"Dia bilang apa?"


"Tersirat sih Mas, tadi dia seharian main sama Bintang. Sepertinya Tata kangen banget sama anaknya, kalau pendengaran Lian gak salah Tata bilang, kalau nanti dia sudah selesai kuliah mau ngajak Bintang ikut dia Mas. Gak salah juga ucapan Tata karna Tata Ibu biologisnya Bintang itu hak nya Tata, cuma kenapa hati Lian gak enak ya? Lian egois ya Mas? Lian merasa selama ini Bintang bakal selamanya bersama Lian, tanpa Lian pikirin gimana perasaan Tata."


"Tata gak punya hak bilang begitu, keputusan dia diawal yang menyerahkan Bintang untuk kamu akui sebagai anak harusnya bisa dia pegang, kamu jangan mau gitu aja nurut kemauan Tata. Walau tidak secara langsung, dia punya maksud lain kan?"


"Lian gak bisa Mas, Lian gak tega maksa Bintang sama Lian kalau Ibunya ternyata pingin ngambil Bintang. Gimana pun Tata juga adik Lian, Lian gak mau terus nyembunyiin kenyataan bahwa Lian bukan ibu kandungnya Bintang. Bintang juga punya hak tau segalanya Mas."


"Bener kamu bener, cuma kamu siap apa gak kehilangan Bintang? Mas hanya memposisikan diri sebagai seorang Ayah. Mas gak mau kehilangan anak Mas karna apapun, kalau seandainya Tata adalah seorang ibu yang bertanggung jawab mungkin berbeda. Selama ini apa pernah dia coba hubungin kamu untuk sekedar tanya gimana Bintang? Tentang kesehatannya, pertumbuhannya, udah bisa apa? Apa makanan favoritnya? Mas cuma pengen kamu bisa melihat dari sudut pandang Mas."


"Selama ini Tata sibuk kuliah Mas, Lian mencoba mengerti dia juga lagi di posisi berjuang supaya Bapak sama Ibuk bangga."

__ADS_1


Dion mengepalkan genggaman tangannya dengan erat menahan amarah, mengingat bagaimana prilaku Tata yang ia ingat selama ini. Jauh dari apa yang di sampaikan Istrinya.


"Tapi berapa lama sih waktu yang di butuhkan buat nelpon nanya kabar, gak masuk akal kalau dia gak punya waktu?"


"Mas gak bakal bisa ngerti gimana pengennya Bapak sama Ibuk supaya Tata jadi sukses, Tata mungkin juga kesusahan selama ini dengan kecewanya Bapak sama Ibu saat tau dia hamil Mas. Selama ini Lian yang paling tau rasanya di cap perempuan gak bener sama banyak orang itu berat banget, Lian kuat karna Lian tau kalau Bapak sama Ibu tau semua kebenarannya Lian gak begitu, itu yang bikin Lian kuat, sedang Tata dia yang paling tau bagaimana kecewanya Bapak dan Ibuk pasti Tata tersiksa banget Mas".


"Tata gak sebaik yang kamu fikirkan Lian, Mas semakin sedih gimana kamu begitu memikirkan perasaan perempuan berengsek itu, tapi dia sama sekali gak pernah berfikir seperti cara pikir mu. Kamu pasti bakal terluka sekali saat tau kebenarannya." Ungkapan kekecewaan di hati Dion.


"Mungkin kamu harus berfikir lebih lagi tentang ini, karna sampai kapan pun Mas gak bisa kehilangan Bintang. Dia bukan hanya anak Tata atau pun kamu Lian, dia juga anak Mas."


Dion pergi meninggalkan Lian dengan ekspresi penuh kekecewaan, Lian menangkap itu tapi dia hanya bisa membisu karna masih teguh dengan apa yang di fikirkannya.


Dua pasutri yang tadinya selalu saling berbagi kasih sayang itu pertama kalinya mengalami perdebatan. Sama-sama merasa saling butuh tapi saling tak mampu untuk meluluhkan ego di hati.


****


"Bik, ini baju Bapak di pisah aja cuma di kucek ya Bik."


"Iya Buk."


Beberapa saat kemudian Asisten itu pun kembali menemui tuannya.


"Begini Buk..."


"Iya Bik," Risa menoleh.


"Anu ada bekas Lipstik merah, di kasih pemutih gak apa-apa Buk? Soalnya gak mau hilang udah saya kucek-kucek lumayan lama."

__ADS_1


"Bekas Lipstik?"


"Hehe iya Buk, pas banget di kerah luar. Anu mungkin Ibuk lupa pas itu, sama tuan hehe..."


Risa mengingar lagi dari suaminya pulang mereka masih belum bicara semenjak perdebatan terakhir kali. Mana mungkin ia salah cium di kemeja suaminya, Deg! Hati Risa langsung gelisah tapi mencoba menjaga mimik wajah di depan ART-nya.


"Ya kasih pemutih aja Bik."


"Baik Non."


Asisten yang sudah berkerja selama usia pernikahan Zack dan Risa itu pun undur diri setelah mendapat jawaban dari Risa.


"Gak mungkin kan?? Gak mungkin!" Gejolak hati Risa Tanuwija.


Risa mencoba berkali-kali meyakinkan hatinya dan menampik kecurigaan yang sudah terlanjur bersarang. Tapi ibarat bom waktu yang sudah berdetak, Risa langsung mengambil koper suaminya dan memeriksa adakah hal lain yang bisa mendukung kecurigaannya.


Yah, benar saja bukan hanya bekas Lipstik di kerah baju. Bukan hal mendasar seperti barang-barang wanita yang Risa harap bisa temukan dan kemungkinan bisa di sangkal seorang Zack, tapi sehelai rambut panjang hitam pekat yang menempel saat Tata merapikan isi koper Zack. Risa berambut pendek dan sudah di warnai semi blonde.


Risa bergetar lantas gugup tak bisa mempercayai apa yang ia temukan, hatinya semakin cemas dan bertanya-tanya tentang kesetiaan suami yang telah bersamanya hingga memiliki 2 orang anak itu.


Dalam kalutnya Risa tak hilang akal meraih Handphone milik Zack yg lelap tertidur ingin mendapatkan bukti lagi, tapi sayang Handphone itu terkunci dengan sidik jari. Hampir putus asa nada getar menandakan pesan masuk tak terduga muncul dan notifikasi bertuliskan pesan 'sayang lagi ngapain?' dengan nama pengirim permataku terpampang di layar Handphone.


Dengan hati yang hancur Risa langsung meneteskan air mata, hatinya benar-benar sakit. Pria yang ia perjuangkan atas nama cinta di depan keluarga yang tak menyetujui pilihannya itu benar-benar mendua. Memikirkan bagaimana ia harus menghadapi orang tuanya nanti apabila sampai tahu, Risa benar-benar kehilangan muka. Apalagi sampai terungkap ke publik hidupnya pasti benar-benar hancur, rumah tangganya di ujung kehancuran. Tak percaya apa yang terjadi Risa benar-benar tak mau rumah tangganya hancur begitu saja.


"Gak boleh!! Aku gak akan biarkan rumah tangga yang aku jaga sampai saat ini hancur begitu saja karna perumpuan lain, demi Chiko dan Zio apapun akan ku lakukan! Aku gak bakal biarin kamu bersenang-senang di belakang ku begitu aja Zack! Gak akan!"


****

__ADS_1


__ADS_2