Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
semakin lengket


__ADS_3

Dion terkesiap mendengar suara istrinya, cepat-cepat menghapus riwayat panggilan dan menghampiri Lian.


"Mas dari mana?" Tanya Lian yang penasaran.


"Ah, ini tadi kamu masih tidur Mas pakai HP kamu buat nelpon. Takut Bintang bangun Mas nelpon di luar deh."


"Oh... Lian cari-cari kirain Mas kemana?"


"Kamu pikir Mas kemana hayoo?"


"Gak sih, Lian cuma kecarian aja kok."


Dion Lantas meraih tubuh ramping istrinya memeluk dan merangkul pinggang istrinya itu dari belakang.


"Mas...!" Lian tersipu.


"Kenapa sayang?"


"Gak apa-apa." Menahan malu.


"Udah gak bisa jauh dari Mas kan? sampai kecarian gini?"


Lian memalingkan wajahnya yang mulai terasa panas karena tersipu, saat sang suami membalik badannya sembari menusuk dengan tatapan mesra. Dion meraih wajah bersemu merah muda itu dan mencium kening dari wanita yang membuatnya tak bisa jauh barang sejengkal pun ini.


"Cuci muka gih, biar Mas buatin Teh hangat." Ucap Dion sembari mengelus-elus puncak kepala istrinya.


Lian hanya mengangguk sembari melepaskan dekapan suaminya, Lian menyadari langsung terbangun dan mencari Dion tanpa memperhatikan penampilannya yang masih acak-acakan.


selang beberapa saat kedua pasutri itu sudah duduk bersama di meja makan, Lian menyeruput teh buatan suaminya beberapa roti panggang ala Dion pun sudah bertengger di atas piring. Lian bak di perlakukan seperti putri.


"Bintang nyenyak ya tidurnya... kecapean deh kelihatannya." Ucap Dion.


"Iya Mas tadi malam juga agak rewel pas mau tidur bilang kalau badannya pegel semua."


"Kasian nanti Mas pijet deh kalau udah bangun, pertama kali perjalan jauh pasti capek banget."


"Iya Mas tapi Bintang seneng syukurnya, pas masuk rumah girang rumahnya besar bisa main petak umpet katanya hehe..."


"Mas gak sabar kasih dia adik biar ada temennya main kalau dirumah..."


"Lian juga gak sabar bisa hamil, Lian penasaran rasanya hamil gimana." Lian tersenyum menatap lurus ke arah suaminya.


"Kalau gitu Mas harus berusaha lebih keras lagi nih, biar makin cepat tokcer yuk mumpung Bintang belum bangun." Ucap Dion sambil terkekeh.


"Mas...." Lian Ikut terkekeh.


"Ayoookk!" Dion langsung bangkit dari kursinya dan mengendong Lian, membawa sang istri ke peraduan.

__ADS_1


****


Keluarga kecil itu berjalan-jalan santai di sore hari di taman yg menjadi fasilitas lingkungan perumahan yang di huni oleh Dion. Bintang yang tak mau lepas dari gendongan sang Ayah pun semangat melihat beberapa anak-anak yang main bola kaki.


"Duduk di bangku dekat situ yok Bin?" Ucap Lian membujuk Bintang.


Bintang hanya mengangguk pelan.


"Kecapean ya anak Ayah ni lemes banget..."


"Bintan nda Capek cuma pegel badannya."


Dion dan Lian saling menatap sambil tersenyum.


"Kalau pegel itu tandanya kecapean Bin." Ucap sang Ibu.


"Besok Embah kalau mau ketemu Bintan gimana Buk? Bintan pegel nanti jauh.."


"Ya Nanti Embah Kakung sama Embah Uti yang kesini nyusul Bintang." Balas Dion.


"Mbah Uti sama Kakung boleh kesini Yah?"


"Oh ya Boleh... Rumah kita kan juga untuk Mbah Uti Mbah Kakung Bin."


Bintang tersenyum senang.


"Waaahh Bintan mau....!"


"Sebelum itu kita ketemu Om Doni sama Tante Aulia dulu ya, merek gak sabar ketemu sama Bintang."


"Om Doni Masnya Ayah?" Jawab Bintang.


"Iyap, pinter anak Ayah." Rangkul Tangan Dion"" ke bahu mungil anaknya.


****


"Ya ampun Bintang!!! Makin gemes ya lama gak ketemu tambah tembem pipinya." Mba Aulia yang buru-buru menghampiri ponakan sambungnya itu sambil menahan gemas, Mba Aulia sangat menyukai anak-anak walau belum di karunia anak sampai saat ini.


