Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Haruskah aku bilang, Aku mencintai mu?


__ADS_3

Tiada kehilangan yg paling menyedihkan selain kehilangan seseorang yg paling di sayang.


Hidup tanpa arah karna traumatik kepergian seorang ibu untuk selamanya, Dion muda harus menerima fitnah hingga harus menerima hukuman yg tak pernah iya lakukan. Dan saat ia mulai menemukan harapannya lagi tentang kepercayaan ia pun di tinggalkan.


Baginya hidup tak punya tujuan adalah pola kusut dan panjang dan sulit di selesaikan. Hingga ia tak pernah mencoba memahami lagi tujuan hidupnya, hanya melakukan yg ingin ia lakukan dan selebihnya menutupi trauma dengan kesenangan semu.


Joni adalah satu-satunya teman dan satu-satunya orang lain selain keluarga yg ia percaya. Jonilah yg menyelamatkannya dari tuduhan keji teman-temannya, Joni menjadi saksi akan ketidak keterlibatan sekaligus yg melepaskannya dalam kasus pelecehan yg di tuduhkan padanya.


Tapi bayang-bayang 2 bulan dalam bui tak akan pernah mudah bagi Dion, Belum lagi segala tudingan dan rumor yg sudah terlanjur melebar. Dion hidup dalam bayang-bayang cibiran orang.


Menghabiskan waktu 3 tahun di Jakarta, setahun pertama masuk kedalam dunia gelap mencoba narkoba hingga akhirnya tertangkap. Terlolong karna keuangan keluarga nya yg bisa menyelesaikan dan Dion tak sampai masuk bui kedua kalinya.


Tapi lagi-lagi wajah kecewa sang Ayah lebih menyakiti hatinya. Merasa bersalah akhirnya ia meninggalkan barang haram itu. Masih dalam hidup dalam kekosongan, Dion melampiaskan pada Alkohol dan perempuan. Baginya,


"Hidup adalah jurang di dalam jurang yg mungkin tak berakhir... Cinta dan kepercayaan? Bulshit!!


Aku akan menyukai apa pun hal yg membuat ku senang dan membenci hal apapun yg membuat ku muak.


Kekosongan tanpa akhir ini, aku tak pernah berniat untuk benar-benar meninggalkannya. Karna aku pun tak pernah punya cara untuk meninggalkannya."


Dion terjaga menatap sosok kini berbaring di sampingnya. Suara rintik hujan yg samar-samar akan mereda, dan sautan katak menyambut musim penghujan menemaninya.


"Sekarang aku tau caranya..." Bisiknya.


Menyingkap untaian rambut yg berbaris acak di wajah istrinya. Mengingat kembali desahan pertama yg di dengar dari bibir merah muda yg harus membuatnya terpaksa membelunggu kedua tangan kecil yg meronta.


Dion memijit keningnya, seluit senyum bahagia sembari menahan malu terlukis di wajahnya.


"Bodoh!!!" Seketika tanggannya memukul dahinya dengan keras.


Entah karna pengalamannya pada perempuan yg kurang atau kegugupannya pada Lian yg tak memiliki sama sekali pengalaman apa apa. Berapa pun hadiah masa lalu yg sudah ia dapatkan dari banyak wanita, masih tak bisa menggambarkan apa yg di rasakannya pada 1 wanita yg tertidur di sampingnya ini.


"Dia benar-benar bodoh tapi penurut, matanya menolak tapi tubuhnya mengiyakan. Haruskah aku katakan sekarang kalau aku mencintai mu Lian. Aku benar-benar sudah jatuh dalam pesona mu.


Bagaimana Berlian yg semurni ini bisa dengan sabar di katakan tak suci?"

__ADS_1


Aku gak sabar menunggu mu siap bersama ku di saat paling membahagiakan untuk kita nanti."


Dion masih tak bisa memejamkan mata, ia kini punya mimpi dan masa depan. Ingin merubah masa buruk yg sudah ia lewati menjadi masa indah bersama istri dan anaknya.


Rasa tanggung jawab yg besar tiba-tiba ada di pundaknya, keinginan untuk membahagiakan Lian dan Bintang memicunya menjadi lebih matang lagi dalam bertindak.


"Sekarang aku seorang suami dan Ayah, akan ku lakukan apapun untuk membuat mereka bahagia. Tidak ada waktu lagi untuk hal yg tidak penting." Bisiknya.


