Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Terjerat simpanan


__ADS_3

Pasangan muda yang masing serba menggebu-gebu, baik ego dan cinta serba saling tak mau kalah. Dion yang anak bungsu semua serba di turuti, tidak pun oleh sang Bapak pasti di cukupi oleh sang Kakak. Selalu merasa ingin menang dari apapun, sedangkan Lian yang merasa baru bisa mengambil keputusan sendiri setelah menikah pun tak mau kalah.


Setelah Dion memiliki orang yang sangat ia cintai barulah rasa sayang, peduli, khawatir mengalahkan segala ego yang ingin ia menangkan.


Dilihatnya perempuan yang sedari diam dan akhirnya menangis sesegukan itupun hatinya lebih hancur, ia pernah berjanji dalam hati tak akan membiarkan Lian istrinya terluka lagi oleh apapun. Malah tak disangka ialah yang menciptakan airmata yang mengalir deras di wajah istrinya.


Walau setelah di bujuk agak lama barulah Lian mau makan, di pandangannya rasa bersalah pun semakin menjadi.


"Kalau belum kenyang mau makan apalagi?"


Lian menggeleng, mata sembabnya belum hilang dan tampak bengkak. Dion yang tak tega langsung meraih tubuh mungil Lian dan memeluk sembari mengusap-usap pucuk rambut wanita yang paling ia sayangi itu.


"Maafin Mas ya... Mas ternyata belum bisa jadi suami yang baik, gak bisa memahami perasaan istri Mas ini sampai begini."


"Mas gak sepenuhnya salah, Lian juga bersalah harusnya berfikir bagaimana mencari penyelesaian yang terbaik bukannya malah keras kepala. Lian sekarang harusnya lebih dewasa dan sadar tanggung jawab Lian semakin besar, Lian bukan hanya seorang Ibu dan seorang Kakak lagi, tapi juga seorang istri yang harus mendengarkan apa kata suami. Mas benar gak ada masalah yang tidak ada penyelesaiannya, Lian harus lebih berusaha lagi mencari jalan yang terbaik."


Dion langsung tersenyum mendengar kalimat yang keluar dari mulut istrinya, begitu dewasa. Padahal sejam yang lalu Lian masih tampak seperti anak kecil yang merengek ngambek saat kemauannya tak dituruti.


"Istri Mas memang the best ya! Mas sampai berfikir kita bakal berantem besar tadi, ternyata Mas salah. Lian cepet memahami keadaan dan dewasa sekali. Mas yang jadi kepala keluarga jadi malu kalau begini."


"Lian juga minta maaf ya Mas udah kayak anak kecil nangis di kamar seharian."


"Gak apa-apa itu juga karna Mas yang salah pergi saat Lian kesal, Lian pasti sakit hati. Bukannya menenangkan Mas malah ikut emosi."


Lian membalas pelukan hangat suaminya dan merasa nyaman karna masalah mereka sudah hilang, tinggal bagaimana memikirkan masalah Bintang kedepan nanti.


****


"Ikuti mobil Bapak ya!" Ucap Risa memerintah supirnya.


"Baik Nyonya."


Mobil itu melaju mengikuti mobil yang bergerak tidak jauh di depannya, Risa harap-harap cemas memastikan apakah suaminya benar-benar bertemu Klien atau bertemu selingkuhannya.

__ADS_1


Sampailah di gedung K unit apartemen pemberian Zack pada Tata, tampak seorang perempuan cantik berkaca mata hitam bermerek sudah menunggu di depan Lobby, Zack langsung berhenti di depan prempuan itu dan keluar dari mobil mereka terlihat saling bertukar ciuman pipi, Zack membukakan pintu mobil dengan manis mempersilahkan prempuan itu masuk ke dalam mobil dan kemudian mereka melaju menuju suatu tempat.


Risa yang terus memperhatikan dari jauh, tak bergeming sekalipun dalam pikirannya di penuhi benang kusut.


"Terus ikuti mereka Fred, jangan sampai hilang."


Fredy adalah supir sekaligus orang kepercayaannya Risa.


"Baik Nyonya." Fredy menjawab.


Mereka terus membututi hingga mobil yang mereka ikuti masuk ke dalam Mall, Risa mengerutkan kening.


