
Cinta mampu membangun jembatan yang menghubungkan dua jiwa insan yang berbeda.
Cinta bisa merobohkan dinginnya dinding ego dari manusia.
Dan Cinta bisa membuat mu memaklumi segala hal yg bahkan berada di luar batas toleransi mu.
......................
Lian terbangun, terjaga dengan pemandangan sosok lelaki yg memeluk tubuhnya. Mereka kini berada dalam satu selimut yg sama, tanpa sehelai benangpun yg membalut tubuh pasangan yg baru mengecap indahnya malam pertama.
Lian perlahan menggeser tangan Dion yg sedari tadi melingkar di pinggannya, berusaha bangkit dari peraduan saat tangan kekar menggenggam menahan pergelangan tangan kecilnya, membuatnya gerakannya terhenti.
"Mau kemana?" Bisik Dion yg seketika terjaga merasakan tubuh istrinya bergerak menjauh.
"Hmm mau mandi Mas." Balas Lian yg berusaha menutup bagian dadanya dengan selimut.
"Masih sakit?" Tanya Dion menghawatirkan kondisi sang istri.
"Ng..nggak kok Mas." Lian masih berusaha melingkarkan selimut di tubuhnya.
"Kenapa kok di tutupin? Masih malu?Mas kan udah liat semua tadi malam." Ejek Dion membuat sang istri merona.
"Lian belum biasa."
"Sekarang harus biasa." Dion tak mau kalah.
"Mas!" Lian malu setengah kesal karna di goda oleh suaminya.
"Kenapa sayannk?" Suara Dion berubah manja.
Lian tak tahan karna malu yg menciptakan rasa panas di wajahnya pun sontak menutup muka dengan kedua telapak tangannya.
Dion terkekeh merasa berhasil menggoda istrinya itu.
"Mandi bareng ya?" Ajak Dion merasa tak puas menggoda Lian.
"Mandi sendiri-sendiri aja Mas." Tolak Lian.
Dion sontak menarik selimut dengan sekuat tenaga membuat selimut yg tadinya membalut tubuh kedua pasangan itu terhambur ke bawah ranjang.
"Mas!!!!" Lian menjerit panik saat tubuhnya tak lagi di lapisi seuntai benang pun, membuat kedua tangannya lansung menyilang menutupi dada.
Dion tersenyum licik malah memamerkan tubuhnya di hadapan wanita yg sudah malu setengah mati itu.
"Masss!!!" Jerit Lian semakin menjadi melihat tingkah suaminya.
Lian langsung turun dari ranjang berlari kencang menuju kamar mandi, memperlihatkan hiasan kissmark bertaburan di bagian belakang tubuh wanita yg terlihat panik itu.
Dion terkekeh tanpa henti, tak menyangka reaksi istrinya begitu menggemaskan.
__ADS_1
Sikap usil Dion pun tak sampai disitu ia memaksa ingin masuk dan mandi bersama.
"Gak Mas...."
"Kalau gak mau buka ya Mas teriak ni biar satu hotel kesini!"
" Gak boleh gitu dong Mas, iya-iya Lian buka pintu." Lian kesal mengambil handuknya lagi membuka pintu, dan tak habis pikir suaminya langsung mendekapnya dengan kencang
"Mas.....!! Udah dong jangan godain Lian terus, Lian tu masih malu." Lian merasa tak tau lagi bagaimana cara menolak suaminya.
"Malu kenapa siiih? Kan kita cuma berdua, udah sah juga. Udah Mas liat juga semua isinya tadi malam." Ucap Dion sembari menciumi pundak istrinya.
"Gak tau, malu aja."
"Makanya Mas pepet terus biar Lian terbiasa deket sama Mas, gak malu-malu terus. Kata Lian nolak suami dosa lo?"
"Iya... Cuma ini pengecualian karna Lian masih canggung."
"Canggung kenapa lagi??"
"Ini pertama buat Lian, jadi Lian butuh penyesuaian Mas."
"Mas udah sesabar itu lo sampai hari ini, jadi Lian udah gak Mas kasih kesempatan lagi buat menghindari Mas. Tau kan gimana cari cara buat kita bisa berdua gini aja susahnya gimana?"