Dion mengambil laptop di laci mejanya, membuka situs bisnis miliknya yg sudah lumayan menambah pundi rupiah. Ya, Dion pernah membuat situs jual beli mobil yg sampai sekarang masih menjanjikan, hanya karna tak punya niat yg kuat hasilnya walau terbilang lumayan tapi tidak 100%.


Kali ini Dion ingin serius mengelola bisnis mandirinya, Ia tak punya bakat di bidang property seperti kakaknya Doni. Usaha kecil yg awalnya dari jual beli tanah yg di rintis Pak Dandi di kembangkan menjadi prusahaan property oleh Doni anak pertamanya.


Tapi Dion sama sekali tak berminat, Dion berjiwa bebas tak ingin terbelenggu dengan kehidupan perkantoran.


"Mungkin, aku bisa buka mengelola lebih dari situs ini... Hmmm..."


2 jam tenggelam dalam laptopnya akhirnya Dion mulai merasakan kantuk yg hebat, meraih Lian memeluknya hingga tertidur pulas.


****


"Buk, Lian kan mau di boyong ke kota sama suaminya."


"Iya Pak... Bakal jauh kita dari Bintang."


"Hhh....." Pak Har membuang nafas berat.


"Gak apa-apa toh Pak, Lian akhirnya punya kehidupan yg lebih baik. Siapa sangka walau di jodohkan anak kita itu bisa cocok sama suaminya."


"Lah iya Buk, bersyukur ternyata Dion anak yg Baik. Selain menerima kondisi Lian yg sudah punya Bintang Bapak liat juga malah sayang banget sama Bintang. Kadang Bapak masih kayak mimpi Buk, siapa sangka keputusan Bapak menerima perjodohan mereka berjalan dengan baik."


"Tapi Pak...Ada yg mengganjal di hati ibuk."


"Kenapa Buk?"


"Apa kita gak terus terang sama Dion tentang Bintang. Toh, pasti Dion akhirnya tau gimana kondisi istrinya yg belum pernah melahirkan. Ibuk yakin Dion pasti sudah tau, kecuali mereka belum ngapa-ngapain. Ibu sampe susah tidur mikirkan itu Pak, bagaimana reaksi Dion saat tau Bintang bukan anak kandung Lian."

__ADS_1


Pak Har langsung memijit keningnya.


"Bapak gak kepikiran sampe situ Buk, kalaulah ketauan Dion pasti sudah ngomong sama kita. Mungkin Lian bisa mengambil hati suaminya, makanya Dion gak pernah bahas apapun sama Kita perkara Bintang."


"Mudah-mudahan Pak, kalau sampe terbongkar Bintang anak Tata Ibuk gak tau harus gimana. Mungkin Ibuk harus bicara sama Lian."


"Udah Ibuk gak usah mikirin biar Bapak yg ngurus ini nanti."


Pak Har ingin menanyakan pada besannya Pak Dandi, karna Pak Har merahasiakan pada istrinya bahwa besannya sudah sejak lama mengetahui rahasia asal usul Bintang.


"Oh iya Buk..."


"Apa Pak?"


"Lian apa belum cerita tinggal di Jakarta dimananya? Kalau dekat dengan Tata apa gak bagusnya Tata ikut Lian ya Buk ketimbang nge kost."


"Belum Pak, iya juga ya Pak! Ketimbang ngekost sama kakaknya malah keurus."


"Lah iya Buk, Tata pasti selama ini kesepian juga Buk jauh dari keluarga. Tata tu gak pernah ngeluh Buk kalau Bapak ngirim uangnya telat. Kadang gak sampe hati sama anak sendiri, jauh dari keluarga tinggal sendiri. Demi cita-citanya harus bersusah-susah dulu."


"Iya Pak moga nanti Tata sehabis kuliah langsung dapet kerja ya Pak."


"Amin Buk, mudahan Tata mengharumkan nama kita jadi anak sukses. Amin..!"


"Amiin Pak.."


"Lah gorengannya gak mateng mateng to Buk."


"Lah Bapak ngajak ngobrol terus ya Ibuk jadi gak selesai-selesai motongin kol."


"Sini kalau gitu Bapak Bantu Buk."


Kedua pasangan paruh baya itu pun sibuk berkutat di dapur, sesekali memperdebatkan suatu hal dan kembali tertawa lagi.


****

__ADS_1


__ADS_2