Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Rumor


__ADS_3

Kesokan harinya.


"Heboh-heboh pokonyaa bu....!"


Ujar Bu Retno tetangga tepat di depan rumah Pak Kades, yg tengah asik memilih sayuran di tukang sayur bersama ibu-ibu lainnya.


"Apa toh Bu Ret, apa yg heboh...!?"


"Saya kan anu udah di anggap saudara pak kades to, iya tohh..! Tadi malam di ajak ngelamar anak e Pak Har! Pada tau kan anak nya Pak Har????"


"Si Dion yg baru pulang dari Ibukota itu toh Buk Ret, ngelamar anak Pak Har warung nasi yg mana kan satunya masih sekolah di Ibukota?"


"Lah yg di rumah toh, itu yg punya anak gak ada bapaknya... Wes heboh lah pokoknya tadi malam."


"Ealaahhhh, Pak Kades kok keblinger milih mantu..!"


"Yo Gak to Buk Didin, Wong anak Pak Kades kan.. Sssssttttttt.... Mantan Napi (setengah berbisik) yo wajar dapetnya kayak gitu. SE-SU-AI!!!!"


"Jadi Mantan Napi ketemu jodoh prempuan punya anak di luar nikah?? Kayak judul Ftv Buk Ret..!"


"Lah iya, Pas!"


"Sayang yo ganteng-ganteng mantan Napi, kalau aku yo mikir nikahin anak ku sama mantan Napi."


"Yo ogah to Bu Didin, elek-elek e anak ku gak bakal tergoda sama banyak uang kalau begajulan. Mati menderita nanti anak ku."


"Lah iya, kok ya bisa jodoh ya orang kayak gitu?"


"Sssssttttttt.... sini tak bisiki Buk ibuk...Di jodohkan!!!"


"Eaaalaaahhh....!"

__ADS_1


"Katanya Pak Har punya hutang banyak sama Pak Kades...!"


"Masyallah kalau beneran sama sama keblinger, Ya Pak Kades ya Pak Har anak kok di gadaikan!"


" Makanya tak bilang Heboh tadi Buk Didin."


"Masuk nominasi pasangan penomenal tahun ini harusnya kan..!"


"Pokoe joss Buk Didin, yo wes yo aku mau masak udah kesiangan."


"Monggo Buk Ret, aku yo mau cerita sama Buk Ulfa mesti heboh nanti tanggepannya."


"Yo monggo buk...!"


****


Dion yg sejak tadi malam tak bisa tidur terus mengusap usap layar handponenya.


Waktu terus bergulir melewatkan percakapan basa basi antara gadis itu dan seorang warga, Dion menahan diri membakar rokoknya. Terang saja Dion menyaksikan gadis itu menangis tanpa henti, sejam berlalu tapi tak kunjung berhenti.


Rasa penasaran Dion tak terbendung bercampur merinding, kebetulan gadis berambut panjang itu menggunakan blus berwarna putih.


"Ni beneran orang apa hantu sih? hiih merinding, kenapa ni cewe sesedih itu nangisnya. Samperin gak? samperin gak? ya udah fix samperin." Dion bicara dalam hati.


Dion merogo kantong hoodienya, scarf kecil pemberian Lusy mantan pacarnya, maju mundur harus di kasih atau tidak. Akhirnya memberanikan diri.


Sedikit terkesima, Wajah Lian tak pernah dilihatnya di sekitar rumah atau pun saat perkumpulan pemuda. Wajah sendu seperti segunung masalah menumpuk di bahu kecilnya. Rasa iba tak bisa di bendung.


Melihat reaksi Lian yg terkejut membuat Dion tak kuasa menahan rasa ketertarikannya. Saat itu Dion bertekad mencari Lian, tapi ada masalah yg membuatnya harus melupakan rasa penasarannya pada Lian.


"Takdir itu memang aneh, jadi malam itu dia menangis karna di tinggal pacarnya? kalau iya kita senasip waktu itu. Pasti berat mengurus anak sendirian."

__ADS_1


Dion sontak terkejut atas ucapan yg tanpa sadar keluar dari mulutnya.


"Haiisss kok bisa mikirin itu perempuan sih,"


Kesal sembari mengacak-acak rambutnya, menarik selimut dan memaksa matanya untuk tertidur.


"Yon...! Bangun sarapan Nak!!"


Suara Pak Dandi di balik pintu menimpali rasa kesalnya.


"Masih ngantuk pak!!!"


"Yaudah Bapak nanti sibuk gak dirumah Yon."


"Ya Pak!!"


"Beneran gak mau ikut Yon?"


"Gak Pak?"


"Beneran!?"


"Iya Pak!!! Dion beneran masih ngantuk!!"


"Yo yo wes!!"


Suara Pak Dandi pun menghilang di ikuti suara jejak kaki yg menjauh.


Dion menghentak-hentakan kaki melepaskan kesal.


****

__ADS_1


__ADS_2