
Lian tertegun, pandangannya lurus kedepan masih tak percaya pada penglihatannya. Rok mini **** atasan yang fulgar membuka belahan dada, tangan yang menggelayuti lengan sosok seorang pria tak di kenalnya.
Aku yakin itu Tata mata ini gak salah lihat, tapi mengapa terlihat seperti bukan adik ku? Batin Lian.
"Yank! Lah kok bengong disini katanya mau belanja?" Suara Dion mengejutkan Lian.
Lian yang hari ini ingin berbelaja diajak sang suami menyambangi sebuah Mall yang cukup ternama di Ibukota, tapi tujuan utamanya mengajak sang buah hati untuk bermain.
"Bentar Mas duluan aja nanti Lian susul kesana ya! Ajak main Bintang bentar, nanti kalau ada apa-apa Lian telfon,oke!"
"Mau kemana yank?"
"Kesana sebentar, sebentaaar aja ya?"
"Yaudah beneran jangan lama-lama ya?"
"Iya Mas..."
Lian ingin memastikan lagi, langkahnya di percepat tak ingin sosok yang di kenalinya menghilang begitu saja. Sampailah di toko baju bermerek langkah Lian terhenti. Lian tampak semakin tertegun melihat apa yang di lihatnya, Tata sedang asik memilih-milih beberapa dress.
"Ta...!" Panggil Lian walau ragu.
wanita itu menoleh kebelakang mengikuti asal suara di ikuti oleh pria di dekatnya, matanya membulat besar gestur tubuhnya tampak terkejut. Baju yang ia pegang pun sontak terjatuh dari genggamannya.
"Kk..Kak Lian?"
"Tata, benerkan? Kak gak salah Liat?"
Tata tampak cemas,
"Siapa yank?" Zack menyentuh bahu Tata dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"I..ini di..dia.."
"Saya kakaknya, kamu pacarnya ya?" Selidik Lian sebelum Tata menyelesaikan omongannya.
__ADS_1
Dahi Zack pun mengkerut.
"Kakak?" Sontak Mata Zack mengarah ke madunya, Tak sekalipun Tata pernah bercerita kalau ia punya kakak. Bukan, lebih tepatnya Tata tak pernah bercerita tentang kehidupannya. Tata begitu 'liar' wanita yang ia temui di diskotik, karna terlalu mandirinya Zack sampai tak pernah berfikir Tata memiliki kakak ataupun adik.
"Begini Zack, iya ini kakak aku namanya Lian, dan Kak Lian ini Zack ia dia pacar Tata." Tata mulai bisa menggontrol dirinya, tak mungkin lagi baginya untuk menutupi siapa Zack walau tak sepenuhnya jujur setidaknya itu adalah kalimat yang paling tepat untuk menjelaskan keadaan yang terlihat saat ini.
Zack tak bisa berekspresi itu membuatnya sama gugupnya dengan Tata, hubungan yang berbeda ini pun tak bisa di jelaskan dengan mudah. Ia mengharap wanita yang memergokinya berdua dengan adiknya ini tak mengenali siapa dirinya.
Sayangnya suasana yang semakin canggung pun tak bisa di elakan, baik Tata, Zack, ataupun Lian tak berhasih mencairkan suasana.
"Sayank!!"
Sosok Dion tiba-tiba muncul bersamaan dengan ekspresi shock yang tak bisa di sembunyikan oleh Tata.
Mata Zack langsung menghujam kearah Tata berharap ada sebuah rasa ingin tahu, siapa lagi dia?
" Loh Mas malah kesini? Terus bintang sama siapa?" Lian melupakan rasa penasarannya pada sosok lelaki yang dilabeli adiknya adalah sosok kekasihnya dan memasang wajah khawatir beralih bertanya-tanya, dimana Bintang anaknya?
"Sorry sayank, tadi Mas Doni dan Mba Aulia tiba-tiba aja datang nyusulin Bintang. Mereka lagi asik di playzone jadi mas jadi nyariin kamu."
"Ahh syukurlah Mas." Lian melepas nafas lega. "Eh ini Tata sama pacarnya." Ucap Lian lagi.
"Oh hai, saya Dion suaminya..." Ucap Dion sembari merangkul bahu sang istri, ucapannyapun terdengar janggal tak ingin menyebut bahwa ia ada hubungan dengan Tata sama sekali.
"Oh ya.. Saya pa.. pacar Tata." Ucap Zack sedikit canggung.
"Itu, wajah anda sepertinya tidak asing. Sangat familiar, tunggu apa kita pernah bertemu sebelumnya." Ucap Dion memancing reaksi dari Zack, kenyataannya Dion sudah tau siapa seorang Zack.
"Oh, mungkin karna wajah saya pasaran Hehe... Saya belum pernah bertemu dengan anda sama sekali." Jawab Zack akward.
"Oh begitu ya, mungkin hanya perasaan saya saja." Ucap Dion nyengir kuda.
"Ah ya kak, emh Tata udah harus buru-buru soalnya ada janji juga hari ini, Tata pamit dulu ya kak."
"Eh kok buru-buru tadi masih kelihatan milih baju, kamu gak pengen ketemu Bintang Ta?"
__ADS_1
"I..iya kak Tata kelupaan ada janji penting, maaf ya Kak. Sampaikan salam Tata sama Bintang, kalau ada waktu senggang Tata bakal ketemu Bintang."
"Oh ya sudah."
Zack dan Tata tampak undur diri dari pertemuan yang tak di sengaja itu.
****
Lian yang sedari tadi masih memikirkan perihal adiknya tampak terlihat kurang fokus, terutama saat ini sedang makan bersama Mas Doni dan Mba Aulia.
Mba Aulia yang memperhatikan Lian sedari tadi pun menyenggol bahu adik iparnya membuat Dion melirik ke arah Lian dan sedari tadi hanya mengaduk aduk makanan yang tersaji di piringnya.
"Yank?" Ucap Dion membuyarkan lamunan Lian.
"Ya? kenapa Mas mau makan apa lagi biar Lian pesenin." Sontak mata Lian berkeliling tak hanya melihat tatapan suaminya berbeda ternyata Mas Doni dan Mba Aulian juga menatap aneh ke arahnya.
"Lian kamu pucat, kamu gak sehat?" Tanya Mba Aulia.
"Ah gak kok Mba, Lian sehat kok maaf Lian agak ngelamun dikit tadi."
"Kalau capek kita pulang aja ya yank?"
"Eh gak apa apa kok Mas, kasian Bintang masih pengen main."
Mata Lian menatap ke arah Bintang yang tengah asik melahap makanan favoritnya fried chicken dan kentang goreng.
"Bintang aman sama Mba dan Mas mu, kalau mau pulang gak apa-apa." Bujuk Mba Aulia.
" Iya Lian lagian Bintang senang-senang aja sama Mas dan Mba, lebih baik kamu pulang dan istirahat dari pada nanti kenapa-napa."
"Iya yank, kita juga udah selesai belanja. Kita pulang duluan aja gimana?"
Lian yang sebenarnya merasa tak enak hati, akhirnya mengangguk karna melihat ekspresi dari suami dan kakak iparnya yang tampak khawatir.
"Jangan rewel ya nak."
__ADS_1
Bintang mengangguk dan tersenyum, entah mengapa kini Bintang lebih mandiri di bandingkan sebelum mereka pindah ke Jakarta. Bintang jarang rewel dan tampak lebih bahagia, di tambah kasih sayang yang kini ia dapatkan menjadi double karna punya paman dan tante yang sangat menyayanginya.
****