"Tante..." Ucap Bintang menyapa.


"Aduh gemasnya!!" Mba Aulia mencubit ringan pipi Bintang.


Mas Doni, Dion dan Lian ikut tersenyum melihat interaksi Tante dan ponakan itu. Dion pun ikut senang Bintang ternyata tidak canggung sama sekali bertemu Kakak dan Kakak iparnya.


"Ayok Yank di ajak Bintangnya ke dalam, kamu dah siapin banyak hal tu buat Bintang."


"Eh iya keasikan uyel-uyel ni anak gemoy sampe lupa ngajak masuk. Ayok Bin Tante beliin banyak mainan di dalam, Tante belikan sepeda juga, yuk! Bintang coba yuk!"

__ADS_1


"Sepeda???" Wajah Bintang sumringah.


"Wah baru tadi sore Dion bilang ke Bintang mau belikan sepeda, eh udah di duluin Tante Aulia nih.. Rezeki anak Sholeh ya Bin...!!" Ucap Dion sembari terkekeh.


"Ayok masuk didalam lanjut ngobrolnya." Ajak Mas Doni sembari mengajak Masuk.


Bintang pun sudah berada di gendongan Mba Aulia. Mba Aulia sibuk mengajak Bintang bermain saat yang lain tengah bersantap malam.


"Gimana Yon, udah fix Bintang PAUD di mana?" Ujar Mas Doni membuka pembicaraan.


"Udah Mas, cuma Dion mau cek dulu Mas. Biar makin yakin."


"Iya begitu memang harus lebih teliti, hmm.. kalau boleh Bintang lebih sering disini gimana Lian?" Mas Doni memandang ke arah Lian, Lian pun ikut menoleh.


"Bo..boleh aja kok Mas..." Jawab Lian sedikit ragu, Dion pun ikut mengerenyitkan dahi.


"Begini... Mas sama Mba kan udah lama menanti momongan cuma belum di kasih rezeki, karena Mbak dan Mas juga berusaha pengennya natural aja dulu maksud Mas biar Bintang jadi pemancing. Mba mu sampe nyiapin kamar sama semua keperluan Bintang disini, Mas jadi gak enak sama kalian tapi Mas minta tolong demi Mba Aulia ya Lian." Jelas Mas Doni dengan mimik serius.


Lian lantas tersenyum lega.


"Lian gak keberatan Mas, apalagi kalau itu tujuannya Lian malah sangat senang. Tapi namanya juga anak-anak Lian sih gimana Bintangnya aja, kalau ternyata Bintang suka disini gak mungkin Lian ngelarang Bintang main sama Tantenya. Kelihatannya Bintang juga nyaman sama Mba Aulia, mudah-mudahan niatan Mba sama Mas membuahkan hasil. Biar nanti Bintang cepet ada temen mainnya."


"Amiiin... Kalian gimana langsung program atau nunda dulu?" Tanya Mas Doni.


"Lian sih pengen cepet Mas gak tau tu Mas Dion gimana?"


"Dion gak nunda Mas, lebih cepat lebih Baik hehe..."


"Syukur deh jangan di tunda-tunda nanti kayak Mas Niatnya nunda malah kebablasan gini, begitunya udah yakin pengen punya momongan malah harus nunggu lagi."


"Semoga secepatnya ya Mas kita saling mendoakan." Ucap Lian menyemangati.


"Gimana Lian Dion enak gak masakan Mba?" Mba Aulia yang datang langsung duduk memangku Bintang.


"Selalu enak Mba...! Gak pernah kecewa sama masakan Mba Aulia, apa lagi sama Kalio dagingnya enak banget Mba. Kapan-kapan Lian mau belajar masak sama Mba Aulia."


"Seenak itu ya, boleh-boleh nanti kita jadwalkan masak bareng ya jadi nanti tinggal bagi dua masakannya. Gimana?"


"Boleh banget Mba jadi gak repot lagi mau masak apa dirumah." Balas Lian semangat.


"Asal jangan sampe kecapean aja ya Yank!" Sindir Mas Doni.


"Bener tu kata Mas Doni, jangan terlalu semangat sampe kecapean ya...!" Tukas Dion sambil melirik ke arah istrinya.


"Siap komandan!" Jawab Lian dan Mba Aulia kompak membuat mereka tertawa bersamaan.


****

__ADS_1


__ADS_2