Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Hari Pernikahan


__ADS_3

"Sah?"


"Sah!"


"Sah!"


"Alhamdulillah hirobbilalamin, ..............."


Dion dengan lancar mengucapkan ijab kabul, kini Lian sudah sah menjadi istri dari seorang Dion Alvin Nugroho anak dari Bapak Dandi Nugroho.


Setelah Ijab kabul di pagi hari, dimalam harinya di lanjutkan resepsi. Lian dan Dion tampak seperti raja dan ratu, semua keluarga tampak senang dan bahagia. Doni yg merupakan kakak kandung dari Dion pun tampak hadir bersama istrinya dari Ibukota.


Pesta resepsi tampak meriah, mungkin karna Pak Har yg tak ingin besannya yg merupakan Kades kehilangan muka.

__ADS_1


Berbeda dengan resepsinya yg tampak meriah wajah Dion terlihat datar dan diam sepanjang acara, dari setelah ijab sampai dengan resepsi. Beberapa kali Lian mengajak bicara, Dion hanya menjawab sekenanya bahkan kadang diam tak menggubris.


Lian yg mulai merasakan hal yg tak biasanya dari perubahan sikap Dion dan hanya bisa tersenyum dalam kegetiran. Hatinya mulai bertanya-tanya apakah ada salah, yg membuat Dion marah padanya.


Sejak pertemuan mereka di wahana permainan hubungan komunikasi mereka mulai terbangun dengan baik, bahkan Dionlah yg sering terlebih dulu mengabari Lian. Tapi 3hari menjelang pernikahan Dion tak pernah sekalipun menghubungi Lian lagi, bahkan sampai saat pertemuan mereka saat ijab kabul sangat terasa Dion selalu berusaha menghindari tatapan Lian.


Acara yg meriah itupun selesai, semua tamu mulai meninggalkan tempat acara begitu juga Pak Dandi dan keluarga. Suasana menjadi semakin kikuk saat Dion dan Lian harus berada dalam satu kamar, sementara Bintang yg sudah kelelahan sudah sedari tidur di kamar Mbahnya.


Lian sudah selesai membersihkan diri berganti dari pakaian pengantinnya menggunakan piyama. Sedang Dion masih menggunakan setelah jas pengantinnya.


Dion hanya diam tak menjawab tapi mengambil handuk dan menuju ke belakang. Lian yg kelelahan tak bisa menahan kantuknya, menunggu Dion tak kunjung datang iya pun tanpa sadar tertidur di atas ranjang pengantin yg indah di hiasi dengan bunga-bunga.


Beberapa saat Dion pun masuk ke kamar, bajunya pun sudah berganti dengan celana pendek bahan trening dan atasan kaos oblong.

__ADS_1


Dilihatnya Lian yg sudah terlelap rauh lelah tampak menghiasi wajahnya, rambut yg masih setengah basah menjuntai di wajahnya. Dion terkesima, sebagai lelaki normal ia tak kuasa menahan hawa kelakiannya dan tak sadar menenggak saliva.


"Dasar perempuan ceroboh, bisa bisanya tidur nyenyak saat ada laki-laki jelas sekamar akan tidur dengannya."


Ada rasa sedikit tak tega saat mengingat seharian tadi Dion mendiamkan Lian dengan sengaja.


"Bisa-bisanya perempuan ini merobohkan pendirian ku, wajahnya benar-benar polos tanpa dosa.


Apa benar dia mau menikah dgn ku hanya karna uang? atau dia di paksa? apa aku harus merendahkan ego lalu bertanya apa yg sudah ia alami sampai menerima ku yg berandal ini, Lihat tidurnya nyenyak, sama sekali tidak menghawatirkan apa pun. Padahal aku bisa aja melakukan apa pun padanya."


Dion yg penasaran mendekati wajah Lian, menyingkap rambut yg terurai di wajah perempuan yg baru saja resmi menjadi istrinya itu. Kemudian menggoyangkan tangan kanannya kekiri dan kekanan tepat di depan wajah Lian, memeriksa apa kah Lian benar-benar terlelap atau berpura pura.


Lian yg tak sadar membalik arah membelakangi Dion membuat atasan piyama tersingkap memperlihatkan sedikit pinggang dan punggungnya yg putih bersih. Lekuk Biola terpajang di depan mata Dion yg mulai menggaruk garuk kepala.

__ADS_1


"Haiiissshh bisa gila aku!!!!" Teriaknya dalam hati.


Dion lantas menarik selimut menutupi tubuh Lian, dan akhirnya mencoba tidur membelakangi istrinya. Malam terasa panjang bagi lelaki yg sehat dan normal seperti Dion.


__ADS_2