"Tolong kamu ikuti mereka diam-diam Fred, jika ada kesempatan tolong ambil foto mereka. Saya akan menunggu disini."


Fredy mengangguk dan keluar dari mobil. Ia faham betul maksud dari Tuannya yang sudah ia ikuti masih belum bersetatus istri Zack.


Setengah Jam pun berlalu,


"Tuan menemani wanita itu berbelanja Nyonya."


"Sudah kamu foto?"


"Sudah Nyonya lumayan banyak."


"Ya sudah kembali saja, kita pulang."


"Baik Nyonya."


Setelah misi mengikuti suaminya sendiri, Risa tak sampai disitu.


"Fredy, untuk kedepan kamu saya tugaskan untuk mengikuti kemana Zack pergi. Cari tau juga hubungan mereka sudah dari kapan dan yang paling penting cari informasi tentang prempuan itu.


Saya mau masalah ini jangan sampai bocor ke Papa, tolong kamu jaga baik-baik rahasia ini."

__ADS_1


"Baik Nyonya."


Rasa bimbang mulai menggelayuti benak Risa setelah melihat keromantisan dari foto-foto yang di dapatkan Fredy, Bahkan selama pernikahan Zack paling tidak mau di ajak berbelanja bersama apalagi sampai bergandengan tangan seperti di dalam foto-foto itu.


"Haruskah ku pertahankan atau ku lepas saja kamu Zack, dulu ku pikir memang sikap mu yang kaku dan kurang romantis karna perasaan ku yang terlalu dalam maka ku coba untuk menerima bagaimanapun sikap mu. Tapi setelah melihat foto ini aku sadar, bukan karna sikap mu yang kaku tapi karna bukan akulah wanita yang layak untuk kau perlakukan seperti itu. Lalu kalau cintamu tak sebesar itu mengapa kau tetap ingin menikahi ku? Untuk apa kau tetap berjalan di atas ketidak sukaan keluargaku kalau bukan karna cinta lalu apa...?"


Rintih hati Risa.


****


"Sayang aku lapar...!" Ucap Tata sambil menggelayuti lengan Zack.


"Udah capek belanjanya, sekarang lapar?"


"Hehe iya dong, makasih ya udah mau nemenin belanja."


"Aku juga seneng kok nemenin kamu belanja, sekarang mau makan apa?"


"Sushi!"


"Oke my Queen."


Zack sedang di mabuk cinta, tak peduli lagi di depan keramain ia ingin menunjukan segenap perasaannya pada Tata. Baginya setelah menghadapi tekanan kerja dan keluarga dari istrinya Tata bagaikan oase yang memberikannya ketenangan dan kebahagiaan.


Sikap Tata yang manja dan kerap menggemaskan sangat memikat bagi seorang Zack, berbanding terbalik ketika saat di ranjang Tata membuat Zack selalu merasa terpuaskan, liar dan agresif.


Lelaki mana yang tak bertekuk lutut di hadapan tubuh sexy dan sintal seperti Tata, tau cara menyenangkan pria dan tak banyak ulah dan menuntut. Sangat cocok di jadikan simpanan.


Zack yang tadinya adalah seorang artis yang sudah banyak mengencani bermacam-macam prempuan, Tata termasuk tidak rewel dan mudah di atur. Pernah sebulan Zack di luar negri Tata bahkan tak sekalipun menanyakan kapan pulang sedangkan istrinya sendiri selalu mengeluhkan kapan bisa pulang, sedang pekerjaan yang tak kunjung usai sudah sangat melelahkan.


Tata seperti sudah mendesain dirinya menjadi wanita yang sadar diri bahwa ia adalah simpanan. Mungkin karna itulah Zack tergila-gila padanya, Zack menyukai dimana Tata tau batas yang tak boleh ia lewati dan selama itu di penuhi Zack akan memenuhi segala kebutuhan materinya. Tapi Zack juga belum mengetahui bahwa simpanan yang ia gilai itu sudah memercikan api kedalam rumah tangganya dan Zack tak pernah akan menyangka masa depan seperti apa yang akan ia tuai.


****

__ADS_1


__ADS_2