Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Berita tak enak


__ADS_3

"Assalamu alaikum Ta?"


"Waalaikum salam Pak! ada apa ya Pak?"


"Ini Bapak baru sempat ngabari kamu nak, karna takut ganggu kuliah mu. Mbak mu Lian 2 minggu lagi mau melangsungkan pernikahan."


"Mba Lian mau nikah pak? siapa yg mau sama Mbak Lian...?"


"Kok ngomongnya gitu Ta....? Harusnya seneng Mbak mu mau nikah."


"Eh gak gitu maksud Tata pak, Tata cuma kaget..."


"Iya memang mendadak Ta, 2 hari yg lalu baru selesai lamaran."


"Jadi Bintang gimana Pak?"


"Tenang Bintang tetap sama Mbak mu, calonnya mau menerima Bintang."


"Oh! Syukurlah."


"Kamu mau di jemput apa tidak acara Mbak mu?"


"Oh.. eh, Lian sibuk menyiapkan tesis pak kalau gak bisa hadir gimana Pak?


"Ya kalau sedang sibuk sama kuliah Bapak rasa Mbak mu gak bakal kenapa-napa namanya demi masa depan."


"Iya Pak... eh Uang bulan ini belum di kirim Pak?"


"Agak telat ya Ta, Bapak lagi sibuk ngurusi persiapan nikahan Mba mu."


"Ooh jadi kepentingan Tata dinomor duakan ya Pak?"


"Ya Bukan begitu, kok gitu to ngomongnya...?"

__ADS_1


"Ya udah Tata sibuk mau pergi dulu."


"Eh gak mau ngomong sama Ibuk apa sama Mbak mu Ta?"


"Gak keburu Pak, Tata tutup dulu ya Pak."


"Oh ya Jaga kesehata...."


Tuuuuttttt


"Lah kok udah di matiin hpnya Bapaknya belum selesai ngomong Nduk nduk... Buru-buru mau kemana ini anak."


Pak Har hanya menggeleng geleng kepala sambil kembali menyimpang hp kedalam saku bajunya.


****


Seminggu berlalu, komunikasi Dion dan Lian berjalan lumayan baik. Hubungan yg terjalin antara Dion dan Bintang semakin dekat, tak jarang Dion mengajak Bintang mengelilingi kampung berdua dengan sepeda motor miliknya.


"Ealahh Buk Sum jarang kumpul yo sekarang semenjak mau mantu anak Pak kades."


"Gak kok Buk Ninik, memang lumayan sibuk sekarang ngurusi warung sambil ngurusi persiapan Lian."


"Eh anu bener toh Buk Sum, isu isunya kalau anak e Pak Kades itu ayah Biologis Bintang?"


Buk Sum pun langsung terkesiap,


"Buk Ninik dapat berita mengada-ada dari mana??" Sanggah Buk Sum dengan mimik tak terima.


" Anu saya cuma dengar-dengar saja Buk Sum."


"Jangan ikut nyebarin berita yg gak benar ya Buk Ninik, Alhamdulillah Bintang di sayang sama calon Bapaknya. Tapi Gak ada Hubungan seperti itu yg seperti Ibuk omongkan." Ekspresi Buk Sum semakin geram.


"Bukan saya yg ngomong Buk, saya cuma penasaran gak bermaksud menyinggung Buk Sum maaf yo.."

__ADS_1


"Kalau gitu saya pamit pulang Buk Ninik, niat mau main malah dengar yg tidak-tidak"


Buk Sum langsung menarik langkah kembali ke rumahnya niatnya mau mengabari tetangga untuk bantu-bantu diacara pernikahan anaknya pun seketika ia surutkan.


"Halahhh ditanya gitu aja kok langsung sewot malah keliatan kalau kabar itu beneran, wong anaknya memang gak bener kok masih di belain to Buk Sum..."


Buk Ninik terlihat kesal karna mendapatkan tanggapan yg tak menyenangkan dari Buk Sum.


"Heehh keselnya polll... Lian sama Bintang sudah pergi toh Pak?" Sungut Buk Sum kesal.


"Barusan Buk, di jempun Dion. Kenapa kok mukanya kesel gitu Buk?"


"Itu lo Pak Buk Ninik, kok bisa dapet cerita dari orang-orang kalau Dion ayah biologisnya Bintang."


"Dapet cerita dari mana Buk Ninik Buk??"


"Gak tau pak kalau tau ya tak sambel mulutnya, mentang-mentang Lian itu anaknya diem aja makin banyak berita yg aneh aneh pak."


Pak Har menunduk, tak bisa merespon lebih dari menahan rasa emosi di hati.


"Ini juga karna Bapak Buk, Bapak yg bersalah. Bapak seperti menggali lobang untuk anak sendiri."


Buk Sum termenung sejenak mendengar ucapan suaminya.


"Yo salah kita bareng-bareng Pak, waktu itu kita gak punya pilihan. Harus mengorban kan Lian menangung semuanya, sekarang kita yg kena batunya. Lian gak pernah ngeluh harus jaga Bintang, tapi kita malah nambah bebannya."


"Mudahan memang jodohnya Buk, mana tau masalah kita cuma jalan jodohnya Lian."


"Iya Pak, mudahan pernikahan mereka nanti berjalan lancar."


"Amiinn... "


****

__ADS_1


__ADS_2