Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Termakan Rumor (Salah faham)


__ADS_3

3 Hari menjelang pernikahannya Dion memutuskan joging agar terlihat lebih bugar, sepulang dari beberapa putaran ia pun memutuskan untuk pulang.


Samar-samar terdengar beberapa percakapan dari beberapa tetangga yg mengganggu di pendengarannya. Tetangganya yg sedang asik ngerumpi sambil memilih sayuran di sebrang jalan gang, Dion memperlambat langkah kakinya.


"3 hari lagi kondangan Buk Ibuk...?"


"Lah iya to Pak Kades mantu kok gak kondangan, nanti di bilang warganya gak sopan!"


Suara gelak tawa pun nyaring terdengar.


"Lah pasangan terpenomenal yo rugi to gak dateng Buk ibuk...!!"


"Kemarin, saya beli nasi di warung Pak Har sumringah banget ada Pak kades juga lagi ngopi."


"Ya Sumringah to Buk, dapet mantu hutang langsung lunas...!"


"Lah iya, menak yo Pak Har... Si anaknya yo enak akhirnya dapet suami. Cucu ne Pak Har akhirnya punya Bapak."


"Eh eh udah denger gosip lainnya belum buk ibuk, kata-katanya ayah biologis cucunya Pak Har itu ya anaknya Pak kades, tapi masih katanya."


"Hahh?? Beneran Buk?"

__ADS_1


"Masih katanya saya jg dapet berita dari orang-orang."


Telinga Dion terasa seperti terbakar, ini pertama kalinya ia mendengar gosip secara langsung dari mulut tetangga. Langkahnya pun di percepat rasa amarahnya sampai keubun-ubun.


Dion lekas mencari keberadaan Bapaknya di rumah, tanpa basa basi langsung mencecar sang Bapak dengan pertanyaan yg menyulut emosinya.


"Pak, Dion dengar dari tetangga pernikahan Dion karna hutang Bapaknya Lian?"


"Ada apa sih Yon pagi pagi udah emosi kayak gini?"


"Jawab ajalah pa Pak?"


"Kok kamu dengarin hal hal yg aneh-aneh kayak gitu, kalau iya pun gak ada hubungannya sama kamu, itu urusan Bapak sama Bapaknya Lian."


"Ya gak gitu lah Yon, Bapak punya alasan Bapak sendiri Banyak yg punya hutang sama Bapak yg anaknya lebih cantik dan berpendidikan. Lian memang pilihan Bapak, Bapak maunya kamu sama Lian."


"Gak bisa gitu lah Pak, itu berarti Bapak menyalah gunakan uang untuk kepentingan Bapak sendiri..."


"Halah kok sampai jauh kesana pikiran mu Yon...!"


"Maksud Dion berarti Lian gak benar-benar tulus menerima Dion Pak, dia bisa terpaksa, bisa jadi semua karna uang!!"

__ADS_1


"Lah gimana sih Yon, kamu emangnya awalnya tulus menerima Lian? Kamu juga terpaksa kan? jadi kamu mau bagaimana? Pernikahan tinggal 3 hari lagi, mau sudahi sudah gak bisa sama dengan buat Bapak malu."


"Entahlah Pak...!!" Dion mengacak-acak rambutnya dan kemudian pergi meninggalkan sang Bapak dengan mimik wajah Kesal.


BRAK!!! Dion melampiaskan amarahnya pada pintu kamar.


Di ingatnya lagi ekspresi wajah Lian saat obrolan mereka pertama kali.


"Ya???? Bukan karna siapa pun aku dan masa lalu ku, tapi karna ia harus melunasi hutang Bapaknya. Sial!!!!!"


Pikiran Dion terlihat semakin kesal.


"Aku berfikir se sederhana itu, aku yg berfikir hanya karna kami sama-sama punya masalalu.


ternyata hanya karna uang. Dia sangat pandai menutupi dirinya yg sebenarnya."


Entah mengapa Dion jadi sangat kecewa, pikirannya terhadap Lian pun perlahan berubah.


"Hah... Kamu yg mudah terbuai dengan tampang polosnya Dion, kamu harusnya sadar semua wanita yg mendekat padamu semuanya sama. Uang!


Gak, gak akan ku biarkan dia dan keluarganya senang karna keinginan mereka tercapai. Dia juga harus tau siapa aku yg sebenarnya."

__ADS_1


Jangan pernah mempermainkan kepercayaan seorang Dion.


__ADS_2