Lian tak menjawab, dalam hatinya setuju dengan ucapan suaminya. Dion sudah bersabar bahkan harus memahami situasi dengan adanya Bintang setiap malam tidur bersama mereka.
"Iya Mas, Lian ngerti. Maaf ya kalau Lian masih aja kayak gini."
Tak ingin membuang waktu berharga mereka, akhirnya Dion membuat istrinya meringis lagi di dalam bathtup. Tapi kali ini Lian tak meringis karna kesakitan lagi, ia akhirnya bisa merasakan ribuan kelopak bunga yg berjatuhan di atas tubuhnya.
Merasa di atas angin Dion tak membiarkan kesempatan berdua dengan istrinya cepat berlalu begitu saja, mereka menghabiskan tiga malam di hotel menguras semua sisa waktu yg tersisa.
"Kita pulang kan Mas, Lian mau ngubungi Tata. Mana tau bisa ketemu."
"Iya sayank... Kita pulang kok, di hubungin Tatanya kalau bisa sekalian kita jemput biar dia bisa main di rumah." Balas Dion setuju.
"Iya Mas, nanti Lian telpon." Lian tersenyum.
"Hmm nanti malam lanjut dirumah ya?" Goda Dion.
Lian tersenyum sambil mengangguk, mulai tak canggung lagi saat suaminya mulai menggodannya.
"Nyonya Dion akhirnya sudah tidak malu-malu lagi, gitu dong yank!"
"Apaan sih Mas!" Lian menahan tawa.
"Kamu makin cantik aja sih yank!"
"Mas juga tambah ganteng." Balas Lian.
__ADS_1
"Ya ampun, udah pinter ngerayu juga sekarang."
"Lian cuma bales muji Mas gak ngerayu."
"Di kuping Mas itu kedengarannya menggoda." Dion langsung menarik Lian dalan pelukannya.
"Mas, bentar lagi kita cek out, jangan mulai deh!"
"Masih sejam lagi, itu cukup di tambah waktu mandi."
"Mas, kita juga baru selesai mandi."
"Ya gak apa-apa mandi lagi." Tangan Dion mulai nakal.
"Maaasssss!!!! Jangan lagi!"
"Lagi dong! Mas dah pengen lagi ni!"
Lian akhirnya kalah oleh rayuan suaminya.
"Mas ni nakal!!!!!!!!!!" Jerit kekalahan.
****
"Apa Kak Lian disini? Bapak kok gak cerita."
"Kakak cuma seminggu disini! 3 hari lagi pulang, tapi inshallah balik lagi Kakak sama suami mutusin tinggal disini."
"Oh, Maaf ya Tata waktu Kakak nikah gak bisa pulang."
"Gak apa-apa Ta... Jadi Tata dimana alamat kostnya biar Kaka jemput, kakak kangen mumpung disini."
"Oh, itu! Emm... Kita ketemu di mana aja gitu kak. Tata gak lagi di Kost."
"Ohh... Emang Tata lagi dimana?"
"Tata lagi makan sama temen di luar Kak."
"Kirim alamat tempatnya nanti Kak kesana."
"Iya Kak."
Tata langsung menghempas gawainya ke sofa. Apartemen yg baru di tempatinya seminggu itu kini terasa pengap karna emosinya.
"Ngapain sih pindah kesini!!! Bikin gak nyaman aja, suaminya katanya pengangguran gak kerja. Cuma makan harta mertua aja sok banget tinggal di Jakarta. Kalau ketauan aku tinggal di apartemen gak di kost kan bahaya, apa kata Bapak nanti? Akhirnya bisa enak setelah sekian lama membusuk di kostan malaj ada aja gangguan. Pokoknya Kak Lian gak boleh tau gimana kehidupan ku disini, gak boleh tau juga kalau aku gak ngelanjutin kuliah. Sial! Bikin stres aja tu anak pungut!!!"
Tata kesal bukan main, rahasia besarnya selama ini bisa di ujung tanduk kalau sampai Lian tau segala kebohongannya disini. Kehidupan yg menurutnya telah susah-susah di dapatkan tak boleh hancur begitu saja. Tata pun panik dan gugup akan permintaan kakaknya yg ingin bertemu, ia harus melakukan apapun agak tidak ketauan.
****
__ADS_1
jangan lupa likenya ya😊